syariah@uinkhas.ac.id -

Bedah Buku Tafsir Al Qur\'an dan Kekuasaan di Indonesia

Home >Berita >Bedah Buku Tafsir Al Qur\'an dan Kekuasaan di Indonesia
Diposting : Kamis, 26 Dec 2019, 14:37:44 | Dilihat : 526 kali
Bedah Buku Tafsir Al Qur\'an dan Kekuasaan di Indonesia


Bedah Buku Tafsir Al Qur'an dan Kekuasaan di Indonesia. Jakarta, 2 Oktober 2019.

Tafsir Al Qur'an di Indonesia masa reformasi seharusnya membahas isu yang berbeda. Karena yang dihadapi tidak lagi negara, namun Pasar. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I, Guru Besar IAIN Jember yang juga Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember di hadapan peserta di aula Islam Nusantara Center Wisma UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa, 1 Oktober 2019. Statement Prof Haris disampaikan ketika mengomentari buku " Tafsir Al-Qur'an dan Kekuasaan di Indonesia". Prof  Haris mengapresiasi buku karya Dr. Islah Gusmian tersebut, meskipun ada beberapa hal yang tidak disetujui misalnya anggapan bahwa semua tafsir karya ulama Indonesia memiliki kepentingan politis-kekuasaan. "Dalam pandangan saya, tidak semua tafsir seperti Tafsir Al Huda, Bakri Syahid, yang juga Rektor IAIN Yogyakarta dan menjadi birokrat negara pada tahun 1970-an. Syaikh Nawawi Al Bantani ketika menulis Tafsir Marah Labid juga tidak punya kepentingan, selain nasyrul ilmu", tukas M Noor Harisudin, guru besar termuda yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia tersebut.

Sementara itu, Islah Gusmian membeberkan klasifikasi di masa orde baru. "Ada tafsir bungkam, tafsir gincu dan tafsir kritis. Tafsir bungkam ini yang mendukung Orde Baru seperti Tafsir Al Huda  karya Bakti Syahid. Tafsir Gincu seperti Dawam Rahardjo. Kalau tafsir kritis, seperti Syu'bah Asa", tandas Islah Gusmian yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Surakarta tersebut. Sebelumnya, Islah juga menjelaskan berbagai model tafsir masa lalu di Nusantara. "Kita harus belajar pada karya tafsir masa lalu di Nusantara, untuk menggapai masa yang akan datang. Karena itu, kita musti belajar pada tafsir karya Kiai Soleh Darat, Kiai Ahmad Rifa'i, KH Mustofa Bisri, dan sebagainya", ujar dosen yang sangat produktif tersebut. Dinamika tafsir Al-Qur'an memang tidak terhenti. Al Qur'an akan berbicara sepanjang zaman tentanv hal ihwal yang berkaitan dengan manusia. Di situlah, tafsir Al Qur'an akan menjadi rujukan memahami Al-Qur'an. Wallahu'alam. (Sohibul Ulum/Media Center NU).

Berita Terbaru

Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah
PUSHAGA Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Bagi Takjil dan Sosialisasi PMB di Alun-Alun Jember
13 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;