syariah@uinkhas.ac.id -

HASBY, SOSOK ADVOKAT SUKSES YANG KINI MENJADI KETUA APSI JEMBER

Home >Berita >HASBY, SOSOK ADVOKAT SUKSES YANG KINI MENJADI KETUA APSI JEMBER
Diposting : Jumat, 03 Jul 2020, 15:25:38 | Dilihat : 1849 kali
HASBY, SOSOK ADVOKAT SUKSES YANG KINI MENJADI KETUA APSI JEMBER


Menjadi sukses berkarier adalah impian setiap individu. Perjuangan dan doa adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan. Yakin bahwa Tuhan memberikan potensi dan skill bagi setiap individu adalah keniscayaan.

Kesempatan tentu tidak terjadi berulang, kesempatan emas dalam hidup nyaris hanya datang sekali dengan waktu yang dapat dikatakan tidak tepat atau spontan. Keputusan harus diambil sedemikian cepat untuk menentukan masa depan. Terlambat dalam mengambil keputusan, menjadi salah satu faktor kegagalan dalam hidup.

Hari ini tentu menjadi buah manis bagi seorang advokat kelahiran pulau Bali. Memutuskan menjadi seorang penegak kebenaran dan keadilan adalah pilihan tepat dihidupnya. Pada tanggal 01 Januari 1988 tepatnya di Jembrana, lahirlah seorang anak bernama Muhammad Hasby As Shiddiqy.

Menjadi kebanggan bagi seorang istri yang bernama Reni Yuli Agustina dan tiga anaknya yaitu Andin Nisrina A. E, Azzahra Richelle N. E, dan Abizar Alghifari A. E. Mereka adalah salah satu penyumbang terbesar semangat sosok Hasby hingga menjadi seperti saat ini.

Bali adalah pulau dengan banyak keunikan, adat istiadat yang kental hingga masalah sopan santun. Hasby sebagai anak kelahiran Bali tentu menjunjung tinggi hal tersebut, saling menghargai dan tolong-menolong terhadap sesama. Berkat kesabarannya, kini siapa yang tidak kenal dengan nama Hasby di kalangan law enforcement.

Lulus dari IAIN Jember (dulu STAIN Jember) pada tahun 2010 sehingga Hasby menyandang gelar sarjananya yaitu, Muhammad Hasby As Shiddiqy, S.H.I. Menyandang gelar sarjana bagi sebagian orang adalah hal yang menakutkan, karena gelar harus dipertanggungjawabkan setelah lulus kuliah.

Banyak kisah unik seorang Hasby. Ketika menempuh pendidikan SD, jarak antara sekolah dan rumah ketika itu relatif jauh. Sehingga, Hasby acap kali diantar oleh orang tuanya untuk bersekolah. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika Hasby pulang sekolah, melewati sungai, pasar, kuburan dan sebagainya, sampai menjadi sasaran Anjing hingga terbirit-birit, sepatu hanyut di sungai, bahkan kesurupan pernah Hasby rasakan kala itu.

Pendidikan dasar Hasby ditempuh pada dua sekolah yang berbeda, dari MI Nurul Huda ke SDN Karang Harjo 1, karena mengikuti mutasi kerja orang tua kala itu. Menjadi siswa pindahan dalam suatu sekolah kadang kala membuat anak menjadi minder. Namun, hal tersebut berbeda dengan Hasby. Menjadi anak baru membuat semangat dan membuktikan bahwa seorang Hasby bisa bersaing. Terbukti, tidak lama kemudian sosok Hasby menjadi perwakilan sekolah dalam mengikuti olimpiade IPA baik tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Tidak cukup berprestasi pada pendidikan dasar, Hasby melanjutkan ghirahnya dalam berkompetisi. Menempuh pendidikan di SLTP 1 Silo, lagi-lagi Hasby membuat harum nama sekolah. Sebagai anak desa pada umumnya dan bermodal nekat dan pengalaman, Hasby didelegasikan sebagai peserta lomba PMR tingkat provinsi dan bersaing dengan sekolah yang notabene adalah sekolah unggulan. Mental yang kuat selama menempuh pendidikan sebelumnya, membuat Hasby berhasil membawa pulang harum nama sekolahnya dengan predikat juara II.

Menempuh pendidikan menengah atas, Hasby memantapkannya di MAN 1 Jember. Tidak kalah unik, Hasby yang sejak awal tekun dalam bidang IPA, namun ketika pada pendidikan menengah memilih jurusan IPS dan seolah tidak linear pada konsentrasi sebelumnya. Meskipun demikian, Hasby tetap tidak anti terhadap materi-materi IPA, seperti materi elektronika yang pada akhirnya menghasilkan karya berupa radio, robotika dan sebagainya.

Pada tahun 2006, Hasby menginjakkan kakinya untuk menempuh pendidikan tinggi di STAIN Jember (Baca: IAIN Jember). Keterbatasan finansial tidak membuat Hasby menjadi ciut dalam belajar dan meraih keinginan yang ada di hatinya. Keyakinan yang membuat hatinya teguh untuk menentukan Fakultas Syariah (Prodi Hukum Keluarga) menjadi pilihan yang tepat baginya.

Pada saat semester V, hati seorang Hasby semakin mantap menuju kesuksesan. Mendapat mata kuliah hukum acara baik perdata atau pidana membuat sosok Hasby mulai tertarik pada dunia praktisi. Kesenangan dalam hatinya membuat Hasby mudah memahami materi yang diberikan. Dosen yang mumpuni untuk membimbing sudah barang tentu menjadi salah satu faktor kesuksesan Hasby saat ini. “Fakultas sering melibatkan dan mendelegasikan saya dalam pelatihan, seminar bahkan mendukung full totalitas dalam pendidikan profesi” ungkapnya.

Semangat sosok Hasby tidak pernah luntur. Dunia kampus membuat sosok Hasby lebih aktif lagi dalam menimba ilmu, siapa sangka sosok Hasby adalah seorang yang aktif tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan PMII Rayon Syariah yang menjadi tempat berlabuh Hasby untuk selalu mengeksplorasi diri.

Semangat yang menggelora yang tertanam, membuat Hasby ketika lulus dari Fakultas Syariah segera tancap gas. Pendidikan profesi advokat ia tempuh ketika selang beberapa bulan ketika lulus. Dari berbagai banyak pengalaman, tentu ada hikmah untuk tersendiri untuk seorang Hasby, yaitu selalu berusaha dan berjuang demi bermanfaat untuk orang lain.

Bagi Hasby, ia akan bahagia menjadi advokat ketika mendapat kepercayaan oleh masyarakat atau kliennya atas jasa yang ia berikan, terlepas dari fee yang akan didapat adalah hal yang tidak menjadi masalah utama baginya. Namun, di balik itu semua ada hal yang perlu diketahui dalam menjalani profesi advokat di lapangan. Kerap mendapat intimidasi, ancaman dan tindakan yang menyangkut keamanan kerap kali terjadi pada dirinya adalah hal yang biasa terjadi.

Sepak terjang Hasby dalam dunia advokat tidak diragukan lagi. Kepercayaan yang diterima baik dari masyarakat maupun kolega membuat Hasby pada tahun 2020 dipercaya sebagai Ketua DPC APSI Jember. Tentu bukan hal yang mudah dan dilalui dalam proses yang tidak singkat.

“Selalu banyak belajar dan membaca menjadi kunci sukses dalam meraih karier. Sehingga, masyarakat dapat menilai sejauh mana tingkat pengetahuan dan seberapa bermanfaat untuk masyarakat. Persiapan paling mendasar adalah banyak membaca dan terus berusaha” ujarnya dengan penuh semangat.

 

 

Penulis: Nury Khoiril Jamil

Editor : Moh. Abd. Rauf

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;