AHMAD ZAINI; LANJUT S2 DENGAN JUAL BAKSO HINGGA MANAGER TOKO DI YOGYAKARTA
Hai sahabat syariah. Bagaimana kabarnya? Kembali lagi bersama kami untuk membahas salah satu profil alumni syariah yang juga tidak kalah menginspirasi lho. Yuk langsung saja simak bagaimana perjalanan hidupnya.
Tepat pada tanggal 20 April 1996 di Kota Selinting Tembakau yaitu Kabupaten Jember, terlahir buah hati dari pasangan Muhammad Bari dan Zaenami yang diberi nama Ahmad Zaini. Ia tumbuh dari keluarga petani, di mana masa kecilnya hidup dengan penuh kesederhanaan.
Zaini paham, ia berasal dari keluarga yang dapat dikatakan kelas menengah ke bawah sehingga tak tega rasanya meminta dan manja pada orang tua yang telah menaungi sepanjang hidupnya. “Saya berasal dari keluarga yang sederhana, keluarga saya Petani,” ungkapnya ke tim Media Center dalam wawancara via WhatsApp.
Keterbatasan ekonomi tersebut, bagi Zaini rupanya hanya sebuah kerikil yang berhasil ia singkirkan di jalan kesuksesannya. Kini, ia tak hanya berhasil menempuh pendidikannya hingga jenjang S2, Zaini telah menjadi seorang manajer di toko “Masse Group” yang ada di daerah istimewa Yogyakarta.
Perjuangannya ia mulai sejak dini, di mana Zaini berasal dari Jember. Layaknya anak-anak pada umumnya, Zaini menempuh pendidikannya dimulai dari SDN Karangharjo 02 (2002-2008), MTs. Bahrul Ulum (2008-2011), MA. Bahrul Ulum (2011-2014). Di tempat itulah ia juga masuk di Pesantren Bahrul Ulum dari MTs hingga MA.
Zaini yang sudah disirami dengan kaidah-kaidah keislaman yang ia pegang teguh hingga saat ini. Latar kepesantrenannya itulah yang mengantarkan dirinya memilih untuk menjadi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah STAIN Jember (kini IAIN Jember) pada tahun 2014.
“Karena background saya dari pesantren, maka dari itulah saya memlih STAIN Jember. Kampus yang berbasis keislaman.” Tentu saja, tak mudah melanjutkan pendidikan tanpa ada biaya. Hal ini rupanya bukanlah hambatan bagi Zaini.
Tekad dan niat nyatanya mampu menembus tabir kegelapan. Walau Zaini paham betul ia berasal dari keluarga yang kurang mampu, semangat juang untuk mengeruk ilmu di jenjang Perguruan Tinggi akhirnya membuat Zaini memutuskan untuk menjual laptop kesayangannya yang ia baru beli. Hal itu dilakukan demi bisa membayar uang pendaftaran dan biaya semester di awal perkuliahannya.
“Saya masuk STAIN Jember waktu itu, karena keyakinan dan keinginan yang ada dalam diri saya, bahwa saya harus kuliah,” ujar pria 25 tahun itu.
Selama menjalani perkuliahannya, Zaini pun aktif dalam kegiatan berorganisasi, baik Intra dan Ekstra. Zaini pernah menjadi Ketua Bidang Jurnalistik Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (HMPS HK) pada (2016-2017), Ketua Departemen Pendidikan DEMA Fakultas Syariah (2017-2018), Ketua Komisi A Bidang Legislasi SEMA IAIN Jember.
“Di SEMA Institut saya hanya berproses sekitar 2-3 bulan, karena waktu itu saya lanjut di S2 UIN Yogyakarta,” ungkap Zaini.
Tidak hanya itu, organisasi ekstra kampus juga ia dalami. Misalnya dengan menjadi Sekretaris Umum Pengurus Rayon Syariah PMII Komisariat IAIN Jember periode 2017-2018.
Keaktifannya di luar kelas, turut iringi dengan tetap semangat belajar di bangku kuliahnya. Berkat ketekunannya, Zaini termasuk mahasiswa yang selalu mendapatkan beasiswa waktu itu. Di antara beasiswa yang pernah ia dapat mulai dari beasiswa DIPA dari semester 2-4, kemudian beasiswa Pemkab hingga lulus.
“Alhamdulillah, saya terus bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dengan beasiswa itu, saya gunakan sebaik mungkin untuk keperluan perkuliahan,” kata Zaini.
Kendati demikian, di akhir masa perkuliahannya, Zaini sudah mulai belajar untuk menjadi pengusaha. Di waktu malam, ia memilih menjual bakso di depan gedung kampus waktu.
Genap 4 tahun lamanya, Zaini akhirnya bisa menyelesaikan kuliah di STAIN Jember kala itu pada tahun 2018. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti jualan bakso karena akan melanjutkan kuliah S2 nya di UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta.
“Saya berangkat ke Yogyakarta niatnya ada dua. Pertama, untuk melanjutkan kuliah. kedua, saya memang punya niatan untuk bekerja,” tutur Zaini.
Keinginannya untuk lanjut kuliah S2 di Yogyakarta, akhirnya dapat terwujud setelah ia diterima di Fakultas Syariah dan Hukum Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta dengan Prodi Hukum Keluarga pada tahun 2019.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Yogyakarta, Zaini kuliah dengan bekerja. Hal itu sebenarnya sudah lama ia pikirkan. Dengan niat yang mantap, setelah tiga hari memijakkan kaki pertama kalinya di Yogyakarta, ia mendapatkan info lowongan pekerjaan dan langsung melamar ke tempat yang saat ini menjadi ladang penghasilan Zaini.
Zaini bekerja di sebuah tokoh yang menjual bahan sembako, sayuran, dan buah-buahan. Toko tersebut di kenal dengan nama “Masse Group”. Di sanalah kemudian ia berproses, mulai dari pelatihan hingga kini menjadi seorang manajer dalam kurun waktu 1 tahun dan membawahi sekitar 25 orang karyawan. Pengalaman-pengalaman yang Zaini dapatkan di organisasi membawanya untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja waktu itu.
Zaini harus membagi waktu antara tugas kuliah dan bekerja. Tentu saja, manajemen waktu sangat penting baginya agar tidak ada hal-hal yang tertinggal. Memang terkadang akan ada rasa lelah, tetapi Zaini selalu mengingat niatnya di awal untuk hidup mandiri.
Dengan niat yang mantap, Zaini selalu melangkahkan tapak kakinya setiap pagi menuju tempat kerja dan kuliah dengan semangat. Usaha yang dilakukan membuahkan hasil, gaji yang diperoleh Zaini naik secara bertahap. Selain itu, lingkungan kerja yang baik dan bawahan yang dianggap seperti teman sendiri mengantarkan dirinya menuju keberhasilan di tempat kerjanya.
“Alhamdulillah. Saya tidak menyangka saya menduduki jabatan Manajer itu, yang penting saya kerja, saya berproses dan saya mendapatkan hasil berupa uang untuk mencukupi kehidupan saya.” ungkap Zaini tersenyum sembari mengingat proses yang dialaminya hingga saat ini.
Tentu saja, tidak ada jalan yang mulus menuju kesuksesan. Dibarengi dengan kuliah, serta kerjaan membuat beban di pundak Zaini terasa lebih berat. Tugas yang banyak dari dosen sebagai Mahasiswa S2 dan posisinya sebagai Manajer ketika di tempat kerja terkadang membuat dirinya menjadi tidak semangat. Namun, hal itu dapat ditepis olehnya dengan membuat outline kegiatan.
“Habis ini waktu kuliah, habis ini waktu kerja. Setelah selesai bekerja saya harus mengerjakan tugas. Karena itu saya buat outline berisi kegiatan saya, agar waktu tidak saling menghambat antara kuliah, kerja, serta tugas.“ ungkapnya. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi teman-teman mahasiswa yang sedang kuliah sambil bekerja agar dapat mengatur waktu dengan baik.
Tak dapat dipungkiri, menjadi mahasiswa S2 sambil bekerja merupakan hal yang sulit untuk dilakukan di kehidupan nyata. Namun, Zaini yakin dengan restu ke dua orang tuanya, ia bisa melewati itu semua. Selain itu, bagi dirinya bekerja menjadikan dirinya banyak pengalaman dan wawasan baru dalam kehidupan.
“Guru terbaik adalah pengalaman, dan tidak cukup hanya pengalaman. Harus ada pula pengetahuan. Apabila kedua hal tersebut pada saya khususnya dan manusia lain pada umumnya, insyaallah apa yang diharapkan akan tercapai,” tutur Zaini.
Semangat Zaini tidaklah pudar, ia tambah semangat untuk terus mengasah pengetahuannya. Selama menjalani kuliah S2 nya, Zaini aktif dalam forum-forum penting di kampusnya. Seperti menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Forum Mahasiswa Magister (FORMASTER) periode 2019-2020, presentasi pada acara International Colloqium mewakili FORMASTER, presentasi paper dalam acara International Conference di IAIN Jember dan masih banyak lainnya.
Di tengah kesibukannya, akhirnya kini Zaini sudah lulus S2 pada tahun 2020 kemarin. Dirinya mengaku masih mempunyai niatan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Mari sahabat syariah kita doakan bersama semoga terwujud, amin.
“Saya bahagia dan senang menjadi mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember, banyak pengetahuan yang saya peroleh, pengetahuan itu akhirnya bisa menjadi bekal ketika akan melanjutkan studi. Di manapun kita belajar, yang penting adalah niatnya. Buktikan kalau adik-adik semua bisa dan mampu sebagai mahasiswa IAIN Jember,” pesan Zaini ke mahasiswa Fakultas Syariah.
Penulis : Arvina Hafidzah
Editor : M. Irwan Zamroni Ali



