Bekerjasama dengan HKPSI, KOMPRES adakan Regional Workshop Wilayah Jawa II
Jalin kerjasama dengan Himpunan Komunitas Peradilan Semu Indonesia (HKPSI), Kumunitas Peradilan Semu (KOMPRES) Fakultas Syariah IAIN Jember selenggarakan Regional Workshop (baca: Reworks) se-wilayah Jawa II. Acara yang berlokasi di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai dua IAIN Jember dan Hotel 91 Jember ini berlangsung selama dua hari (21-22/12) yang diikuti oleh beberapa Komunitas Peradilan Semu (KPS) dari berbagai Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Jawa II.
Membangun Pengetahuan Hukum bagi Mahasiswa Hukum melalui Peradilan Semu demi terciptanya Generasi Penegak Hukum yang Berintegritas adalah tema yang diangkat pada Reworks Jawa II ini. Reworks ini terdiri dari beberapa Perguruan Tinggi peserta, yakni Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS) Bangkalan, Universitas Panca Marga Probolinggo, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana (STAIPANA) Bangil.
Acara ini juga dihadiri oleh dua pemateri yang sangat kompeten dalam bidang moot court, yakni Tulus Hasudungan Pardosi S.H, M.H atau Bang Tulus sapaan akrabnya dan Whindy Sanjaya S.H alias Bang Whindy selaku pembicara dan keduanya merupakan penumbuh cikal-bakal lahirnya HKPSI.
Noval Waladhi Iznani selaku perwakilan pengurus HKPSI pusat dalam sambutannya mengatakan, bahwa acara Reworks Jawa II ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa terkait pembuatan berkas yang benar dalam mengikuti sidang semu.
Martoyo, S.H.I., M.H selaku Wadek III Fakultas Syariah IAIN Jember juga berantusias dan sangat bangga dengan terselenggaranya acara reworks ini, Fakultas Syariah sejauh ini sudah berkomitmen menambahkan kurikulum berbasis materi-materi hukum dan kemudian sudah seharusnya kita menghilangkan image masyarakat bahwa lulusan Syariah sekarang bukan hanya bisa ngaji dan memimpin doa saja namun sudah siap menjadi praktisi hukum yang berintegritas. Tambahnya disela-sela sambutan.
Pada sesi penyampaian materi bang Whindy yang juga alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyampaikan bahwa harus ada Transfer Knowledge antara senior dan junior agar terciptanya ikatan emosional antara anggota KPS dan para alumni KPS yang sudah benar benar bergelut didunia praktisi hukum. Selanjutnya bang Thulus yang kebetulan seorang calon hakim (cakim) jebolan Universitas Diponegoro memberikan beberapa tips cara membuat berkas yang baik dan benar, bahkan juga mempraktikkan pembuatan berkas tersebut.
Hari kedua acara ini diisi dengan sharing tentang moot court dan closing ceremony. Pada saat sesi sharing, banyak dari peserta bahkan panitia sendiri bertanya lebih dalam mengenai moot court, misalkan tentang teknik pemberkasan yang bagus, sharing pengalaman selama mengikuti kompetisi dan sebagainya.
Pada saat closing ceremony, dalam sambutannya Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. M. N. Harisudin, M.Fi.I. mengatakan bahwa akan mensosialisasikan HKPSI ke forum yang lebih luas lagi demi kemajuan Fakultas Syariah maupun Fakultas Hukum. Mengingat anggota HKPSI masih dirasa sedikit dibanding dengan jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Ada poin penting dalam sambutannya yang patut dicatat, bahwa tidak boleh memarginalkan dan mendiskriminasi antara Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, antara Perguruan Tinggi Keagaaman Islam dengan Perguruan Tinggi Umum. Hal tersebut harus dihilangkan dan tidak boleh ada diskriminasi, karena pada hakikatnya gelar yang didapat adalah sama, yakni Sarjana Hukum (S.H).
Bang Tulus mengapresiasi acara ini, karena acara ini adalah acara yang ditunggu-tunggu sejak lama. Beliau juga berpesan untuk Reworks selanjutnya agar materi lebih diperdalam lagi dan perlu juga menambah waktu yang lebih panjang. Agar nantinya dapat berdampak lebih besar kepada peserta maupun tuan rumah penyelenggara itu sendiri.
Dinda Khoirunnisa selaku Ketua Pelaksana juga menambahkan, bahwa dalam acara ini kita dapat memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapat, khususnya dalam konteks moot court . Harapan saya ke depan tentu ingin Fakultas Syariah berkembang lagi, ada progres-progres baru membuat KOMPRES khususnya dan HKPSI pada umumnya itu menjadi lebih baik kedepannya, dengan cara sering-sering mengadakan acara seperti ini, Ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa KOMPRES baru terdaftar dalam keanggotan HKPSI, namun perlu diapresiasi dengan menjadi anggota baru, namun KOMPRES sudah menjadi tuan rumah Regional Workshop Wilayah Jawa II. Hal tersebut merupakan berkat support penuh dari pihak lembaga Fakultas Syariah dan Komunitas sendiri. (Jamil/ Tommy)




