fs@uinkhas.ac.id -

HADIRI DIES NATALIES UNEJ KE-58, PROF HARIS PAPARKAN PENTINGNYA CINTA TANAH AIR DALAM MEMBANGUN PERADABAN

Home >Berita >HADIRI DIES NATALIES UNEJ KE-58, PROF HARIS PAPARKAN PENTINGNYA CINTA TANAH AIR DALAM MEMBANGUN PERADABAN
Diposting : Sabtu, 19 Nov 2022, 14:11:28 | Dilihat : 52 kali
HADIRI DIES NATALIES UNEJ KE-58, PROF HARIS PAPARKAN PENTINGNYA CINTA TANAH AIR DALAM MEMBANGUN PERADABAN


Jember, Media Center Dalam rangka Dies Natalies Universitas Jember ke-58, Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Dr. M. Noor Harisudin M.Fil.I mengungkap pentingnya Cinta Tanah Air dalam acara Dzikir dan Doa Bersama yang bertajuk, “Cinta Tanah Air Bagian dari Iman”.

Acara itu juga menghadirkan Syekh sayyid Ammar Azmi Arafati Al Hasani (Imam Besar Masjid Al-Aqsa Palestina), Kiai Ahmad Nafi (Pengasuh Pondok Pesantren Raden Rahmad Sunan Ampel Jember) yang di laksanakan pada Kamis malam (17/11/2022) di Masjid Al Hikmah Universitas Jember.

Dalam cerahnya, Prof. M. Noor Harisudin, Dekan Fakultas Syariah UIN Jember tersebut mangatakan bahwa Universitas Jember merupakan salah satu PTN yang memiliki pusat kajian Pancasila dan sebagai Kampus Pancasila.

“Dalam rangka Dies Natalis UNEJ ke-58, sudah 58 tahun lamanya, Universitas Jember mengabdi untuk Indonesia dan Dunia. Kurang lebih 40.000 mahasiswa dan alumninya sudah kita tahu bahwa kontribusi untuk tanah air dan dunia sangat luar biasa,” katanya.

Kemudian dirinya juga mengatakan bahwa Universitas Jember telah memberikan banyak warisan dan kontribusi baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik dan hukum pemerintahan.

“Semua bidang lengkap ada di Universitas Jember. Semoga Universitas Jember lebih banyak lagi kontribusinya pada peradaban dunia,” tuturnya lagi.

Dirinya berharap sebagai generasi penerus bangsa adalah Fardhu ain (wajib) hukumnya bagi seluruh ummat Islam yang ada di Indonesia, Hubbul wathon minal iman (cinta tanah air bagian dari Iman).

Prof. Haris mengajak kita untuk belajar dari tokoh besar Nahdlatul Ulama, Kiai Hasyim Asy’ari yang mengajarkan bahwa agama dan nasionalisme bisa saling memperkuat dalam membangun bangsa.

“Apa yang dilakukan oleh Kiai Hasyim Asy’ari juga kontribusi ulama-ulama untuk memberikan spirit Nasionalisme tinggi. Tentu perjuangan ini harus diteruskan,” ujar Dekan Fakultas Syari’ah UIN KHAS Jember.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Syekh Amar Azmi Ar Rafati Al Hasani, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Palestina tersebut menyatakan bahwa Indonesia sebagai barometer perdamaian dunia.

“Peradaban Umat Islam terbesar ada di Indonesia. Maka dari itu Indonesia menjadi tolok ukur perdamaian bangsa-bangsa di dunia. Jika Indonesia sendiri tidak kondusif maka perdamaian dunia akan lebih dari itu. Karena mayoritas Umat Muslim ada disini,”tukasnya.

Syekh Amar juga menambahkan bahwa untuk menjadi bangsa yang kuat dan berperadaban dapat dimulai dengan membangun sumber daya manusia yang cinta tanah air dan nasionalis.

“Oleh karena itu, cintailah tanah air. Ini juga sebagai wujud keimanan kita kepada Allah SWT,” tuturnya.

Acara dihadiri pula oleh Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H. (Dekan Fakultas Hukum), I Gede Widhiana Suarda S.H., M.Hum., Ph.D. (Wakil Dekan 1), Dr. Iwan Rachmad Soettijono, S.H., M.H. (Wakil Dekan II), Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. (Wakil Dekan III), Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum. dan lainnya.

 

Reporter: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani

;