syariah@uinkhas.ac.id -

DI TENGAH WABAH CORONA, DEMA-F SYARIAH GELAR DISKUSI ONLINE

Home >Berita >DI TENGAH WABAH CORONA, DEMA-F SYARIAH GELAR DISKUSI ONLINE
Diposting : Minggu, 19 Apr 2020, 10:15:50 | Dilihat : 517 kali
DI TENGAH WABAH CORONA, DEMA-F SYARIAH GELAR DISKUSI ONLINE


Di tengah maraknya wabah virus Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona, menyebabkan kurang lebih 214 negara untuk melakukan jaga jarak (social distance) termasuk negara Indonesia demi memutus rantai kehidupan virus tersebut. Hal itu juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap proses pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Pasalnya setiap kegiatan yang semula dilakukan secara tatap muka (offline), kini terpaksa harus dilaksanakan secara daring (online).

Sekalipun demikian, akhir-akhir ini beberapa lembaga organisasi intra kampus di lingkungan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan lainnya yang telah sukses mengadakan kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan secara online. Berkenaan dengan itu, tidak kalah dengan lembaga Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah yang juga mengadakan acara Diskusi Online bertajuk "Literasi Akar Dari Vandalisme?".

Diskusi online yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMA- F. Syariah) ini, dilaksanakan pada hari Rabu, 15 April 2020 pada jam 19.00 sampai 20.00 WIB melalui live instagram di akun resmi DEMA F-Syariah yaitu @dema.fs. Acara tersebut dimoderatori langsung oleh Jakfar yang merupakan salah satu pengurus DEMA F-Syariah, dengan pembicara Tunggul Harwanto selaku Founder dan CEO Rumah Literasi Indonesia.

Diskusi tersebut bermuara dari keprihatinan DEMA F-Syariah akan terjadinya sebuah kasus vandalisme oleh mahasiswa yang dinilai tindakan tersebut disebabkan oleh bacaan di buku-buku. Seperti buku “Aksi Massa” karya Tan Malaka, buku “Coret-Coret Di Toilet” karya Eka Kurniawan, “Indonesia Dalam Krisis” karya Litbang Kompas, dan masih banyak buku-buku yang dinilai menjadi akar terciptanya tindakan vandalisme tersebut.

Pernyataan dengan menilai bahwa buku sebagai penyebab tindakan vandalisme sangatlah kontroversial. Hal itu akan menimbulkan sebuah reaksi pro kontra di tengah masyarakat khususnya para penikmat literasi. Buku-buku tidaklah bisa dinilai sebagai satu-satunya penyebab munculnya tindakan vandalisme.

“Terjadinya vandalisme dalam kasus tersebut tidak hanya dipicu oleh satu faktor (single faktor) saja. Namun, terjadinya vandalisme itu dipicu oleh banyak faktor (multi faktor). Contohnya vasilitas yang kurang memadai atau kurang perhatian dari pemerintah sehingga media untuk menyalurkan hobi itu tidak dapat tersalurkan di tempat yang tepat", jelas Kak Tunggul sapaan akrabnya asal Banyuangi tersebut.

Acara tersebut diikuti oleh puluhan penonton yang berasal dari berbagai kalangan, dari semua fakultas di IAIN Jember pada umumnya dan mahasiswa Fakultas Syariah pada khususnya serta juga ada yang dari luar IAIN Jember.

“Alhamdulillah semua viewers sangat antusias dalam mengikuti acara ini, hal itu dapat dilihat dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar. Ditambah juga ada peserta yang dari Banyuwangi dan Bondowoso sehingga pemikiran-pemikiranya lebih beragam”, ungkap Darwis yang merupakan pengurus Bidang Jurnalis DEMA F-Syariah.

Selain itu, Akbar selaku Ketua DEMA F-Syariah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk pemikiran kritis mahasiswa terhadap isu yang sedang terjadi di masyarakat, juga merupakan inovasi dan solusi sementara di tengah adanya wabah virus Covid-19.

“Hal ini tentunya akan menjadi pembahasan serius dalam rapat online kepengurusan DEMA F-Syariah untuk tetap produktif melaksanakan program kerja yang sudah direncanakan,” ucap Akbar yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.

Disisi lain, Wadek III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah, Martoyo, SHI, MH. sangat mengapresiasi kegiatan Diskusi Online ini. Ia menilai kegiatan oleh DEMA F-Syariah ini sangat positif dan luar biasa sekalipun dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 mereka (DEMA F-Syariah, red) tetap semarak dan semangat.

“Diskusi ini menjadi ruh bagi pengembangan intelektual mahasiswa dan civitas. Tema tentang pencarian akar vandalisme dikaitkan dengan literasi, sangat menarik sebab hal tersebut merupakan sesuatu yang berbeda, vandalisme merupakan ekspresi ketidakpuasan batin melalui tulisan di tempat-tempat umum untuk menyampaikan uneg-uneg (aspirasi, red) mereka agar mendapat respon walaupun kadang provokatif, sedangkan literasi merupakan budaya akademik yang menuntun kita berfikir kritis transformatif, jika kita baca buku Tan Malaka, itu bukan berarti ingin melawan tapi merupakan media untuk berfikir kritis untuk mengawal perubahan yang lebih baik”, terang Martoyo yang merupakan dosen asal Sepudi, Madura.

Martoyo yang juga ayah dari ke empat anak ini turut berpesan untuk meningkatkan tingkat membaca para mahasiswa sebagai bekal nanti di masa yang akan datang.

“Anak-anak muda terutama mahasiswa perlu terus membaca itu agar memiliki kesadaran kritis terhadap bangsa ini dan sekaligus sebagai pengetahuan calon pemimpin masa depan”, tambahnya.

Tak luput dari liputan Tim Media Center, salah satu peserta yakni Mohammad Shoni mengaku sangat antusias dengan adanya acara ini, karena bisa mengisi waktu ketika kita harus tetap di rumah.

“Kita boleh beraktivitas di rumah saja namun pemikiran kritis mahasiswa tetap harus diperdayakan. Dengan diadakan kajian vandalisme ini bagi kami sangat membantu dalam menyuarakan aspirasi para mahasiswa untuk peduli dunia literasi. Dunia boleh tidak sehat tetapi akal harus sehat,” ujar Shoni yang juga mahasiswa prodi HES semester VI.

Reporter: Achmad Hafidzi

Editor: Irwan Z

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;