GELORAKAN SEMANGAT BERZAKAT, KETUA UMUM BAZNAS RI PAPARKAN RANCANGAN PROGRAM CINTA ZAKAT MILENIAL
Media Center- Dalam rangka menyemarakkan trend zakat pada generasi milenial, Fakultas Syariah IAIN Jember bekerja sama dengan Amil Zakat dan Wakaf (AZKA) Al Baitul Amien Jember yang dikemas dalam acara Webinar Nasional Zakat Generasi Milenial dengan tema “Zakat is a Lifestyle” pada Sabtu (24/04) melalui media Zoom dan disiarkan langsung melalui Channel Youtube FS Syariah IAIN Jember. Webinar yang dihadiri lebih ratusan peserta tersebut mengundang Ach. Fathor Rosyid, M.Si (Direktur AZKA Baitul Amien Jember) dan Prof. Dr. H. Babun Soeharto, S.E., M.M. (Rektor IAIN Jember) sebagai Opening Speech. Webinar ini dibuka oleh Anjar Aprilia Kristiani, M.Pd. selaku host.
Ach. Fathor Rosyid, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh peserta mengenai pentingnya zakat dalam hubungan kepada Allah SWT sehingga tidak asing bila kita lihat di dalam Al-Quran kata zakat dan salat selalu bergandengan. Selain itu, zakat tidak hanya soal ibadah tetapi juga mengeratkan hubungan kemanusiaan dan merupakan bagian yang penting untuk dikuatkan. Namun, menurut data yang telah dihimpun pada tahun 2017 terjadi kesenjangan yang cukup signifikan antara potensi zakat yang telah diperhitungkan dengan realitas yang ada di lapangan.
“Realita yang ada tidak sesuai dengan potensi zakat, karena itu diperlukan bantuan semua orang untuk ikut berdakwah mengenai zakat agar membantu pemenuhan potensi. Penyebaran ini diharapkan sampai pada generasi milenial yang jumlahnya 25% dari total masyarakat,” ujar Direktur AZKA Baitul Amien tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Babun Soeharto, S.E., M.M. menuturkan zakat sebagai potensi perekonomian negara, di mana selain untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat juga dapat menjadi solusi untuk memakmurkan negara. Karena itulah diperlukan adanya eskalasi kesadaran masyarakat utamanya Generasi Milenial terhadap pentingnya Zakat agar bersama-sama dapat meraih potensi yang luar biasa pada Zakat.
“Mari kita mencoba utamanya bagi generasi milenial untuk menumbuhkan dari kita sendiri pola pikir terhadap pentingnya zakat, barulah kemudian kita memberikan sentuhan-sentuhan untuk mengajak orang lain berzakat” ungkap Rektor IAIN Jember tersebut.
Pemateri yang dihadirkan dalam Webinar yang d moderatori oleh Dr. Zainal Anshari, M.Pd.I. (Ketua Yayasan AZKA Al Baitul Amien Jember) ini terdiri dari: Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA (Ketua Umum BAZNAS RI) sebagai Speaker Pertama, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I (Guru Besar dan Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember) sebagai Speaker kedua, serta Ust Baidlowie, M.H.I. (Dosen Fakultas Syariah IAIN Jember) sebagai Speaker ketiga.
Prof. Dr. KH.. Noor Achmad, MA selaku Ketua Umum BAZNAS RI menyatakan bahwa, peningkatan potensi Zakat dapat dilakukan melalui sinergitas antara lembaga dan generasi milenial. Keterlibatan milenial dianggap sangat penting sebagai bagian dari masyarakat paham teknologi. Potensi dari milenial dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS maupun lembaga-lembaga zakat yang bernaung di bawahnya untuk meningkatkan potensi penguatan zakat di era digital.
“BAZNAS terus menggelorakan agar zakat dapat dinikmati oleh yang berhak mendapatkan. Karena itu bersama Presiden kami mencanangkan program Cinta Zakat Milenial, selain itu juga dibuat program-program yang ditujukan untuk dapat memberantas kemiskinan dan meningkatkan pendidikan seperti Milenialprenuer, beasiswa riset, zakat digital, kampanye zakat dan lain sebagainya. Program Cinta Zakat Milenial dapat terlaksana bila 21,4 % milenial melek zakat ikut andil membantu lembaga-lembaga zakat untuk meningkatkan pemahaman sesama milenial mengenai zakat melalui platform-platform digital” tuturnya.
Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I sebagai narasumber kedua menjelaskan mengenai urgensi digitalisasi zakat untuk mempermudah penyebaran informasi zakat melalui media sosial. Hal ini tentu akan menarik generasi milenial untuk berzakat dan menjadi pengusaha kreatif yang diharapkan meningkatkan perekonomian negara dan juga dapat mengurangi kesenjangan antara potensi zakat dan hasil yang ada di lapangan.
“Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Allah SWT akan mengirimkan seseorang setiap 100 tahun untuk memperbarui agamanya. Hal ini sangat benar bila kita lihat perkembangan industri 4.0 sehingga diperlukan adanya pembaharuan atau digitalisasi dalam untuk mempermudah dan menarik Generasi Milenial. Selain itu, digitalisasi zakat ditujukan untuk dapat menarik generasi milenial untuk menjadi pengusaha milenial yang juga berkomitmen menjadi Muzakki. Para pengusaha harus diperbanyak jumlahnya agar menjadi landasan untuk meningkatkan potensi Zakat kita,” pungkas Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I. yang juga sebagai Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.
Sebagai pembicara terakhir, Ust Baidlowie, M.H.I. mengulas mengenai zakat dari sudut pandang hukum Islam dan pentingnya penegakan zakat utamanya bagi generasi milenial.
“Pemerintah memiliki peran penting untuk menegakkan Zakat melalui penguatan pada regulasi utamanya mengenai sanksi terhadap orang-orang yang tidak melakukan kewajiban zakat. Adanya sanksi ini didasarkan pada Surah At-Taubah ayat 34, sehingga diharapkan adanya pemahaman bagi Generasi Milenial mengenai bahayanya tidak membayar Zakat. Selain dengan regulasi yang memberikan sanksi, perlu diberikan pemahaman kepada Generasi Milenal akan hikmah Zakat dari sisi keagamaan dan juga sosial masyarakat,” imbuhnya.
Terakhir, Ketua Umum BAZNAS RI menyampaikan apresiasinya dalam Webinar yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah IAIN Jember bersama AZKA Al Baitul Amien Jember. Apresiasinya ditutup dengan harapan agar ilmu yang telah didapatkan saat ini dapat mendukung penyuaraan pentingnya zakat secara luas di tengah masyarakat utamanya pada Generasi Milenial untuk mewujudkan zakat sebagai lifestyle.
Reporter: Arvina Hafidzah
Editor: Nury Khoiril Jamil



