PERBANKAN SYARIAH SEJAJAR DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL DI INDONESIA
Fakultas Syariah IAIN Jember mengadakan Seminar Nasional yang bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri. Acara yang berlangsung pada hari Kamis 12/12 berlangsung meriah, dengan animo Mahasiswa yang begitu antusias mengikuti sejak awal acara hingga acara selesai. Bukan tanpa alasan acara ini terselenggara dengan begitu meriah, mulai dari tema hingga pemateri menjadi daya tarik tersendiri dalam terciptanya acara yang meriah ini.
Seminar ini dihadiri oleh dua pemateri, yang pertama yakni Saptono Budi Satryo, L.c., M.Si. selaku Head of Sharia Complience Bank Syariah Mandiri dan pemateri kedua adalah Prof. Dr. M.N. Harisudin, M.Fil.I. selaku dekan Fakultas Syariah dan dimoderatori oleh seorang dosen dari Fakultas Syariah bernama Moh. Ali Syaifudin Z, S.E.I., M.M.
Tema yang diangkat dalam Seminar Nasional kali ini merupakan tema yang akhir-akhir ini menjadi bahan diskusi bersama yakni “Menuju Sistem Ekonomi dan Perbankan yang Berorientasi Kemaslahatan”. Tema yang diangkat merupakan jawaban atas isu yang berkembang dalam masyarakat tentang perbankan syariah, mulai dari anggapan bahwa bank syariah dan konvensional sama saja dan lainnya. Besar harapan seminar ini berimplikasi pada kesadaran ataupun meluruskan pemahaman audien terhadap perbankan berbasis syariah.
Seminar ini mengupas tuntas tentang perbankan syariah. Dalam hal akad, sistem, produk dan sebagainya secara umum. Moderator juga mengungkapkan cita-citanya agar audien dalam acara ini menumbuhkan semangat untuk berhijrah atau memualafkan rekeningnya, serta Mahasiswa yang mengikuti acara ini dapat menularkan ilmunya terlebih kepada Masyarakat yang masih memiliki stigma bahwa bank syariah dan konvensional adalah bank yang sama saja.
Saptono Budi Satryo berpesan agar acara seperti seminar ini harus sering dilakukan oleh pihak lembaga (baca: Fakultas Syariah IAIN Jember) agar Mahasiswa mendapat ilmu yang lebih luas lagi dan tidak hanya berpaku pada materi yang ada pada bangku perkuliahan. “Harapan saya untuk Mahasiswa IAIN agar lebih aktif belajar , jangan hanya berpaku pada diktat kuliah karena pengetahuan itu ada dimana-mana, supaya kita ini memiliki nilai lebih yang orang lain tidak punya” ujarnya.
Prof. Haris sapaan akrabnya juga selaras dengan Saptono Budi Satryo agar mahasiswa lebih giat lagi belajar untuk menambah khazanah pengetahuan. Prof. Haris juga menambahkan bahwa dengan adanya seminar ini audien akan lebih banyak mengetahui tentang sistem dari perbankan syariah. Menariknya pada saat mengisi acara ini, Prof. Haris mengklaim bahwa dirinya adalah sebagai salah satu nasabah Bank Syariah Mandiri, beliau bercerita ketika berada di Sydney bahwa beliau ragu akan adanya mesin ATM Bank Syariah Mandiri disana, namun semunya terbantahkan ketika ATM itu ditemukan dan beliau bisa menarik uangnya. Sontak gelak-tawa audien bahkan para tamu undangan yang hadir juga ikut tertawa akan cerita yang disampaikan Prof. Haris tersebut.
Moderator berkesimpulan bahwa, seminar ini sebagai ajang menambah ilmu bagi audien khususnya Mahasiswa tentang pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah. Faktor tingkat pengetahuan Masyarakat tentang perbankan syariah merupakan salah satu penentu utama dalam perkembangan perbankan syariah, dengan memberikan pemahaman bahwa lembaga keuangan konvensional tidak sama dengan bank syariah. Maka, kemajuan perbankan syariah bisa dicapai, perlulah dukungan dari semua pihak agar cita-cita tersebut tercapai (Media Center/ Nury Khoiril Jamil)




