syariah@uinkhas.ac.id -

HADI, DULU AKTIF ORGANISASI KINI PEGAWAI TETAP TOYOTA YANG FIGHT BERKOMPETISI

Home >Berita >HADI, DULU AKTIF ORGANISASI KINI PEGAWAI TETAP TOYOTA YANG FIGHT BERKOMPETISI
Diposting : Selasa, 12 Jan 2021, 09:34:21 | Dilihat : 686 kali
HADI, DULU AKTIF ORGANISASI KINI PEGAWAI TETAP TOYOTA YANG FIGHT BERKOMPETISI


Setiap orang mempunyai kisah hidup masing-masing dalam menjalani kehidupannya. Susah, senang, pahit manis adalah sebuah warna dalam perjalanan hidup. Kesuksesan seseorang tergantung dengan usaha yang sudah dilakukannya, namun banyak di antara orang-orang yang hanya melihat seseorang ketika sukses, tanpa melihat proses yang dialaminya.

Fakultas Syariah IAIN Jember adalah salah satu fakultas yang banyak melahirkan alumni-alumni hebat dan sukses. Hal ini dikarenakan Fakultas Syariah selalu berpegang teguh pada Five Core Values yang ada di Fakultas Syariah.

Nah, kali ini tim Media Center akan mengulas secuil kisah inspiratif dari salah satu alumni Fakultas Syariah. Siapakah dia? Penasaran kan jadinya. Ia alumni yang menjadi pegawai tetap di Perusahaan Swasta Toyota Kabupaten Jember.

Ia bernama Muhammad Hadi, S.E.I, biasa dipanggil Hadi. Salah satu alumni Fakultas Syariah yang lahir di Kabupaten Bondowoso pada 23 Juli 1989. Hadi adalah anak tunggal dari pasangan Sururi Budiono, S.H (Alm) dan Hamidah.

Hadi mulai menempuh pendidikannya di SDN Dawuhan Tenggarang Bondowoso (lulus 2002). Ketika ia masih SD, masa di mana anak-anak menikmati serunya bermain, ia memilih untuk berjualan. Seperti jualan sabun, odol dan lainnya.

“Saya melakukan itu semua bukan karena dituntut keluarga untuk berjualan, namun hal ini saya lakukan karena berjualan menjadi kesenangan tersendiri bagi saya waktu itu,” ungkap Hadi saat diwawancarai Media Center.

Memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, Hadi memilih untuk melanjutkan di MTsN II Bondowoso (lulus 2005). Jiwa entrepreneurnya yang mulai tumbuh sejak di bangku SD, ia lanjutkan dengan berjualan VCD (Video Compact Disc), di mana saat itu sedang gencar-gencarnya orang memburu barang tersebut.

Selain itu, keaktifannya diorganisasi juga sudah mulai tumbuh ketika ia aktif menjadi pengurus OSIS waktu MTsN. Begitu pula ketika dirinya sudah melanjutkan di SMA Zainul Hasan 1 Genggong-Probolinggo (lulus 2008), ia juga aktif di beberapa organisasi. Di tempat itu pula dirinya masuk pesantren tepatnya di PP. Genggong-Probolinggo selama 3 tahun.

“Di sekolah saya terbilang cukup aktif di organisasi, begitu pula di pesantren saya juga ikut. Hal itu saya lakukan untuk menambah pengalaman diri saya, mengingat pengalaman adalah ilmu yang paling berharga,” kata Hadi.

Sebagai orang yang mempunyai semangat untuk terus menuntut ilmu, Hadi ingin terus melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi. Kegemarannya di bidang ekonomi, ditambah kecintaanya terhadap dunia Islam, memutuskan dirinya memilih kampus STAIN Jember (kini IAIN Jember) dengan Prodi Muamalah pada tahun 2008.

“Bagi saya restu orang tua adalah yang paling utama, mengingat restu mereka adalah restu Allah Yang Maha Kuasa,” tuturnya ketika ditanya tentang kisahnya masuk di STAIN Jember kala itu.

Status mahasiswa kini ia emban oleh Hadi, ia pun memaksimalkan dirinya dengan aktif di kelas dan di ‘luar kelas’ atau organisasi. Dirinya pernah tercatat menjadi sekretaris HMPS Muamalah, pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), pengurus Senat Mahasiswa (Sema) Institut. Selain itu, di luar kampus ia aktif menjadi pengurus Rayon Syariah Bidang Advokasi dan Gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAIN Jember.

“Dengan aktif di organisasi, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Misalnya melatih emosional atau mental, membangun jaringan, termasuk mengasah pola pikir kritis saya,” jelas Hadi pria asal Bondowoso itu.

Dirinya mengaku selama menjadi mahasiswa, sering kali ikut aksi demonstrasi, hal itu ia lakukan sebagai bukti bahwa mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan), ia juga menilai bahwa demokrasi juga bagian dari proses demokrasi.

“Dulu saya di kampus kalau tidak kuliah, ya ikut demonstrasi, membela hak-hak mahasiswa dan masyarakat, kalau demo saya sering di depan hehe,” ujar Hadi sembari tersenyum mengingat dirinya ketika menjadi mahasiswa kala itu.

Selama kuliah, ia juga mendapat beberapa beasiswa. Seperti beasiswa DIPA yang didapatkan sejak semester 3 hingga lulus kuliah dan beasiswa Pemkab Bondowoso pada semester 7-8.

Hal berkesan yang ia dapatkan selama di Fakultas Syariah, yaitu ketika dirinya sedang menjalani PPL pada tahun 2011. “Saya PPL di Bank Mega Syariah Jember, dan itu memang pilihan saya, banyak sekali ilmu yang saya dapat pada waktu itu,” ungkapnya.

Ketika berjuang menyelesaikan tugas akhirnya yaitu skripsi, dirinya mengaku menjadi orang yang pertama melakukan penelitian di Bank Indonesia (BI) Kabupaten Jember. Tidak hanya itu, dirinya menyebut juga mendapatkan sertifikat seminar perbankan serta sertifikat dari Bank Indonesia Jember sendiri. Yaitu sertifikat sebagai mahasiswa yang penelitiannya lolos di hadapan pengawas Bank Indonesia. “Alhamdulillah, hal itu menjadi penyemangat bagi saya sendiri untuk ke depannya,” tambahnya.

Kegiatannya di organisasi tidak menjadikan dirinya untuk terlambat lulus kuliah. Setelah menempuh kuliah selama 4 tahun, akhirnya dirinya diwisuda pada tahun 2012.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi sosok Hadi untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, ia akhirnya langsung menjadi pegawai bank di Bank Mega Syariah Kabupaten Jember. Prosesnya pun terbilang cukup mudah, ia hanya melewati tes wawancara saja. Kendati demikian, dirinya hanya bertahan sampai 2 tahun di Bank tersebut.

“Saya cukup mudah waktu mau masuk di Bank Mega Syariah, hal ini karena saya mendapat berbagai macam sertifikat-sertifikat yang berkaitan dengan dunia perbankan, terlebih sertifikat dari Bank Indonesia yang saya dapat waktu menyelesaikan skripsi,” ungkap Hadi pria 32 tahun itu. Dirinya pun mengaku jika di waktu itu pula ia mendapatkan tawaran untuk bekerja di Bank Jatim Bondowoso dan Bank BNI Syariah Jember.

Demi mencari pengalaman baru, Hadi pada tahun 2015 memutuskan untuk pindah ke Bank BNI Jember. Ia mengaku bahwa kepindahannya ia lakukan untuk mencoba menjadi pegawai di sebuah bank milik pemerintah. Namun, kepindahannya itu tidaklah berlangsung lama. Ia hanya bekerja selama 1 tahun di BNI Jember dan memutuskan untuk berhenti.

Sebagai sosok yang berani mengambil resiko dari setiap keputusan hidupnya, ia mencari batu loncatan untuk tetap bisa bekerja. Pada awal 2016 Hadi mencoba melamar pekerjaan di sebuah perusahan swasta milik Toyota yang ada di Jember.

Memang tidaklah mudah, mempunyai pengalaman di dunia perbankan yang kemudian beralih ke dunia otomotif. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat dirinya untuk terus berjuang.

“Pada saat itu ada sekitar 50 pelamar, namun yang akan di ambil 2 orang saja. Alhamdulillah berkat doa dan perjuangan saya menjadi salah satu orang yang diterima di perusahaan tersebut,” ujar Hadi bersyukur. Ia juga mengaku banyak mendapatkan pengalaman serta wawasan yang baru di tempat itu.

Keberhasilan Hadi yang selalu memenuhi target ketika bekerja di tempat tersebut, menjadikan dirinya diangkat sebagai koordinator sales pada tahun 2017. Salah satu pengalaman berharga yang ia alami selama berkerja di tempat tersebut, yaitu ketika dirinya menjadi delegasi ke Jakarta untuk melihat secara langsung proses pembuatan mobil Toyota pada tahun 2018.

Tidak hanya itu, pada Desember 2020 dirinya mengaku mendapatkan reward berupa tour ke sebuah perusahaan Toyota di Jepang.

“Reward ini akan saya ambil, hanya saja masih belum bisa berangkat sekarang mengingat situasi pandemi, dan menunggu dari pihak otoritas di sana untuk menerima dan mengizinkan orang asing masuk ke Jepang,” tutur Hadi.

Sebagai seorang lulusan dari kampus yang berbasis ke Islaman, Hadi mengaku jika dirinya bisa memperkenalkan lebih jauh tentang konsep bermuamalah menurut pandangan Islam.

“Saya bersyukur menjadi lulusan Fakultas Syariah, ilmu yang saya dapatkan sangat berguna sekali bagi kehidupan. Saya akhirnya bisa memperkenalkan konsep muamalah dalam Islam,” terangnya.

Dari ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kesuksesan berawal dari hal kecil yaitu sebuah keberanian yang cukup untuk terus melangkah mencapai sebuah tangga kesuksesan.

Kini Hadi yang telah menikah dengan Nisa’ul Husniah pada tahun 2014 lalu, di mana istrinya yang juga alumni IAIN Jember dan saat ini sedang menempuh S2 nya di Pascasarjana IAIN Jember, telah dikaruniai satu buah putri yang diberi nama Bilqis Azkia Talita umur 7 tahun. Keluarga kecil ini, sekarang bertempat tinggal di Perumahan New Mangli Regency Blok C Mangli-Jember.

Di akhir wawancara kami dengan Hadi, ia berpesan kepada adik-adik mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember untuk selalu berani dan siap mental ketika mengambil sebuah keputusan.

“Persiapkan mental dan nyali untuk menyambut era digital yang serba tidak pasti, agar bisa berkompetisi dengan yang lain. Agar kalian semua nantinya siap ‘fight’ berkompetisi di lapangan pekerjaan,” tutur Hadi di akhir pembicaraannya.

 

 

Reporter : Fina Julita

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;