syariah@uinkhas.ac.id -

ATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH, HMPS HK GELAR WORKSHOP JURNALISTIK

Home >Berita >ATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH, HMPS HK GELAR WORKSHOP JURNALISTIK
Diposting : Senin, 28 Nov 2022, 10:23:39 | Dilihat : 141 kali
ATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH, HMPS HK GELAR WORKSHOP JURNALISTIK


Media Center – Karya tulis ilmiah merupakan elemen yang tidak dapat terpisahkan dari dunia mahasiswa. Meski demikian, menulis karya ilmiah masih menjadi tugas yang  berat bagi sebagian mahasiswa. Hal ini terjadi karena mereka belum banyak mengetahui tentang tata cara penulisan karya ilmiah. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (HMPS HK) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik untuk kalangan mahasiswa prodi Hukum Keluarga pada Sabtu (26/11) di Gedung VIP C4.

Acara yang mengusung tema “Bright Future Through Journalism” mendatangkan dua pemateri yang kompeten dalam bidang kepenulisan, yaitu Siti Nur Shoimah, S.H., M.H. sebagai pengelola jurnal IJLIL sekaligus dosen Fakultas Syariah. Pemateri kedua, Badrut Tamam, S.H., M.H. yang juga sebagai dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Ketua HMPS HK, Aqidatul Izza mengatakan, saat ini mahasiswa masih banyak yang belum menguasai keterampilan menulis ilmiah. Padahal keterampilan tersebut sangat dibutuhkan agar mahasiswa dapat menyampaikan gagasannya dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis.  

“Acara ini sebagai training bagi mahasiswa khususnya program studi Hukum Keluarga agar mahasiswa mampu menulis karya ilmiah yang baik dan benar,” ucap Izza.

Dalam sambutannya, Izza juga berharap pelatihan tersebut semakin menyadarkan mahasiswa akan pentingnya ilmu jurnalistik.

Dr. Martoyo, S.H.I., M.H. sebagai Wakil Dekan III sangat mendukung pelaksanaan workshop jurnalistik. Menurutnya, kegiatan penguatan intelektual di luar ruang kuliah seperti workshop jurnalistik perlu ditingkatkan oleh mahasiswa. Dalam hal ini, dibutuhkan kerjasama bagi segenap aktivis dan pengurus organisasi kampus untuk meningkatkan standar moralitas dan intelektualitas mahasiswa.

“HMPS HK, para aktivis dan pengurus organisasi kampus memiliki tugas dan tanggung jawab dalam peningkatan standar moralitas dan intelektualitas mahasiswa,” pungkasnya.

Menjawab dari tujuan pelaksanaan acara, Siti Nur Shoimah, S.H., M.H. menjelaskan komponen apa saja yang ada di dalam karya tulis ilmiah. Secara umum, karya tulis ilmiah terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan, pembahasan dan penutup.

Soimah juga memaparkan karakteristik karya tulis yang berkualitas adalah yang banyak menggunakan referensi.  

“Karya tulis ilmiah yang baik itu banyak referensi dan mencantumkan banyak footnote, hal itu penting agar hasil dari karya ilmiah tersebut akurat dan ada buktinya,” jelas Tim Pengelola Jurnal IJLIL tersebut.

Lebih lanjut, Soimah juga menyatakan suatu karya tulis dinilai bagus apabila menggunakan teori. Karena, teori sebagai pisau analisis peneliti dalam menulis karya ilmiah.

“Kalau ingin menulis yang bagus, harus ada teori karena sebagai pisau analisis terhadap penulisan karya ilmiahnya,” tambahnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Badrut Tamam menekankan pentingnya memperbanyak referensi bacaan sebelum menulis karya ilmiah.

“Kewajiban teman-teman adalah membaca. Jangan sampai teman-teman mahasiswa kekurangan referensi,” tegasnya.

Adapun tahapan dalam proses penulisan jurnal ilmiah nasional, lanjut Badrut Tamam, ada 9 langkah. Pertama, pemilihan jurnal ilmiah, pencarian petunjuk penulisan naskah, pencarian contoh artikel yang sudah terbit, menulis artikel sesuai petunjuk, mengirimkan naskah, pengembalian naskah oleh Editor in Chief, perbaikan naskah, pengiriman naskah yang sudah diperbaiki, dan terakhir pemeriksaan Uncorrected Proof.

Kemudian, di akhir penyampaiannya Badrut Tamam mengingatkan mahasiswa agar memerhatikan orisilitas penelitian. Hal ini dapat diatasi dengan memparafrase tulisan dengan sehalus mungkin.

“Parafrase bukan menggunakan google, tapi menyampaikan kembali hasil bacaan dengan menggunakan bahasanya sendiri,” pungkas penulis buku Hukum Adat tersebut.

 

Reporter: Silvia Faizzatur Rosida

Editor : Arinal Haq

;