syariah@uinkhas.ac.id -

SHOLIKUL HUDA, DARI IAIN JEMBER KE JAWA POS

Home >Berita >SHOLIKUL HUDA, DARI IAIN JEMBER KE JAWA POS
Diposting : Senin, 13 Apr 2020, 16:36:30 | Dilihat : 931 kali
SHOLIKUL HUDA, DARI IAIN JEMBER KE JAWA POS


Sahabat Media Center Fakultas Syariah, di tengah wabah pandemi Covid-19 atau yang dikenal dengan Virus Corona, hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk bertemu ke salah satu alumni kita lagi lho, tentunya alumni Fakultas Syariah IAIN Jember, hehe.

Dia bernama Sholikul Huda. Salah satu alumni angkatan tahun 2012. Lahir di kota Jember. Putra dari pasangan yang sederhana Suhairi dan Siti Nurhasanah, ini lahir pada 12 Juli 1987. Sholikul Huda, pria yang biasa disapa dengan sebutan Cak Huda ini sangatlah hidup sederhana. Berkat keberanian, kegigihan dan keuletannya dia sekarang menjadi seorang jurnalis di Jawa Pos Radar Ijen. Dengan profesinya itu dia sudah melalangbuana di tiga kabupaten. Tiga daerah itu adalah wilayah sebaran Jawa Pos Radar Jember. Meliputi Jember, Lumajang dan Bondowoso. Keren sekali kan?

Cak Huda sekarang bertinggal di Kabupaten Bondowoso, Pria yang mempersunting Annisa Suci Ramadhan pada 10 April 2015 ini, mengambil Prodi Al Ahwal Asy-Syahkhsiyah (AS), Jurusan Syariah IAIN Jember (saat itu masih STAIN Jember). Cak Huda mengaku tidak terlintas sama sekali kalau ia nantinya akan menjadi seorang Jurnalis. Namun berkat prosesnya selama kuliah, semua itu bisa dihadapi dengan mudah.

Ketika melakukan sesi wawancara untuk bergabung ke Jawa Pos Radar Jember, pria yang menyukai film Dragon Ball ini, mempresentasikan hasil penelitiannya yang dilakukan sebelumnya disaat mengikuti kegiatan Riset Kolektif Mahasiswa (RKM) di Kampus IAIN Jember kala itu. Berkat kehebatannya, kelompok dari Cak Huda ini masuk sebagai kelompok 10 besar terbaik. wahh.

Penelitiannya dia lakukan di Dusun Ungkalan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Objek penelitiannya tentang Ruislag atau tukar guling tanah. Dusun ini terletak di tengah hutan. Tepatnya di tengah lahan Perhutani. Sehingga tanahnya tidak ada yang bersertifikat. Namun disana ada sekolah SD Negeri dan bangunan rumahnya tergolong bagus-bagus. “Kami meneliti selama tujuh hari disana, tentang semangat masyarakat dan usaha masyarakat untuk tukar guling.” ungkapnya. Tidak dibayangkan lho, ternyata pengalamannya yang mengikuti penelitian itulah yang membuatnya terpilih satu dari tiga wartawan Radar Jember dalam seleksi yang diikutinya pada akhir 2012 tahun lalu.

Untuk mendapatkan pekerjaan yang luar biasa ini, Cak Huda sudah melatih dirinya dengan aktif berorganisasi. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah tempat kelahirannya yaitu Desa Kesilir-Wuluhan-Jember. Saat itu dia aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ranting Kesilir. hingga pada jenjang SLTA yaitu di MA Ma’arif Ambulu, ia pun menjadi pengurus Komisariat IPNU, hebat kan hehe.

Namun lebih jauh, ketika menapaki dibangku perkuliahan, ia tetap aktif di berbagai organisasi, yaitu organisasi intra kampus. Seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi Al Ahwal Asy-Syakhsiyyah (HMPS-AS), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah, hingga menjadi Ketua Senat Mahasiswa IAIN Jember. Sembari aktif di organisasi intra kampus, pada saat itu juga dia aktif sebagai pengurus Rayon Syariah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAIN Jember (sekarang: IAIN Jember). Di PMII, Cak Huda sempat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Kencong, serta Pelantihan Kader Lanjut (PKL) di Jepara.

Dia menilai bahwa proses pembelajaran di dalam kelas selama mengikuti perkuliahan, ilmu yang didapat hanya 50 %. Sedangkan 50 % lainnya adalah melalui interaksi sosial. “Di luar kita banyak juga ilmu yang bisa kita dapat, contohnya bagaimana cara untuk membangun komunikasi yang baik dengan para mahasiswa, dosen dan pimpinan kampus termasuk masyarakat luas. Untuk memperkuat hal tersebut, saya memutuskan untuk berorganisasi,” jelasnya.

Pria yang pernah menjadi Komandan Corp Brigade Pembangunan (CBP) PC IPNU Kabupaten Jember ini juga sering kali mengikuti beberapa penelitian. Misalnya di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo. Ia pernah melakukan penelitian tentang perjuangan masyarakat bersama Serikat Tani Independen (SEKTI) Jember. Saat itu, dikomando langsung oleh seorang advokat bernama Jarmoko, SH.

Dengan berbagai pengalaman itulah, dia sekarang bisa menjadi seorang jurnalis profesional di Jawa Pos Radar Ijen. Tak cukup dengan alur tentang riwayat organisasinya, dia pun mengungkapkan rasa bangganya bisa kuliah dan lulus sebagai alumni di IAIN Jember, Menurutnya, banyak keunggulan di IAIN Jember. Semua teori itu telah dirasakan ketika dia menjadi seorang jurnalis. “Di IAIN, ilmu agamanya OK, dan ilmu hukumnya diberikan secara luas,” jelasnya dengan bangga.

 

Reporter           : Edi Supriyanto

Editor               : Irwan. Z

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;