DOSEN IAIN HARUS MODERAT
Cirebon, 4 Nopember 2019. Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus moderat. Demikian disampaikan Kiai Muhammad Noor Harisudin, M.Fil.I, Guru Besar IAIN Jember yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur ketika mengisi Short Course Studi Keislaman di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin, 4 Nopember 2019 jam 14.00 Wib sd 16.00 Wib di Aula Senat. Acara yang dihadiri puluhan dosen muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu berlangsung gayeng dan menarik. Dalam kesempatan itu, Kiai Haris menyebut pentingnya mempraktekkan Islam Washatiyah atau Islam moderat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pandangan washatiyah ini, menurut Director of World Moslem Studies Center yang berkedudukan di Bekasi ini, didukung oleh wawasan keislaman yang luas, bukan yang mono- perspektif. "Oleh karena itu, dosen IAIN harus luas wawasan keislamannya, meskipun ia berasal dari Perguruan Tinggi Umum dan mengampu mata kuliah umum, kalau sudah masuk IAIN, harus belajar tentang Islam yang kaya perspektif tersebut", pungkas kiai muda yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia.
Kiai Haris juga menekankan pentingnya kemampuan dosen IAIN Syeikh Nurjati melakukan integrasi keilmuan. "Kalau meminjam Al Ghazali, perguruan tinggi itu levelnya Imanul mutakallimin. Imannya ahli Kalam dan para filosof yang perlu dijelaskan secara sains dan ilmu pengetahuan. Caranya dengan integrasi keilmuan", ujar Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI Seluruh Indonesia. Lebih lanjut, Guru Besar yang sering diundang ke luar negeri itu menjelaskan "Misalnya pemahaman Allahu Akbar yang tidak dilihat dari sisi ilmu gramatikal Arab, namun juga dari Astronomi. Karena dengan ilmu astronomi, akan dapat kita lihat kemahabesaran Allah SWT. yang sesungguhnya. Kalau lafadz Allahu Akbar dilihat secara linguistik, belum terlihat kebesaran Allah yang komprehensif", ujar Kiai Haris sambil menunjukkan secara astronomi jumlah bintang jutaan milyar di angkasa yang itu masih belum seberapa dengan kebesaran Allah SWT.
"Demikian juga keilmuan Islam yang lain yang diintegrasikan dengan ilmu psikologi, sosiologi, biologi, dan sebagainya sehingga utuh dan komprehensip", ujar Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember tersebut. Acara ini merupakan rangkaian Sabbatical Leave yang diselenggarakan oleh Diktis Kemenag RI Tahun 2019. Selama dua Minggu, para guru besar disebar ke seluruh PTKI Indonesia untuk memperkuat kinerja akademik, publikasi, penelitian, pengabdian dan pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri tersebut.
(Sohibul Ulum/Humas NU)




