BERAWAL DOA ORANG TUA: KINI RAIH GELAR HAKIM MUDA DI TIDORE
Bicara anak muda adalah bicara masa depan bangsa. Masa muda ialah masa untuk terus mengukir sejarah positif, masa dimana lebih asik menjadi pelaku sejarah positif daripada menjadi penonton bahkan parahnya ialah korban sejarah. Tak henti-hentinya Fakultas Syariah melahirkan alumni hebat yang telah menyebar ke seantero negeri. Alumni yang memiliki daya saing yang tak kalah hebat dari Universitas Negeri lainnya. Nah, Pada kali ini, Media Center Fakultas Syariah mengajak sahabat semua untuk berkenalan dengan alumni Fakultas Syariah. Alumni dengan usianya yang masih 27 tahun berhasil meraih gelar hakim di PA Soasio Tidore Kepulauan. Wah keren yaa!! Masing-masing kita pasti bertanya-tanya, gimana cerita suksesnya, pasang surut kehidupannya dan kunci kesuksesan yang kini ia raih. Penasaran kan ? hehe. Yukk kepoin siapa sebenarnya alumni muda itu.
Ya, nama lengkapnya Choirul Isnan, SH lahir di kota gandrung yang sering dijuluki The Sunrise Of Java. Yupps benar, Anak dari pasangan suami istri, Bapak Samsuri dan Ibu Muawanah lahir di Banyuwangi 20 November 1993. Tepatnya di daerah Karangrejo. Semasa kecil, Ia sering disapa Iyunk. Nama imut inilah yang menjadi ciri khas anak kedua dari dua bersaudara ini. Namun di kampus lebih akrab disapa Isnan. Dia adalah mahasiswa Fakultas Syariah (dulu namanya Jurusan Hukum Islam) Program Studi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (AS). Masuk ke IAIN Jember (dulu STAIN Jember) pada tahun 2012 dan lulus tahun 2017. Berstatus belum menikah, tapi berita baiknya alhamdulilah sudah memiliki calon pasangan hidup yang kebetulan jebolan dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah IAIN Jember. Sempat meminta doa agar segera dipercepat melepas masa lajangnya dan monggo kita amini bersama ya sahabat. Aamiin
Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Karangrejo (2000-2006), SMP Unggulan Habibullah Banyuwangi (2006-2009), MA Al-I’dadiyyah (Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas) Jombang (2009-2012), IAIN Jember (2012-2017). Kemudian sekarang bekerja di Pengadilan Agama Soasio Tidore Kepulauan sebagai hakim yang baru saja dilantik pada 20 April 2020 kemarin. Dan kini ia berdomisili di Kelurahan Tomagoba, kota Tidore Kepulauan.
Dalam perjalanan kehidupannya, orang tuanya sangat memiliki peran penting terutama saat ia akan memutuskan untuk meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi.
“Awalnya saya ingin ambil Tarbiyah Jurusan Bahasa Arab di IAIN Sunan Ampel (sekarang Universitas Islam Negeri Sunan Ampel). Tapi belum rezeki, kemudian sama ayah ditawari ke STAIN Jember. Di situ ada beasiswa di Prodi AS. Saya pun setuju. Itung-itung membantu orang tua biar tidak mengeluarkan uang banyak”, ujar Isnan. Berkat doa dan keyakinan dari kedua orang tua membuat Isnan bertambah yakin terhadap apa yang ia putuskan saat itu. Hasilnya pun menggembirakan yakni ia diterima di prodi AS dan mendapat beasiswa bebas uang semester. Sungguh luar biasa kan sahabat media center.
Selama menempuh kuliah, Isnan bukanlah termasuk mahasiswa yang tidak terlalu berprestasi dibidang akademik atau bisa dibilang mahasiswa taraf biasa saja. Namun, dia memiliki bakat di bidang olahraga khususnya futsal. Dan ia sering mewakili IAIN Jember di porseni dari tingkat jawa hingga tingkat nasional. Pada akhirnya, ia bisa lulus dengan mendapatkan predikat skripsi terbaik tingkat fakultas. Keren kan ? Awalnya dikenal mahasiswa biasa, namun di akhir jenjang sarjananya ia mengalahkan mahasiswa yang bisa dibilang luar biasa pada masanya. Pelajaran juga bagi kita sahabat media center yaitu, jangan pernah berputus asa dan teruslah berusaha memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas dimata Allah dengan berbakti kepada kedua orang tua kita.
Disamping fokus kepada kuliahnya, Mahasiswa Alumni Prodi AS ini sempat bekerja sampingan di percetakan mutiara yang berada di daerah Gebang. Ia tekuni pekerjaan itu sambil kuliah mulai semester 5 sampai 2 bulan setelah wisuda.
“Alhamdulilah, setelah wisuda ada pengumuman seleksi hakim di Mahkamah Agung. Awalnya saya akan memilih di Kemenkumham. Namun sebelum menentukan pilihan yang pada waktu itu saya mendaftar online di wifi.id telkom Jember. dalam waktu yang bersamaan ayah menelvon dan meyakinkan saya untuk memilih ikut seleksi hakim yang memang sesuai dengan prodi saya. Dan Alhamdulilah saya lolos”, ungkap Iyunk, sapaan masa kecilnya.
Nah, sahabat media center, terkait foto yang didokumentasikan itu adalah saat Isnan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat Mahkamah Agung di Megamendung Bogor. Dia berharap sahabat media center dan temen-temen mahasiswa lainnya bisa menyusul ke tempat ini nantinya. Walaupun hanya sekedar berkunjung dan numpang cari tempat terbaik untuk berfoto. Hehe
Isnan berpesan kepada adik mahasiswa untuk lebih semangat belajar. Selalu hormati dan sayangi kedua orang tua, guru, dosen dan siapapun yang pernah mengajari kita semua.
"Jangan takut untuk mencoba, apa yang saya dapatkan sekarang adalah hasil dari mencoba. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan selalu bersyukur di setiap momen apapun. Sukses tidak melulu harus jadi PNS atau Hakim semisal. Sukses adalah ketika bisa bahagia dengan apa yang kita dapat dan tentunya bisa membahagiakan orang tua dan sekita kita", pungkas anak ke dua dari dua bersaudara itu.
Reporter: Siti Junita
Editor: M. Irwan Z




