fs@iain-jember.ac.id 08123456789

DR. BUSRIYANTI : DUNIA DIGITAL HARUSNYA MENDEKATKAN KITA DENGAN KELUARGA, BUKAN SEBALIKNYA

Home >Berita >DR. BUSRIYANTI : DUNIA DIGITAL HARUSNYA MENDEKATKAN KITA DENGAN KELUARGA, BUKAN SEBALIKNYA
DR. BUSRIYANTI : DUNIA DIGITAL HARUSNYA MENDEKATKAN KITA DENGAN KELUARGA, BUKAN SEBALIKNYA


Media Center - Ketua Jurusan (Kajur) Hukum Islam Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Dr. Busriyanti, M.Ag menjadi salah satu narasumber dalam acara kolaborasi Gerakan Literasi Pandu Digital Indonesia bersama UIN KHAS Jember dengan tema, “Membangun Literasi Digital Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga” pada Rabu, (14/09) dilaksanakan secara virtual via aplikasi Zoom Meeting.

Literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, membuat informasi dan memanfaatkan secara bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interakasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Busriyanti, menjelaskan makna literasi digital dalam keluarga yaitu kemampuan anggota keluarga dalam menggunakan dan mengelola media digital secara bijak, cerdas, cermat dan tepat, membina komunikasi dan interaksi yang selanjutnya diharapkan menimbulkan kebermanfaatan dalam keluarga.

“Perkembangan dunia digital hendaknya dapat dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan hubungan antar anggota keluarga, bukan sebaliknya,” ujarnya yang juga anggota Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kabupaten Jember.

Selanjutnya Dr. Busriyanti menambahkan bahwa keluarga memiliki peran penting pada konstruksi identitas literasi anak, termasuk mendorong kepentingan  anak dalam penggunaan teknologi digital. Namun, dalam hal ini juga terdapat potensi risiko dunia digital bagi anak, diantaranya, anak dapat terpapar konten yang membahayakan seperti pornografi, kekerasan, hoax, dan lain sebagainya. Kedua, anak merasa dunia maya lebih  menarik dari dunia nyata. Ketiga, penggunaan media digital secara berlebihan menyebabkan aktivitas fisik menjadi berkurang. Hal Ini jelas berpengaruh pada kondisi kesehatan manusia. Keempat, potensi risiko dunia digital yaitu semakin terkikisnya budaya lokal dan adat istiadat.

“Dari adanya risiko berbahaya dari dunia digital, orang tua jangan sampai lengah, terus pantau anak-anak kita dalam penggunaan media sosialnya,” tukas Dr. Busriyanti.

Dr. Busriyanti menambahkan, ketahanan dalam keluarga dapat rapuh karena adanya media sosial. Hal ini dikarenakan bergesernya budi pekerti, melemahnya ikatan anggota keluarga, berkurangnya saling ketergantungan anggota keluarga, dan minimal interkasi dan waktu kumpul bersama keluarga.

Selanjutnya, Dr. Busriyanti membagikan strategi gerakan literasi digital di lingkungan keluarga. Di antaranya yang bisa dilakukan  orang tua adalah menjadi teladan bagi anak dalam menggunakan media digital, orang tua menciptakan lingkungan sosial yang kondusif dalam keluarga, pendampingan dari anggota keluarga terutama orang tua kepada anak dalam menggunakan alat elektronik dan akses internet di rumah, penyuluhan dan penguatan literasi digital bagi orang tua.

Reporter : Erni Fitriani

Editor : Arinal Haq

Berita Terbaru

LITERASI DIGITAL PERGURUAN TINGGI, DEKAN: BUDAYA DIGITAL HARUS BERLANDAS PADA PANCASILA DAN BHINNEKA TUNGGAL IKA
04 Oct 2022By lida
MENGGAGAS MASJID RAMAH DIFABEL
03 Oct 2022By lida
ANNIVERSARY KE-3, DEKAN FAKULTAS SYARIAH HARAPKAN MEDIA CENTER JADI WAJAH GERAKAN INTELEKTUAL
26 Sep 2022By lida

Agenda

Informasi Terbaru

SK PENETAPAN JUDUL SKRIPSI DAN DOSPEM FAK. SYARIAH 03 OKTOBER 2022
04 Oct 2022By lida
SK PENETAPAN JUDUL SKRIPSI DAN DOSPEM FAK. SYARIAH 26 SEPTEMBER 2022
26 Sep 2022By lida
PENGUMUMAN JADWAL UJIAN SKRIPSI 26 - 30 SEPTEMBER 2022
20 Sep 2022By lida

Lowongan

;