syariah@uinkhas.ac.id -

Zainal Abidin: Dari Lawyer Hingga Sekretaris APSI Jawa Timur

Home >Berita >Zainal Abidin: Dari Lawyer Hingga Sekretaris APSI Jawa Timur
Diposting : Jumat, 07 Feb 2020, 11:12:40 | Dilihat : 2007 kali
Zainal Abidin: Dari Lawyer Hingga Sekretaris APSI Jawa Timur


Postingan kali ini, akan sedikit berbeda dengan postingan sebelum-sebelumnya. Ya, kali ini tim media center akan menceritakan sebuah kisah seorang Alumni yang sekarang sukses di dunia praktisi Hukum. Zainal Abidin namanya atau akrabnya Mas Abi (panggilan kesayangan Dekan Fakultas Syariah). Seorang Mahasiswa Fakultas Syariah pada tahun 2007, yang menempuh pendidikan sama seperti mahasiswa pada umumnya di Fakultas Syariah IAIN Jember. Beliau lulus pada tahun 2011 dengan gelar S.H.I sehingga menjadi Zainal Abidin, S.H.I.

Pada tahun 2012 Mas Abi mulai mencari jati diri dengan menempuh pendidikan Advokat. Sekelumit perjuangannya selama menempuh pendidikan, hingga pada tahun 2014 beliau disumpah untuk menjadi seorang advokat di Pengadilan Tinggi Negeri Surabaya. Mas Abi, kini tak asing namanya di kancah penanganan kasus ataupun di dunia peradilan. kiprahnya yang matang berkat pesan dan arahan guru-guru beliau yang selalu memberikan support serta petuah-petuah dalam setiap pengambilan keputusannya.

Mas Abi bercerita bahwa, semasa beliau bersekolah maupun kuliah tidak pernah melupakan guru-guru yang selalu mendampinginya dalam proses belajarnya. Tak luput juga orang tua yang tiap detiknya berdoa untuk mas Abi agar menjadi seseorang yang hebat dan bermanfaat.

Kini, Mas Abi sudah menjadi Alumni. Kiprahnya tak bisa diremehkan lagi, Meja hijau dengan baju toga hitam adalah ciri khasnya dan case adalah makanan sehari-hari mas Abi. Suatu kebanggaan bagi IAIN Jember pada umumnya dan Fakultas Syariah pada khususnya yang memiliki seorang Alumni yang sangat inspiratif.

Sekali lagi ditekankan bahwa, Mas Abi selalu meminta saran kepada orang tua dan para guru dalam pengambilan keputusannya. Hal tersebut yang selalu tertananam di lubuk hati mas Abi. Pencapaian saat ini dianggapnya adalah barokah dari orang tua dan guru-guru yang selalu membimbingnya.

Seorang Abi merintis karirnya di dunia lawyer melalui lembaga APSI. Yakni, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia, yang mana lembaga tersebut adalah lembaga yang mewadahi Pengacara maupun calon pengacara yang berasal dari Fakultas Syariah khususnya.

Bercerita tentang APSI, Mas Abi menyampaikan bahwa APSI lahir sebagai seruan moral atau bentuk protes dari para lulusan Fakultas Syariah yang ingin berkiprah di dunia keadvokatan. Kegelisahan ini muncul karena pada tahun 2003 akan disahkannya UU Advokat (baca: UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat). Menjadi polemik, ketika UU tersebut hanya mencantumkan bahwa yang bisa menjadi pengacara adalah alumni Fakultas Hukum. Kemudian, para alumni Fakultas Syariah ketika itu berkumpul di Senayan untuk menyampaikan keberatannya, dengan redaksi yang demikian akan membuat Fakultas Syariah terdiskriminasi profesi. “Hal itu dilakukan agar tidak ada perbedaan antara Fakultas Hukum dan Fakultas Syariah” ungkapnya.

Bersamaan dengan hal tersebut lahirlah sebuah organisasi Advokat yakni APSI atau Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia, tepatnya pada 13 Februari 2003 yang dideklarasikan di Semarang. APSI merupakan sebuah lembaga keadvokatan yang mayoritas Alumninya berasal dari Fakultas Syariah.  Diharapkan dengan adanya APSI bisa memberikan wadah kepada para alumni Fakultas Syariah yang ingin berkecimpung di dunia keadvokatan. “Sejak berdirinya tahun 2003, kemudian tersebarlah APSI di seluruh wilayah Indonesia mulai dari kepengurusan Pusat, Wilayah hingga Cabang” tambahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, APSI terus berkembang dan memiliki banyak cabang di tiap provinsi. Khususnya Jawa Timur terdapat 17 cabang DPC APSI. "Kami akan terus lebarkan di wilayah-wilayah lain untuk DPC APSI" ujarnya.

Tahun 2016 adalah tahun bersejarah bagi APSI, pada tahun itu terbentuklah DPC APSI yang berada di Jember dan yang membanggakan adalah lahir dari rahim Fakultas Syariah itu sendiri. Mas Abi selaku Alumni tentu sangat bangga akan dukungan Fakultas Syariah dengan langkah untuk mewadahi para Alumni yang ingin berkecimpung dalam ranah praktisi hukum.

DPC APSI Jember pada saat itu dinahkodai oleh Ali Mansur dan Mas Abi adalah sekretarisnya. Singkat cerita, ketika Ali Mansur terpilih menjadi anggota dewan, maka beliau harus mundur. Kemudian, mundurnya Ali Mansur tepatnya pada tahun 2019, terpilihlah Mas Abi sebagai Ketua DPC APSI Jember. Pada 31 Januari sampai 2 Februari 2020 diadakan Musyarawah APSI Wilayah Jawa Timur, lagi-lagi Mas Abi menorehkan prestasi dan membanggakan Fakultas Syariah IAIN Jember. Beliau diangkat menjadi Sekretaris DPW APSI Jawa Timur pada acara tersebut.

Perlu diketahui bahwa, Fakultas Syariah memiliki beberapa wadah untuk Alumni Fakultas Syariah yang ingin berkiprah menjadi Praktisi Hukum, 1. LKBHI IAIN Jember 2. DPC APSI Jember. Keduanya adalah lembaga yang mewadahi para Alumni, sehingga bermunculanlah para praktisi hukum melalui dua lembaga tersebut. Hal tersebut bisa dicapai karena dukungan penuh yang diberikan oleh Fakultas Syariah. “Dua lembaga ini adalah lembaga pemberdayaan alumni, yang saya kira belum tentu fakultas lain memiliki program seperti ini” ungkapnya.

"Kurikulum yang ada di PPPA APSI mengedapankan dunia praktik, jadi modelnnya teknik penyelesaian dan yang paling utama lagi adalah ada materi teknik pembuatan LO" ungkapnya. Menarik, untuk para calon Advokat yang mengikuti PPPA di DPC APSI Jember diajarkan bagaimana cara membuat Legal Opinion (LO). Tidak dapat dipungkiri jika DPC APSI Jember dikagumi oleh DPW APSI hingga DPP APSI.

Acara palatihan atau PPPA (Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat) dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memang bertujuan untuk melahirkan Advokat yang handal dan profesional dalam menangani perkara. Dengan mengedepankan Praktik ketika pelatihan tentu akan memberikan stimulus lebih terhadap peserta. "Saya rasa dibangku kuliah Mahasiswa sudah kenyang dengan Teori" tambahnya.

Mas Abi berharap untuk para Alumni maupun yang masih berstatus Mahasiswa,  agar terus belajar dengan giat dan yanh terpenting adalah jangan sampai putus sanad dengan guru. Karena Barokah itu berbeda dengan pencapaian di atas kertas. "Jadi barokah ilmu dari guru yang utamakan" ungkapnya dengan penuh semangat.

“Pesan saya untuk Mahasiswa yang mahasiswa aktif, yang pertama adalah hormat kepada guru. Yang kedua jadilah seorang Yuris (Ahli Hukum) agar nanti keilmuanmu barokah dan berguna. Yang ketiga ikutilah PPPA angkatan II ini, sebagai pintu untuk kalian membuka karir khusus yang baru lulus” ungkapnya. (Nury Khoiril Jamil/ Media Center)

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;