GANDENG FAKULTAS SYARIAH UIN MALANG, DEKAN SYARIAH JEMBER: KITA KERJA SAMA SALING MENGUNTUNGKAN
Jember- Media Center. Di tengah pandemi, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Saifullah, SH, M. Hum., berkunjung ke Fakultas Syariah IAIN Jember pada Jumat, 15/10/2020. Selain sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Saifullah sendiri adalah Wakil Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia yang baru dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum pada tanggal 14 Oktober 2020.
Kedatangannya disambut baik oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengadakan kerja sama dalam pengembangan kelembagaan, meliputi bidang pendidikan atau pengajaran, penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“Kita belajar pada Fakultas Syariah UIN Malang dalam hal akreditasi internasional, sarana prasarana yang memadai (perpustakaan fakultas dan laboratorium komputer untuk ujian komprehensif), dan jaringan kerja sama internasional,” pungkas Prof. Harisudin yang juga merupakan Guru Besar termuda di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
“Contoh lain misalnya kerja sama dalam bidang penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), bisa jadi kemudian dosen kita (Fakultas Syariah, read) melakukan pembinaan di UIN Malang, begitu pun sebaliknya, atau bisa melalui program pertukaran mahasiswa,” tambahnya. Prof. Haris berharap kedua lembaga menjadi lebih kuat dan bisa semakin berkualitas dengan adanya kerja sama tersebut, terutama dalam bidang Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam hal ini, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mempunyai beberapa program studi, diantaranya yaitu prodi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara serta Ilmu al-Quran dan Tafsir (IAT). Di sisi lain, Fakultas Syariah IAIN Jember juga mempunyai 4 prodi yang terdiri dari; Hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam.
Dari adanya beberapa Program Studi (Prodi) di masing-masing Fakultas Syariah tersebut, diharapkan kedua belah pihak dapat saling berbagi dan bekerja sama dalam rangka membangun Fakultas Syariah menjadi fakultas yang unggul.
“Kerja sama ini tinggal menunggu tindak lanjut dari beberapa program yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Di masa pendemi ini, kita (Fakultas Syariah, read) memang terhalang secara kondisi, namun hal ini tidak menghalangi semangat Fakultas Syariah untuk terus berinovasi dan berkarya. Ini baru tahap awal, insyaallah kerja sama ini baru dilakukan pada 1 September 2020,” ujar Dr. Martoyo, SHI., M.H., yang juga Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Jember.
Prof. Haris juga mengungkapkan bahwa kedua Fakultas Syariah ini memang sama-sama belajar dari masing-masing kelebihan dan kekurangan yang ada.
“Di sini kita saling belajar bersama, dimana Fakultas Syariah UIN Malang belajar ke Fakultas Syariah IAIN Jember misalnya saat mengundang Duta Besar Republik Indonesia dari New Zealand untuk mengisi seminar di tengah masa pandemi dan keterbatasan biaya, ditambah produktifnya Fakultas Syariah IAIN Jember yang sering mengadakan acara. Fakultas Syariah UIN Malang juga belajar tentang Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI), Laboratorium Mahkamah Konstitusi yang baru kemarin diresmikan, juga tentang organisasi alumni (Kafsya) dan tracer study alumni Fakultas Syariah IAIN Jember,” ujar Prof. Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.
“Saya harap ada aksi nyata berkelanjutan dari kerja sama ini, khususnya di bidang akademik,” ungkap Dr. Muhammad Faisol, S.S., M.Ag. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Syariah IAIN Jember.
“Saya kira kerja sama ini akan memberikan dampak yang sangat besar, terutama manfaatnya kepada kami (Fakultas Syariah, read) karena UIN malang itu adalah salah satu universitas besar di Indonesia di antara universitas yang lain. Saya kira UIN Malang bisa berbagi dengan kami, begitupun sebaliknya,” ucap Dr. Martoyo, SHI., M.H.
Dr. Martoyo juga mengatakan dengan adanya kekuatan dari kedua belah pihak, tingkat kemanfaatan dari kerja sama tersebut akan dirasakan oleh masyarakat. Fakultas Syariah sendiri juga akan semakin baik, dan akan terus termotivasi untuk menguatkan kinerjanya, baik dosen ataupun mahasiswa.
“Harapan saya, semoga kerja sama ini akan semakin produktf, produktif ini maksudnya kedua belah pihak mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa, terutama dalam hal pengembangan kapasitas kelembangaan,” tambahnya.
Reporter : Erni Fitriani
Editor: M. Irwan Zamroni Ali



