RONI FRAKTA, ALUMNI SYARIAH PERTAMA YANG MENJADI PIMPINAN BANK MANDIRI SYARIAH
Halo Sahabat Syariah, kali ini tim Media Center Fakultas Syariah akan menyajikan ulasan salah satu profil alumni hebat yang pada saat ini menjabat menjadi Pimpinan Bank Mandiri Syariah Surabaya lho. Nah, siapa dia?
Ia bernama Roni Frakta Fidiantoro, S.H.I, salah satu alumni Fakultas Syariah pada tahun 2004. Roni lahir di Jember 12 Juni 1981 dari pasangan suami istri Bapak Sutirto dan Ibu Endang Widayanti. Kedua orang tua Roni ini adalah seorang wirausaha di bidang jasa perias pengantin dan fotografer. Bagaimana perjalanan kisah hidupnya sebelum menjadi Pimpinan Bank Mandiri Syariah? Mari kita simak ya.
Sebelum kuliah di STAIN Jember (sekarang berubah menjadi IAIN Jember) ia dihadapkan dalam 2 pilihan kampus Negeri, yaitu yang pertama ia lulus tes ujian di Universitas Negeri Jember dan juga lulus tes ujian masuk STAIN Jember. Namun, setelah ia berdiskusi dengan kedua orang tua, guru agama, dan melakukan istikharah akhirnya ia memantapkan diri untuk masuk di STAIN Jember. Lebih tepatnya Program Studi Ahwal Syaksiyah Fakultas Syariah pada tahun 2000.
Selama menjadi mahasiswa STAIN Jember, ia terbilang cukup aktif dalam rekam jejaknya mengikuti organisasi. Mulai dari organisasi intra kampus hingga ekstra kampus. Di antaranya organisasi intra yang pernah ia ikuti adalah Komunitas Seni (KOMSI) dan organisasi extra nya adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Suka duka menjadi mahasiswa STAIN Jember juga disampaikan oleh nya. Ia mengaku bersyukur bisa kuliah di tempat banyak lulusan pesantren dan dukanya ia sempat minder dengan teman-teman lain yang dari pesantren karena latar belakangnya yang berasal dari sekolah umum.
“Alhamdulillah, saya bisa berkuliah di tempat yang banyak lulusan pesantren. Jadi, saya bisa serap ilmu pesantren dari teman-teman di kampus dan pada saat tinggal di kos-kosan juga satu kos dengan anak pesantren, dukanya karena saya lulusan sekolah umum jadi saat awal masuk IAIN agak minder dengan teman-teman yang dari pesantren. Namun dengan semangat dan doa orang tua Alhamdulillah saya bisa.”, terangnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan selama menjadi mahasiswa ia mendapatkan beasiswa prestasi. Setelah lulus dari STAIN Jember pada tahun 2004, dan sudah berbekal ilmu Hukum Islam ia bisa masuk dan diterima di Mandiri Syariah. Walaupun masih harus meng-update pengetahuan tentang hukum ekonomi syariah. Pada saat itu, Roni menjabat sebagai Kepala Segmen Manager. Ia bersyukur, Allah memudahkan langkahnya untuk berkarir.
Pada tahun 2008, ia ditugaskan sebagai Pimpinan Bank Mandiri Syariah di Kota Batam sebelum akhirnya dimutasi ke Kota Surabaya pada tahun 2019 sampai saat sekarang ini. Sewaktu di Batam, ia masuk dalam Organisasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan diberi amanah sebagai ketua takmir masjid.
Roni, yang saat ini berdomisili di Surabaya tepatnya di Perum Gunung Anyar III B No 30 Surabaya ini mengaku memiliki tantangan selama menjadi Pimpinan Bank Mandiri Syariah. “Pertama Bank Syariah di Indonesia tidak hanya kami Mandiri Syariah saja, banyak beberapa bank-bank Syariah lainnya yang terus menjadikan semangat bagi kami untuk terus mengembangkan hal-hal baru, baik di sistem atau pun pelayanan kepada nasabah. Kedua lebih luas lagi adalah bank konvensional yang saat ini masih mendominasi market share perekonomian di Indonesia. Jadi kami Bank Syariah khususnya Mandiri Syariah terus berjuang untuk menjadikan Bank Syariah atau Lembaga Keuangan Syariah yang menguasai market share perekonomian di Indonesia. Karena jika perekonomian Syariah menguasai negara kita insyaallah kita tidak khawatir lagi akan inflasi, ketimpangan kesejahteraan, dan lain-lain. Karena kita sudah menjalankan ekonomi yang sesuai syariat dan tuntunan Al-Qur’an dan al-Hadits.”, ujarnya penuh semangat.
Roni melanjutkan tantangan berikutnya, “Ketiga alhamdulillah kita Bank Syariah memiliki motivasi dan semangat tersendiri dalam jiwa kami bahwa selain kita bekerja untuk meningkatkan taraf hidup kita dan keluarga, selain itu juga kita bekerja untuk berdakwah kepada masyarakat dengan menghijrahkan dari ekonomi konvensional berbasis riba ke ekonomi Syariah yang sesuai Alquran dan Hadits yang insyaallah diridhoi Allah Swt”, ungkapnya.
Apa pesan dan motivasi Roni kepada khususnya mahasiswa Fakultas Syariah, “Kesadaran akan hidup sesuai syar’i masyarakat Indonesia saat ini sangat besar. Baik itu dari mulai berhijab sesuai syar’i, bersikap atau berperilaku sesuai syar’i dan berekonomi sesuai syar’i. Ini merupakan peluang besar untuk mahasiswa Fakultas Syariah bahwa keilmuannya akan lebih mudah diterima di masyarakat pada umumnya dan dibutuhkan di lembaga-lembaga Negara yang membutuhkan tenaga-tenaga yang notabennya membidangi Hukum Islam. Jadi bersungguh-sungguhlah untuk belajar dan mengembangkan diri akan Hukum Islam di Fakultas Syariah karena ketika anda lulus dan bekerja, maka pekerjaan anda adalah Sajadah Panjang Ibadah anda kepada Allah Swt”, ungkapnya dengan rendah hati.
Reporter: Dewi Nur Sinta
Editor : M. A. Rauf




