syariah@uinkhas.ac.id -

DEKAN SYARIAH: IBADAH KURBAN HARUS SESUAI ANJURAN AGAMA DAN PEMERINTAH

Home >Berita >DEKAN SYARIAH: IBADAH KURBAN HARUS SESUAI ANJURAN AGAMA DAN PEMERINTAH
Diposting : Minggu, 04 Jul 2021, 13:49:33 | Dilihat : 466 kali
DEKAN SYARIAH: IBADAH KURBAN HARUS SESUAI ANJURAN AGAMA DAN PEMERINTAH


Media Center – Berbagai persiapan tengah dilakukan oleh sebagian umat Islam dalam rangka melaksanakan ibadah kurban di tahun 2021 ini. Oleh karenanya Dekan Fakultas Syariah UIN KH Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil. I mengimbau masyakat agar dalam pelaksanaannya tetap mengikuti aturan pemerintah.

“Kita diarahkan untuk melakukannya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terdekat, atau juga di lingkungan yang lapang sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Ini semua untuk menghindari munculnya klaster baru Covid-19,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Jember itu dalam pelatihan manajemen penyembelihan hewan kurban syar`i di Kantor Urusan Agama (KUA) Kencong, pada Sabtu pagi (3/7).

Acara yang digelar oleh Fakultas Syariah UIN KHAS Jember bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kencong dan Politeknik Negeri Jember, dalam kesempatan tersebut Prof Kiai Harisudin menilai, sebagian masyarakat saat ini masih belum memahami hukum-hukum syariat dan problematikanya terkait ibadah kurban.

“Dalam menyembelih hewan kurban, kita harus melakukannya secara ihsan sehingga tidak menyiksa hewan tersebut. Ini adalah perintah Rasulullah,” tutur Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur.

Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi menjadi penting untuk terus mengedukasi masyarakat, terlebih dengan mengemban amanah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

“Fakultas Syariah UIN KHAS Jember sendiri sudah melakukan pengabdian seperti ini kurang lebih lima tahun lamanya,” tambah Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Penelitian MUI Jawa Timur.

Di samping itu, Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Zainul Hakim, M. H. I menjelaskan, dalam menyembelih hewan kurban, kualitas daging haru benar-benar terjaga, mengingat daging tersebut akan diberikan kepada orang lain.

“Dalam berkurban itu, yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darahnya melainkan nilai ketakwaan kepada-Nya. Kualitas daging harus tetap terjaga untuk diberikan kepada orang lain,” jelas Zainul Hakim.

Di kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Baidlowi, M. H.I menuturkan, jika masih terdapat beberapa problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat berkurban. Misalnya hukum menjual daging kurban atau hukum daging kurban diberikan kepada nom-Muslim dan lainnya.

“Problematika tersebut wajar terjadi, seiring dengan berjalannya dinamika kehidupan ini. Tapi semua persoalan tersebut bisa terjawab karena kehebatan Islam dalam merespon perkembangan zaman,” tukas Baidlowi.

Masih banyak peristiwa yang terjadi di lingkungan masyarakat, saat melaksanakan ibadah kurban justru mengakibatkan kecelakaan. Dengan itu Dosen Politeknik Neger Jember, Ujang Suryadi menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang tidak melalui prosedur secara benar, bisa mengakibatkan bahaya atau kecelakaan.

“Makanya jangan sampai kita beribadah justru mencelakakan orang lain. Seperti keliru dalam merobohkan sapi sehingga hewan tersebut stres dan mengamuk,” jelasnya.

Menurutnya, penyembelihan hewan kurban yang dilakukan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat menghasilkan kualitas daging yang bagus serta bisa dimanajemen dengan baik.

“Kita bisa menaksir umur dan berat hewan kurban, sehingga nantinya ketemu jumlah daging yang dihasilkan. Selain itu, penyembelihan hewan kurban yang stress ditambah metode penyembelihan yang keliru, bisa mempengaruhi kualitas daging,” tutur Ujang.

Di sisi lain, Ketua KUA Kencong Muhammad Ibnu Hajar Maki berharap, acara tersebut dapat mengedukasi masyarakat ketika nantinya akan menyembelih hewan kurban.

“Meski baru pertama kali dilakukan, semoga acara ini bisa bermanfaat, sehingga apa yang disajikan dari hasil penyembelihan hewan kurban betul-betul halal dan sesuai dengan ajaran Islam,” jelas Ibnu Hajar yang juga alumni Fakultas Syariah.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta diwajibkan untuk memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, peserta juga dibatasi dengan 25 orang, terdiri dari segmen tokoh agama, takmir masjid, tukang jagal, dan para pemuda.

 

Reporter: Wildan Rifikil Anwar

Editor: M. Irwan Zamroni

 

Berita Terbaru

Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah
Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terakreditasi, Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027
12 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;