DIAPRESIASI DEKAN SYARIAH, PELANTIKAN LRDC TANCAP GAS SHARING SESSION DENGAN MCC UIN JAKARTA
Media Center – Keinginan Fakultas Syariah IAIN Jember untuk meningkatkan tingkat keilmuan mahasiswanya, terus diupayakan. Salah satunya dengan membentuk komunitas debat hukum atau yang lebih dikenal dengan sebutan Law Research and Debate Community (LRDC). Setiap komunitas yang ada di bawah naungan Fakultas Syariah, diharapkan nantinya dapat menunjang prestasi para mahasiswa.
Setelah sebelumnya menggelar pra rapat kerja (raker) (7/1), komunitas baru tersebut, akhirnya berhasil menggelar pelantikan untuk pertama kalinya pada Sabtu, (9/1). Hadirnya LRDC bagi mahasiswa, memiliki fungsi untuk mengembangkan keilmuan dan penalaran mahasiswa di bidang hukum, sehingga nantinya para mahasiswa mempunyai kemampuan dan daya saing khususnya dalam bidang riset dan debat hukum.
Acara pelantikan yang digelar secara daring itu, diikuti oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I, Wakil Dekan III, Dr. Martoyo, SH, MH dan Kepala Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember, Abdul Jabar, S.H., M.H. Tidak hanya itu, komunitas debat dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia turut menyaksikan acara seremonial tersebut.
Presiden LRDC, Ahmad Zainullah, saat sambutan berharap dukungan dari semua pihak dalam menjalankan roda kepemimpinannya.
“Terima kasih kepada pembina, tamu undangan atas kehadirannya. Demi kemajuan komunitas ini, saya berharap agar terus didukung untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Kepala Laboratorium Fakultas Syariah, Abdul Jabar, S.H., M.H menaruh harapan besar kepada LRDC selaku komunitas yang ada di bawah naungannya.
“Meski di situasi yang sulit, LRDC harus komitmen memberikan yang terbaik, dengan berbagai program kerja yang inovatif, dan menarik,” tuturnya.
Prof. Dr. Harisudin, Dekan Fakultas Syariah menuturkan, dibentuknya komunitas debat tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang luar biasa dalam membantu mencerdaskan dan meningkatkan keterampilan debat dan penelitian mahasiswa di bidang hukum.
“Saya ingin LRDC menjadi wadah pencetak mahasiswa unggul, dan juga membawa nama baik Fakultas Syariah. Selamat berproses dan mengemban amanah selama menjadi pengurus LRDC ini,” tutur Prof. Harisudin dalam sambutannya.
Prof. Haris mengapresiasi LRDC yang baru dibentuk. “Menurut saya, Law Research and Debate Community termasuk luar biasa. Serangkaian acaranya keren; Pra Raker, Pelantikan, Sharing Session dan dilanjut Raker. Apalagi sharing session dengan Moot Court Community Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selamat dan terus melakukan hal yang luar biasa dalam komunitas”, ujar Prof Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.
Di hari yang sama pula, seperti yang disampaikan Dekan Fakultas Syariah, LRDC langsung ‘tancap gas’, dengan mengadakan Sharing Session bersama Moot Court Community (MCC), komunitas debat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Anjas Rinaldi Siregar Ketua MCC dan Lailatul Qadriah Kepala Divisi Debat MCC, menjadi narasumber dalam acara yang bertemakan “By Research and Debate we Thrive” itu. Keduanya memberikan banyak hal seputar tentang debat hukum. Mulai dari kiat-kiat memenangkan lomba debat, strategi debat, vocal suara antara peserta debat, materi yang dipelajari, dan cara menangani blank materi selama lomba debat.
Dalam menjalankan sebuah organisasi, menurut Ketua MCC UIN Jakarta itu, harus selalu siap dan totalitas, agar nantinya organisasi itu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Kita harus melawan rasa malas, memperkuat mental sebagai pondasi utama dan kunci dalam menopang bergeraknya organisasi, serius dan tidak baperan,” ungkap Anjas saat memaparkan materinya.
Menurutnya, dalam menjalankan organisasi pahit manis akan selalu dirasakan. Namun, dengan solidaritas yang tinggi dan dibalut rasa kekeluargaan yang erat, semuanya akan tergantikan dengan hal yang luar biasa.
“Berbagi ilmu tanpa pamrih sebagai bentuk pengabdian, serta ikhlas dalam setiap perbuatan,” tambahnya.
Lailatul Qadriah pemateri yang kedua, menjelaskan berbagai tantangan menjadi seorang ‘debaters’. Menurut Lala, seorang debaters harus memiliki rasa ingin tau serta tidak bosan dalam belajar dan diskusi.
“Seorang ‘debaters’ harus memiliki rasa kemauan yang keras, terus belajar, berdiskusi dan tidak mudah tersinggung,” tuturnya.
Lala sapaan akrabnya menambahkan, dalam sebuah tim debat, harus bekerja sama dengan baik dan satu visi. “Dalam satu tim terdiri dari tiga pembicara. Masing-masing harus saling kerja sama agar argumen yang disampaikan tetap terarah,” jelasnya
Berbagai agenda LRDC telah selesai dilakukan mulai dari rapat pra raker, pelantikan, sharing session hingga rapat kerja yang selesai dilaksanakan pada Minggu (10/1).
Reporter : Endang Agoestian, Balighotul Hikmah
Editor : M. Irwan Zamroni Ali



