Menjaga Kebersihan Mengoptimalkan Proses Pembelajaran di Lingkungan Civitas Akademika Fakultas Syari
Adanyan kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Jember. Tetap menjaga dan merawat kebersihan dan keindahan lingkungan Fakultas Syariah. Adanya faktor ini, mengoptimalkan kebersihan karena berpengaruh atau berdampak terhadap faktor pembelajaran mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah IAIN Jember.
Menurut Wakil Dekan (Wadek) 2 Fakultas Syariah, Dr. Sri Lum’atus Saadah., M.H.I., Taman wajib kita rawat dan juga idealnya sistem pembelajaran salah satunya dari lingkungan yang bersih, dan indah. Itu semua akan menunjang proses pembelajaran mahasiswa dan mahasiswi, karena disana mahsiswa dan mahasiswi akan merasakan nyaman dalam proses belajar.
Hal itu disampaikan Dr. Sri didalam ruanganya saat ditemui, oleh tim media center Fakultas Syariah Iain Jember, Rabu, (30/10/2019).
“Harapan saya taman harus diciptakan, siapa yang harus menciptakan. Seluruh civitas akademika seperti dosen,sadar akan kebersihan, dan sadar akan fungsi taman. Mahasiswa seperti itu juga, peduli dengan lingkungan. Dan termasuk juga para karyawan dibantu, jika dari temen-temen sibuk ada CS. Tapi bagaimanapun juga taman harus diwujudkan.” Ungkap Dr. Sri Lum’atus Saadah., M.H.I., saat ditemui diruanganya.
Menurutnya, uji coba kursi yang ada ditaman. jika temen-temen dari kelas duduk dipinggir -pinggir, adanya 2 tempat kursi itu untuk duduk-duduk mahasiswa tapi untuk nilai positif. Misalnya seperti pertanyaan atau tugas dosen yang belum tuntas yang belum dimengerti oleh mahasiswa. Ditempat kursi itu bisa tukar fikaran dengan teman lainnya mencakup keilmuan terkait pertama, yang kedua terkait relaxsasi dari setiap kelas ke kelas kan capek disana bisa ngobrol-ngobrol, bisa lihat-lihat apa, dan browsing-browsing bermanfaat. Itu hanya sekedar uji coba. Jika nantinya gedung yang dibangun sudah selesai akan ada peningkatan terkait kursi yang ada ditaman, akan ada 5 pasang lagi kursi.
“Adanya gedung baru yang dibangun, nantinya taman harus bagus dan hijau. Peran mahasiswa disini juga dibutuhkan dalam penghijauan, sangat disayangkan jika mahasiswa buang sampah sembrangan, kita semuanya wajib merawat dan menjaga suatu kebersihan yang ada diFakultas Syariah seperti taman, toilet, dll. Ini semua untuk kenyamanan bersama.” Ujarnya
Kata Dr. Sri, kadang-kadang mahasiswa sebagian buang air kecill dikamar toilet, tidak disiram, karena mindset mahasiswa itu bukan kamar mandi milik pribadinya. Itu salah, orang yang membuat nyaman orang lain itu pahala baginya.
“Harapan saya untuk taman kedepannya, semoga ada tiga tong sampah yang berbeda mreknya, seperti organik, non organik, compas. Dan semoga lebih hijau lagi, dan kalau bisa itu ditamani tumbuhan atau rumput hijau lebih segar dimata mahasiswa. Kalau masalah pohon yang ada ditaman alhamdulilah sudah banyak yang rindang. Kalau untuk kamar mandi lebih ditingkat lagi kebersihannya, juga menyarankan kepada temen jika buang sampah pada tempatnya. Kalau saya pribadi kan orangnya,tiap hari bawah air botol, saya siram ketanah itu biar tidak jadi debu, ini PR bagi dosen, karyawan, maupun mahasiswa,untuk membuat bersiah, asli dan indah Fakultas Syariah Ungkap : Adinda Nindya Ningrum mahasiswi Fakultas Syariah.
Reporter : Edi/Media Center Fakultas Syariah




