Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Reuni, Dekan: Alumni Miliki Peran Penting dalam Melakukan Putaran Reflektif
Jember (Fasya Media) – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Temu Alumni Akbar, Sarasehan dan Pelantikan Ikatan Alumni, pada Jumat (13/12/2024). Sebelum berkumpul secara serentak di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember, temu alumni dilaksanakan terlebih dulu di masing-masing fakultas.
Pada pertemuan alumni akbar Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dekan Fakultas Syariah, Dr. Wildani Hefni, M.A., memberikan sambutan pada temu alumni tingkat fakultas dan menyampaikan bahwa sejatinya kampus membutuhkan kritik konstruktif dari berbagai elemen, termasuk dari alumni.
“Alumni memiliki peran penting untuk memberikan masukan konstruktif dan membangun kepada almamater. Kami juga berharap terus bisa bersinergi dalam membangun langkah strategis untuk pemberdayaan alumni”, terang Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dr. Wildani Hefni di aula lantai II Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.
Wildan menegaskan, persepsi orang dalam melihat satu realitas akan berbeda-beda. Umumnya, seseorang dalam memberikan kesimpulan dapat dihinggapi bias kognitif, dengan dua macam penyerta. Yang pertama adalah egocentric hypocrisy, sebuah toxic yang mencerminkan perilaku dan perkataannya justru kontraproduktif.
“Dalam setiap fase kehidupan, penyakit ini akan selalu hinggap yang ditandai kecenderungan untuk terus mengejar kepentingan pribadi. Termasuk dalam menjalankan kepemimpinan, baik itu di kampus, di perkumpulan warga, atau dimanapun”, urai Wildan.
Untuk itu, Wildan menyatakan sebagaimana dalam teori Ladder of Inference yang dikembangkan oleh Peter Senge dan Chris Argyris, dibutuhkan refleksi mendalam untuk bisa menghindari dari toxic tersebut. Dalam dunia kampus misalnya, umpan balik dari alumni sangat dibutuhkan sebagai bagian dari masukan dan kritik.
“Maka, umpan balik dari seluruh stakeholder, sangat kami butuhkan, termasuk feedback dari alumni. Ini bagian dari langkah reflektif untuk mengevaluasi seluruh aspek”, ujar Dekan Wildani Hefni.
Sedangkan penyakit kedua adalah egocentric blindness, suatu kondisi di mana individu sulit untuk melihat perspektif orang lain karena fokus pada pandangan dan kepentingan sendiri.
“Kami senantiasa melakukan refleksi. Apakah pekerjaan yang kami jalani sudah benar atau keliru, sudah tepat atau belum, sudah pas atau belum. Untuk memperkaya perspektif, maka diperlukan masukan dan kritik konstruktif, termasuk dari para alumni”, tegas Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni.
Reuni akbar Fakultas Syariah dihadiri oleh para alumni mulai dari alumni Jurusan Syariah STAIN Jember, Fakultas Syariah IAIN Jember, dan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Hadir pula seluruh pimpinan di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.
Kontributor: Fasya Media



.jpeg)
