Orientasi dan Penguatan Akreditasi Fakultas Syariah IAIN Jember
DR. KH. AMIR MALIKI: AKREDITASI PRODI PTKIN HARUS “A”
Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) oleh pihak eksternal. Akreditasi merupakan upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan perguruan tinggi berdaya saing tinggi dan sesuai kebutuhan kerja.
Setelah melaksanakan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam (HPI) pada tahun ini, maka pada Selasa, 30 Juli 2019, Fakultas Syariah melaksanakan kegiatan Penguatan Akreditasi. Acara ini dikemas dengan tema “Orientasi dan Penguatan Akreditasi Fakultas Syariah dan Launching Akreditasi Center’. Acara yang digelar di gedung VIP Lantai II Fakultas Syariah IAIN Jember ini dihadiri oleh Dr. Amir Maliki Abitolkha, M.A, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga Asesor Senior BAN-PT.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I dengan adanya Launching Akreditasi Center ini meminta kepada civitas akademika untuk memaksimalkan kinerjanya. Slogannya: “Bekerja dengan luar biasa untuk mendapatkan hasil yang luar biasa”.
“Akreditasi Center ini sebagai bentuk mempersiapkan akreditasi Fakultas Syariah agar semua program studi mendapatkan nilai A, karena akreditasi merupakan jantungnya suatu program studi. Nah, untuk menuju ke sana, maka Fakultas Syariah hari ini melaunching Akreditasi Center dalam rangka mempersipakan akreditasi tahun 2022 dan 2023 nanti. Saya harap, nilai akreditasi untuk semua prodi A semua pada empat tahun ke depan,” kata Prof. Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.
Sementara itu, dalam orientasinya, Kyai Amir Maliki (begitu beliau disapa) mengapresiasi dengan dilaunchingnya Akreditasi Center. Menurut Kiai Amir, Perguruan Tinggi Negeri malu kalau dapat nilai B. “Kalau B, itu biasa bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Makanya, nilainya harus A.”, pungkas Kiai Amir yang juga Ketua IKA PMII (Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Jombang Jawa Timur.
Lebih lanjut, Kiai Amir memberikan banyak trik dan strategi agar IAIN Jember mendapatkan Akreditasi A. “Kedepan persiapan untuk menjadi sebuah Universitas Islam Negeri Jember, maka persiapan akreditasi harus semakin baik. Selain itu juga, alokasi anggaran untuk akreditasi juga harus diperbesar. Di tempat kami (UIN Sunan Ampel Surabaya), setiap prodi, alokasi anggarannya 100 juta. Dan yang penting lagi, mempersiapkan kebutuhan akreditasi dengan 9 standar lebih dini dan sebaik mungkin”, ujar Kiai Amir.
Kiai Amir juga mendorong untuk studi banding dengan prodi yang akreditasinya A. “Agar supaya akreditasi mendapatkan nilai yang baik maka harus sering-sering piknik (studi banding) ke kampus-kampus yang telah mendapatkan akreditasi A. Secara jujur, saya mengapresiasi dengan dilaunchingnya Akreditasi Center di Fakultas Syariah sebagai bentuk keseriusan dan menganggap penting akreditasi,” sambung Dr. KH. Amir Maliki Abitolhah yang juga alumni Pondok Pesantren Gontor dan Tebuireng.
Acara Orientasi dan Penguatan akreditasi dihadiri oleh 80 orang. Tidak hanya utusan dari Fakultas Syariah, namun juga utusan dari Fakultas dan lembaga lain seperti FEBI, FTIK, FUAH, TIPD dan Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Jember. Besar harapan kegiatan Orientasi dan Penguatan Akreditasi Fakultas Syariah dan Launching Akreditasi Center dapat menjadi bekal yang baik agar semua prodi di IAIN Jember khususnya Fakultas Syariah mendapatkan nilai A. (Media Center-FS/Basuki Kurniawan)




