syariah@uinkhas.ac.id -

KISAH NEHRU, BERAWAL SEKJEN BEM HINGGA SEKRETARIS PENGADILAN

Home >Berita >KISAH NEHRU, BERAWAL SEKJEN BEM HINGGA SEKRETARIS PENGADILAN
Diposting : Kamis, 14 May 2020, 08:41:00 | Dilihat : 1412 kali
KISAH NEHRU, BERAWAL SEKJEN BEM HINGGA SEKRETARIS PENGADILAN


Melahirkan alumni yang berintelektual tentu mudah bagi suatu institusi. Namun, menjadikan seoarang alumni dengan intelektual tinggi dan beradab tentu tidak semua institusi dapat melakukannya. Fakultas Syariah IAIN Jember, menjadi garda terdepan dalam melahirkan alumni yang berintelektual tinggi dan beradab mulia.

Ahdiyat Ilmawan Nehru, S.H.I., M.H. adalah salah satu alumni yang merasakan manfaat saat berkuliah di Fakultas Syariah STAIN Jember (baca: IAIN Jember). Program studi Al-Ahwal Al-Syakhsiyah (baca: Hukum Keluarga Islam) menjadi titik awal perjuangan seorang Nehru pada 2003 dan memperoleh gelar sarjananya pada tahun 2008. Nehru lahir di Denpasar, Kota (Denpasar) pada tanggal 09 Oktober 1984.

Berawal dari keinginan untuk mengikuti jejak sang Ayah yang memiliki latar belakang Ilmu Hukum, tentu menjadi tantangan tersendiri. Sedikit berbeda dengan sang Ayah, Nehru juga ingin mengembangkan diri dalam bidang keagamaan. Maklum, Nehru dulunya adalah salah satu santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren.

Menjadi seorang ahli hukum, namun keilmuan dibidang agama juga tersedia. Mungkin sebagian orang akan mengatakan “Kuliah di dua instansi dengan jurusan yang berbeda saja atau kuliah dan juga mondok”. Tanpa disadari, Fakultas Syariah IAIN Jember telah menyediakan hal tersebut. Ilmu hukum yang mumpuni serta hukum Islam dalam bidang keagaaman menjadi jawaban dari seorang yang masih belum mengetahui secara mendalam tentang Fakultas Syariah.

Kembali pada kisah Nehru. Menempuh pendidikan di perguruan tinggi tentu hal yang berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Tanggung jawab sebagai Mahasiswa menjadi pertaruhan nama baik bagi seorang Nehru. Doktrin Agent of Control, Agent of Analysist, dan Agent of Change menjadi beban moral Nehru demi kemajuan bangsa. Mahasiwa tidak hanya dituntut untuk menempuh pendidikan formal, akan tetapi harus juga ditopang dengan ilmu keahlian dibidang non formal (organisasi kemahasiswaan).

Fakultas Syariah IAIN Jember memiliki peran aktif dalam membawa karir Nehru. Nehru bercerita bahwa, pada awal kuliah semester pertama, ia mendapat mata kuliah Akidah dan Akhlak. Dengan tekad yang sungguh-sungguh menjadikan Nehru menikmati manfaat dari mata kuliah tersebut dengan menjadi pribadi yang lebih baik. Mata kuliah Hukum Acara dan hukum lainnya menjadi bekal kesuksesan Nehru saat ini. Selain bidang keilmuan, Nehru yang aktif dalam organisasi menjadikan dirinya sebagai Ketua HMPS di program studinya dan sebagai sekretaris jenderal di BEM IAIN Jember. Selain itu, Nehru juga menjadi pengurus inti bahkan ketua dalam organisasi ekstra kampus yang ditekuninya.

Perjuangan panjang yang dilalui sebagai Mahasiswa tentu tidaklah mudah. Tuntutan nilai yang dikejar, keilmuan dibidang lain tentu menjadi penopang kesuksesan Nehru yang paling istimewa dan mengasikkan. Seorang Nehru bukan tidak pernah merasakan malas, itu manusiawi. Tugas organisasi pun ikut menghantui Nehru. Tekadnya yang kuat sejak awal menginjakkan kaki di Kampus ini, menjadikan hal tersebut bukan sebagai halangan dan tidak menyurutkan semangat untuk mengejar cita-cita.

Berkat ilmu yang didapat dari Fakultas Syariah IAIN Jember membuat Nehru ‘pede’. Lulus tahun 2008, Nehru langsung ‘tancap gas’ dengan mengikuti tes penerimaan CPNS yang diadakan oleh Mahmakah Agung RI di Surabaya. Namun, hasil menunjukkan kegagalan. Tidak sampai disitu, tahun 2009 Nehru mengikuti tes sebagai calon Hakim, lagi-lagi gagal. Ketiga kalinya Nehru mengikuti tes CPNS di Kementrian Agama Bondowoso, namun masih gagal lagi. Akhirnya pada 2010, Nehru mengevaluasi kegagalannya dan kembali mendaftarkan diri sebagai peserta tes CPNS oleh Mahkamah Agung RI di Surabaya yang membuahkan hasil bahagia atau diterima.

Nilai terbaik didapat kala itu, berkat kerja keras dan semangat belajar untuk keberhasilan yang ditunggu. Hingga pada akhir tahun 2011, Nehru pun dilantik dan disumpah menjadi seorang PNS sebagai staf panitera muda hukum dengan penempatan di Pengadilan Agama Sumenep. Karirnya tidak sampai disini, pada tahun 2013 Nehru kembali diambil sumpahnya untuk dilantik menjadi seorang Jurusita Pengganti di Pengadilan Agama Sumenep.

Cerita unikpun terjadi, ketika Mahkamah Agung melegalkan Perma Nomor 7 Tahun 2015, yang pada intinya adanya pemisahan jabatan antara Panitera dan Sekretaris Pengadilan serta kenaikan eselonisasi. Perma ini juga mengatur tentang penghapusan jabatan wakil panitera dan wakil Sekretaris di Pengadilan. Bagai petir disiang bolong akibat adanya Perma tersebut, membuat Nehru ikut gerbong mutasi dan promosi mengisi jabatan struktural baru, yakni sebagai Kepala sub bagian Perencanaan anggaran, TI dan Pelaporan di Pengadilan Agama Kangean.

Dilantik pada tahun 2015 sebagai posisi tersebut, membuat Nehru banting setir untuk belajar mengenai admininstrasi kesekretariatan. Meskipun dalam bidang keilmuan memang tidak sesuai, notabene Nehru sebagai lulusan Fakultas Syariah, namun Nehru terus berusaha memahaminya dan mengambil hikmahnya.

Benar bahwa selalu ada hikmah dari setiap kejadian, Perma yang awalnya menjadi beban Nehru, kini berujung kisah manis berkat kerja keras, kesungguhan, dan ilmu yang didapat ketika belajar di lingkungan Fakultas Syariah menjadikan Nehru sosok yang bertanggungjawab dan profesional. Tepatnya pada 21 Juni 2019, Nehru dilantik menjadi Sekretaris di lingkungan Pengadilan Agama Kangean. Perlu diketahui bahwa Sekretaris merupakan empat pilar pimpinan dalam lingkungan Peradilan.

Tanggung jawab, profesional, dan disiplin tinggi membuat karir Nehru semakin cemerlang. Pada tahun 2019, Nehru memperoleh penghargaan Satya Karya Sewindu dari Mahkamah Agung. Tentu tidak sembarang orang mendapat penghargan tersebut. Penghargaan yang didapat karena pengabdian dan profesionalitas yang tinggi sudah barang tentu menjadi syarat utama. Hal tersebut tentu berkat kesungguhannya ketika menempuh pendidikan di Fakultas Syariah IAIN Jember.

Nehru berpesan untuk mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember agar selalu semangat dalam menjalankan kuliah dan organisasi yang ditekuni. Beliau mengatakan, bahwa ke-depan sistem promosi dan mutasi tidak hanya ada pada satu lembaga peradilan. Melainkan, tidak menutup kemungkinan ada dilembaga peradilan lainnya. Pesan Nehru terhadap Fakultas Syariah IAIN Jember untuk semakin mengembangkan kurikulum yang saat ini dibutuhkan, termasuk tentang administrasi dan kesekretariatan.

 

Penulis: Nury Khoiril Jamil

Editor: M. Irwan Z.

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;