MUSYAFFA, ALUMNI SYARIAH YANG BERIKAN WARNA DI PEMKAB JEMBER
Hai sahabat Syariah, kembali lagi bersama Tim Media Center Fakultas Syariah IAIN Jember. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas salah satu profil alumni hebat dari Fakultas Syariah lho. Ayo ada yang bisa menebak siapa yang akan kita wawancarai kali ini?
Nah, alumni kita kali ini merupakan alumni yang tidak kalah hebatnya lho. Dia adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, tepatnya di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember. Bagaimana perjalanan kisah hidupnya sebelum bekerja di Pemkab Jember? Pasti seru rekan-rekan. Mari kita simak profilnya ya.
Dia bernama Musyaffa’, S.H.I, salah satu alumni Fakultas Syariah angkatan tahun 1998. Dari kota Sumenep, putra dari pasangan Bapak Asmuri dan Ibu Rusmiyah ini lahir pada tanggal 30 Mei 1979. Musyaffa’ ini sering dikenal dengan panggilan Syafa’. Syafa’ merupakan seorang yang lahir dari keluarga dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Tetapi berkat keberanian, kegigihan, dan semangat yang tinggi mampu mengantarkannya menjadi ASN di Pemkab Jember.
Sebelum kuliah di STAIN Jember (sekarang IAIN Jember), Syafa’ sudah berbekal ilmu pengetahuan agama Islam yang cukup. Hal ini dapat dilihat dari perjalanan pendidikannya mulai dari tingkat dasar di MI Tarbiyatul Atfal Sumenep, kemudian melanjutkan tingkat MTS dan MA nya di Nurul Islam Sumenep.
Suami dari Khulashah, M,Pd,I, masuk di STAIN Jember (sekarang IAIN Jember) pada tahun 1998 mengambil Prodi Al Ahwal Asy-Syahksiyah (AS). Syafa’ mengaku tidak terlintas sama sekali jikalau nantinya ia akan menjadi seorang ASN di Pemkab Jember.
Kuliah di STAIN Jember memang keinginan kuat dari ayah satu anak ini. Ia memilih STAIN Jember lantaran STAIN Jember adalah kampus yang mempunyai pendidikan berbasis agama Islam. Perjuangannya untuk masuk ke STAIN Jember tidaklah mudah baginya. Hal ini dikarenakan keterbatasan ekonomi yang dihadapinya.
Di STAIN Jember, Syafa’ menjadi mahasiswa yang terbilang cukup aktif. Hal ini bisa dilihat dari rekam jejak organisasi yang pernah ia geluti selama menjadi mahasiswa di STAIN Jember. Mulai dari organisasi intra kampus hingga ekstra kampus menjadi ladang baginya untuk melatih diri. Diantaranya organisasi intra yang pernah ia ikuti seperti Organisasi Pecinta Alam, salah satu penggagas UKPK, Persma Milenium dan juga pernah menjadi pengurus HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Syariah dan BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) kala itu.
Lebih dari itu, Syafa’ juga aktif di organisasi ekstra seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), ia juga merupakan sekretaris pertama PMII Rayon Syariah Komisariat IAIN Jember masa itu. Begitu banyak organisasi yang telah Syafa’ ikuti selama menjadi mahasiswa di kampus STAIN Jember.
Setelah lulus dari STAIN Jember pada tahun 2002, Syafa’ beberapa kali aktif diberbagai ajang bergengsi, diantaranya pernah membuat CV yang bergerak dalam bidang pengadaan barang dan jasa, pernah menjadi Event Organizar (EO) tepatnya di EO Jember Joint yang bekerjasama dengan JTV yaitu Say no to drugs keliling dari beberapa kota di Jawa Timur, kemudian pernah menjadi juru bayar dalam acara Supercross Internasional di Stadion Notohadinegoro acara pertama dan di sirkuit Argopuro Jember pada acara yang kedua, Selain itu Bapak Syafa’ ayah dari Atqa Hurrin Ajila ini juga pernah ikut mendampingi masyarakat pemilik Katajek Panti Jember pada saat itu, yaitu perjuangan mengembalikan hak-hak tanah Katajek, yang pada akhirnya Pemkab Jember memberikan hak tanahnya kembali kepada masyarakat.
Syafa’ sekarang bertinggal di Perumahan Pondok Gede Kav. 2 Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates Jember. Syafa’ merasakan banyak suka duka dalam mengarungi hidup. “Namun menurut saya, semua itu adalah proses hidup yang harus dijalani, dan hikmahnya banyak sekali dirasakan saat ini. Pengalaman hidup akan membuat kita menyadari bahwa kita hanya merencanakan dan terus berbuat (ikhtiar), tapi yang menentukan hidup kita adalah tuhan yang maha kuasa. Untuk itu teruslah berbuat dan jangan lupa berdo'a.”, tukasnya menceritakan pahit getir dan pengalaman hidupnya.
Hingga pada tahun 2009, Syafa’ pun menguti tes CPNS namun tidak berhasil. Setelah itu, pada tahun 2010 Syafa’ mengikuti tes CPNS yang ke dua dengan formasi yang sama di Lumajang, dengan membuahkan hasil yang menggembirakan, yaitu sebagai peserta yang lolos dan menjadi Staf Kesejahteraan Rakyat di Dinas Kesra Kabupaten Lumajang.
Bekerja kurang lebih selama 3 tahun di Kabupaten Lumajang memutuskan dirinya untuk mengajukan mutasi ke Kabupaten Jember. Hal ini dia lakukan lantaran rumah tempat tinggal dan keluarganya juga ada di Jember. Akhirnya, Syafa’ pun menjadi ASN di Pemkab Jember.
Apa tantangan alumni Syariah tersebut saat mengabdi Pemkab Jember, “Tantangan terberat bagi kami di birokrasi adalah bagaimana kita memberikan warna lain bagi kehidupan birokrasi kita. Sebagai alumni perguruan tinggi yang berlabel Agama tentunya kita tertantang untuk terus berbuat yang selama ini sangat minim sekali bagi lulusan sekolah yang berlebel agama. Komitmen dan loyalitas terhadap pekerjaan itulah yang menjadi modal kita untuk tetap menjadi warna yang berbeda tentunya warna yang baik”, tuturnya.
Pada sisi lain, Syafa’ sangat terkesan dengan Fakultas Syariah IAIN Jember. “Banyak kesan indah selama menjadi mahasiswa di Fakultas Syariah IAIN Jember. Sebagai mahasiswa angkatan ke dua yang sifatnya kami sebagai angkatan perintis, menjadikan saya untuk lebih semangat beproses untuk mendewasakan diri, pengembangan diri, dan pencarian jati diri yang nantinya akan dibawa ke tengah-tengah masyarakat ”, ujar Syafa’ bangga dengan almamaternya.
Syafa’ berpesan kepada mahasiswa Fakultas Syariah, "Janganlah merasa besar di kandangnya sendiri. Artinya kita harus mulai sejak dini belajar mencari teman sebanyak-banyaknya apapun profesinya, siapapun orangnya dan kita rawat dengan baik pertemanan itu, bukan hanya sekedar kenal biasa. Dan jangan lupa teruslah berdoa kepada Allah dan meminta ridho orang tua karena doa orang tua itu sangat mustajab bagi kehidupan kita di saat sekarang, dan di masa yang akan datang. Saya rasakan sendiri dahsyatnya dan keajaiban doa orang tua ketika masih kuliah hingga lulus dan terjun masyarakat. Saya yakin itu semua berkat doa dari orang tua dan atas izin Allah”, ungkap Syafa’ rendah hati.
Reporter : Yazidul Fawaid
Editor : M. Irwan Z.




