syariah@uinkhas.ac.id -

INSPIRATIF, WILDANI HEFNI RAIH GELAR DOKTOR MUDA UIN SYARIF HIDAYATULLAH DENGAN SEGUDANG PRESTASI

Home >Berita >INSPIRATIF, WILDANI HEFNI RAIH GELAR DOKTOR MUDA UIN SYARIF HIDAYATULLAH DENGAN SEGUDANG PRESTASI
Diposting : Jumat, 26 Feb 2021, 14:20:09 | Dilihat : 2005 kali
INSPIRATIF, WILDANI HEFNI RAIH GELAR DOKTOR MUDA UIN SYARIF HIDAYATULLAH DENGAN SEGUDANG PRESTASI


Media Center – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Jember kembali menunjukkan prestasi. Sebelumnya, Dr. Abdul Wahab, S.H.I, M.H.I., telah resmi mendapat gelar doktor pada penghujung tahun 2020. Kini Fakultas Syariah kembali berhasil meraih gelar doktor baru di bidang Pemikiran Politik Islam, yakni Dr. Wildani Hefni, MA., yang telah melaksanakan ujian terbuka pada 23 Februari 2021 lalu.

Wildani Hefni menempuh pendidikan tingkat SLTA-nya di Madrasah Aliyah Tahfidz (MAT) Annuqayah. Setelah menjalani pendidikan di tingkat SLTA, Wildani Hefni mendapatkan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementrian Agama RI untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN), yang sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Dengan kegigihannya, Wildan ditetapkan sebagai wisudawan terbaik yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 pada tahun 2013.

Sebelumnya pada tahun 2012, Wildan mendapatkan penghargaan dari Menteri Agama RI pada Apresiasi Pendidikan Islam dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke 66 kategori mahasiswa santri produktif menulis lebih dari 150 opini di media massa (selama menjadi mahasiswa S1) dan prestasi peraih IPK 4.0 berturut-turut selama 7 semester.

Wildani melanjutkan pendidikan magister di sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada tahun 2015. Wildan mendapat program beasiswa dari Kementerian Agama RI dan lulus pada tahun 2017 dengan kembali meraih gelar wisudawan terbaik.

Di usianya yang masih terbilang muda, Wildan berhasil meraih gelar doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus dengan predikat cumlaude pada tahun 2021. Capaian itu diraih usai mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Fikih Moderat: Hermeneutika Wasatiyah dalam Pemikiran Khaled Abou El Fadl dan Mohammad Hashim Kamali”.

Wildani Hefni yang juga alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep membeberkan disertasinya tersebut dibuat berangkat dari kegelisahannya yang melihat bahwa kebanyakan masyarakat muslim, menjadikan praktik-praktik fiqhiah sebagai alat untuk memetakan ideologi dan afiliasi politik keagamaan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Bahkan, tekstualitas penalaran fikih dapat melahirkan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, non-muslim, dan kelompok-kelompok yang berbeda.

Disertasi ini memotret model-model ekspresi otoritatif yang selalu didominasi kategori teks otoritatif yang dibangun ke dalam praktik sejumlah institusi penting dalam masyarakat. Peneliti melakukan pelacakan koneksi antara proses literer di belakang otoritas teks dan proses sosial-politik yang terlibat dalam pengartikulasian otoritas teks-teks itu.

“Saya melihat dalam sikap keberagamaan, muncul gejala pengafiran, penyesatan, pelabelan, terutama bagi pemikiran-pemikiran yang melawan atau bertentangan dengan mainstream dan pandangan mayoritas. Realitas ini menjadi problem krusial dalam dinamika perkembangan pemikiran Islam, terutama menguatnya pemikiran yang bersifat homogen dan sentralistik”, ungkap Wildan yang juga Dosen Fakultas Syariah IAIN Jember.

Adapun yang menjadi tim penguji dalam sidang disertasinya tersebut yaitu Prof. Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, MA., Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA., Prof. Dr. M. Atho Mudzhar, MSPD., Prof. Dr. M Arskal Salim GP, M.Ag., Prof. Dr. Media Zainul Bahri, MA. dan Prof. Dr. Didin Saepudin, MA.

Wildani menjelaskan bahwa disertasi ini menghadirkan pemikiran dua tokoh yang memperkenalkan fiqh al-wasatiyah (fikih moderasi beragama) di dua tempat yang berbeda. Khaled Abou El Fadl di lingkungan muslim minoritas di Barat (muslim minority in the west) yaitu di Amerika Serikat dan Mohammad Hashim Kamali di lingkungan muslim mayoritas di Malaysia. Fikih moderat dalam disertasi ini dirancang dengan tiga karakter yaitu menolak beberagamaan subjektifis-tekstualis, menangkal jebakan otoritarianisme dan melawan pragmatisme.

Selain menjadi menjadi Dosen Fakultas Syariah IAIN Jember, Wildan yang juga menjadi Direktur Rumah Moderasi Beragama di IAIN Jember mengatakan “Disertasi ini menghadirkan titik temu antara humanisme religius dan humanisme sekuler untuk dihadirkan di tengah tumbuhnya pemikiran keagamaan yang bermetamorfosa menjadi dogma-dogma lokal yang kukuh dan mencengkeram. Pendekatan yang ditawarkan dalam pembacaan teks-teks keagamaan adalah samaha cum-maslaha”, ungkap Dr. Wildani Hefni, yang juga alumni dari the Australian National University (ANU) Canberra Australia.

Semasa menjadi mahasiswa sarjana, beberapa prestasi ia raih. Diantaranya, penghargaan dari Kementerian Agama RI dalam rangka hari amal Bhakti Kementerian Agama RI kategori santri mahasiswa produktif dan peraih IPK 4.0 berturut-turut selama 7 semester. Selain itu, ia juga mendapatkan juara I Debat Ilmiah Bahasa Arab tingkat Nasional di Universitas Indonesia (2011), Juara II Debat Ilmiah Bahasa Arab tingkat Nasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2010). Tidak hanya itu, Wildan juga menerima penghargaan Mahasiswa Terbaik se-Jawa Tengah dari Bank Tabungan Negara (BTN) Jawa Tengah (2012), serta  Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional di Institut Pertanian Bogor (2012).

Dari beasiswa PBSB ini, ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister, juga dengan beasiswa dari Kementerian Agama pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan kembali meraih gelar sebagai lulusan terbaik. Tidak berhenti pada tahap itu. Dunia pendidikan benar-benar ditekuni. Tahun 2017, ia melanjutkan program doktor di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, juga dengan beasiswa dari Kementerian Agama. Pada saat menyelesaikan studi doktoral, ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia dalam skema partnership antara kampus ANU dan Kementerian Agama untuk menjadi mahasiswa PhD di Department of Political and Social Change, Australian National University (ANU) dan berhasil meraih gelar doktor pada usia 29 tahun dan lulus dengan predikat cumlaude.

 

Reporter: Imaniar Isfaraini

Editor: Izzah Qotrun Nada

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;