syariah@uinkhas.ac.id -

SELAIN DISKUSI ONLINE, EMPATI PADA KORBAN TERDAMPAK COVID-19 JUGA PENTING

Home >Berita >SELAIN DISKUSI ONLINE, EMPATI PADA KORBAN TERDAMPAK COVID-19 JUGA PENTING
Diposting : Jumat, 03 Apr 2020, 13:56:20 | Dilihat : 866 kali
SELAIN DISKUSI ONLINE, EMPATI PADA KORBAN TERDAMPAK COVID-19 JUGA PENTING


Fakultas Syariah-Meski kondisi Pandemi Covid-19, kegiatan dan aktivitas akademik intelektual tetap dilakukan di kampus. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil. I, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember dalam wawancara via online oleh Media Center. Menurut Prof. Kiai Haris, selain pembelajaran akademik di kelas tetap dapat dilakukan dengan daring, kegiatan akademik intelektual semisal diskusi dan seminar juga bisa dilakukan secara online.

“Salah satu hikmah wabah ini adalah kita diajak berfikir. Dan tetap menggerakkan kegiatan kampus secara online.  Mahasiswa bisa dengan dosen mengadakan diskusi Online via instagram, facebook, zoom meeting, timelink atau yang lain. Jadi, jangan berhenti. Apalagi jika sifat diskusi terbuka untuk umum karena itu bagian dari mencerahkan masyarakat luas”, jelas Prof Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN Seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, sejak dua minggu yang lalu, banyak kampus tutup karena antisipasi mewabahnya virus covid-19 yang semakian tidak terkendali. Pembelajaran pun dialihkan ke Online sejak 16 Maret 2020, meski sebagian mahasiswa banyak yang merasa ‘keberatan’ karena justru makin banyak tugas dari dosen. Belum lagi karena sinyal yang sulit, kuota internet habis, tidak bisa ke perpustakaan, dan sebagainya.

Seharusnya, lanjut Prof Kiai Haris, tenaga pendidik “menurunkan” standard pembelajaran karena keadaan darurat. “Kalau bahasa agama, kondisi ini namanya rukhsah (dispensasi). Kondisi kondisi normal namanya azimah. Kalau menurut saya, selain pakai daring, di saat darurat seperti ini, semestinya dosen juga ‘menurunkan’ SOP pembelajarannya. Agar mahasiswa kita tidak lebih sibuk dalam kuliah Online, sehingga mereka menjadi lupa, abai atau bahkan tidak bisa membantu orang tua atau masyarakat terdampak Covid-19”, pungkas Prof Haris yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia.

Selain kuliah dan diskusi Online, prioritas kegiatan lain perlu dilakukan. Yaitu empati pada korban terdampak langsung covid-19. “Kita kan punya lima core values. Salah satunya adalah respect. Yaitu menghargai dan peduli pada sesama. Di saat wabah seperti ini, kita curahkan waktu dan tenaga kita untuk membantu dan peduli pada sesama terdampak Covid-19. Misalnya tukang becak, ojek online, pedagang kaki lima, pedagang bakso, tukang bangunan, dan sebagainya”, ujar Guru Besar Ushul Fiqh yang juga penggagas Majlis Khataman al-Qur’an Online tersebut sejak dua minggu terakhir.

Menurut Prof Kiai Haris, ini sangat penting. Warga kampus harus memiliki kepedulian terhadap itu. Donasi bisa digalakkan. Atau langsung memberikan keperluan sehari-hari. Karena menurut Prof Haris, Mereka kerja sehari untuk hari itu. “Tidak bisa disamakan dengan yang kerja bulanan. Kalau mereka sehari kerja untuk hari itu. Makanya, mari kita ramai-ramai  bantu mereka yang bekerja harian tersebut”, ajak Prof. Haris yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan AZKA Al-Baitul Amien Jember tersebut.

 

Reporter: M. Irwan Z.

Editor     : Moh. Abd. Rauf

Berita Terbaru

Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah
PUSHAGA Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Bagi Takjil dan Sosialisasi PMB di Alun-Alun Jember
13 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;