syariah@uinkhas.ac.id -

Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember Menjadi Presenter di Forum Internasional

Home >Berita >Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember Menjadi Presenter di Forum Internasional
Diposting : Kamis, 26 Dec 2019, 14:04:13 | Dilihat : 490 kali
Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember Menjadi Presenter di Forum Internasional


Membanggakan, kini giliran Moh. Abd. Rauf mahasiswa prodi Hukum Pidana Islam Fakultas Syariah membawa nama baik IAIN Jember di Forum Ilmiah Internasional. Pada Hari Senin 4 Novermber 2019 Moh. Abd. Rauf diundang untuk menjadi salah satu presenter dalam Forum Internasional, yakni dalam acara AICoLS (Annual International Confrence on Sharia and Law) dengan tema “Law and Local Values in Muslim Society: Ideas, Norms, and Practice” yang bertempat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dalam acara tersebut, ada enam pembicara yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Prof. Drs. H. Retno Lukito, M.A., DCL. yakni berasal dari UIN Sunan Kalijaga, Kemudian Christopher Cason, B.A., J.D. dari University of Miami School of Law, dan Dr. Labib Najib Abdullah yang berasal dari University of Aden, Yaman. Selanjutnya, untuk sesi kedua diisi oleh Prof. Euis Nurlaelawati, M.A., P.hD. berasal dari UIN Sunan Kalijaga, Associate Prof. Dr. Normi Binti Abdul Malek dari International Islamic University Malaysia, dan yang terakhir adalah Stijn van Huis, Ph.D dari Universitas Bina Nusantara.

Rauf sapaan akrabnya menuturkan, "ini bukan pertama kali Saya menjadi Presenter di acara Konferensi Internasional tetapi sebelumnya juga pernah di beberapa Perguruan Tinggi. Akan tetapi dalam AICoLS ini memang ada sisi yang menarik karena dapat menghadirkan Speaker/ Pembicara yang sangat cukup dalam disiplin keilmuannya terutama perihal Hukum Islam" ujarnya.

Perlu diketahui oleh pembaca, bahwa Moh. Abd. Rauf adalah satu-satunya presenter yang masih menempuh pendidikan sarjana strata satu. Melihat para presenter yang lain mayoritas adalah Doktor dan Magister,  dan juga pada konferensi tersebut menggunakan dua bahasa, yaitu Inggris dan Arab. Hal tersebut merupakan suatu tantangan dan kebanggaan tersendiri bagi Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember ini. “Saya juga berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dengan Mr. Christoper (salah satu speaker) terutama meminta pendapat terkait paper yang saya tulis, dan dia mengatakan “You have passion of academic research” yang artinya (kamu mempunyai kemampuan dalam riset akademik)”, tambahnya. 

Pada acara tersebut, Moh. Abd. Rauf berkesempatan untuk menyampaikan gagasannya, dengan judul “Susuk Divorce Phenomenon: Analysis of Woman Resistance Again Patriarchy Culture Banyuwangi” Penelitian ini mengeksplorasi pandangan bahwa di daerah Banyuwangi khususnya desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari tersebut, budaya patriarki masih sangat tinggi. Dalam konteks lain ketika para perempuan (istrinya) bekerja di luar negeri (baca: TKW) sedangkan para suami bermain-main bahkan selingkuh, padahal uang hasil kerja sang istri selalu ditransfer kepada keluarga dan suami di rumah.  Sehingga para istri yang  merasa dirugikan ingin menggugat cerai suami (khuluq), namun pada cerai susuk ini terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Yakni, jika cerai biasa (khuluq) maka si istri mengembalikan mahar dengan jumlah yang sama, namun tidak dengan cerai susuk yang mana suami tidak mau dicerai sehingga menyulitkan istri, sehingga langkah yang diambil adalah dengan cara membayarkan sejumlah uang yang besar melebihi mahar hingga sang suami mau dicerai. Dalam hal tersebut ini adalah bentuk manifestasi kaum perempuan yang ingin memperjuangkan hak yang sama (gender equality) dalam melawan budaya patriarki.

Moh. Abd. Rauf yang juga sebagai Ketua Umum Komunitas Peradilan Semu (KOMPRES) berharap lebih kepada Sivitas Akadmik Fakultas Syariah IAIN Jember untuk terus mengembangkan keilmuan dan riset ilmiah melihat visi Fakultas Syariah yang juga Go International. Karena hal tersebutpun menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kini Mahasiswa sudah memiliki kesempatan yang sama, namun ghiroh untuk menulis riset ilmiah perlu ditingkatkan lagi” ungkapnya. Moh. Abd. Rauf membuktikan bahwa, IAIN Jember tidak kalah saing dengan IAIN, UIN lain maupun Perguruan Tinggi Umum dalam ajang Internasional sekalipun. Hal tersebut tentu memberi rangsangan positif terhadap Mahasiswa IAIN Jember khususnya Fakultas Syariah agar lebih produktif lagi dalam berkarya.

(Jamil/ Media Center Fakultas Syariah) 

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;