JOS KHALIFAN, ALUMNI SYARIAH YANG MENJADI KEPALA KUA TERMUDA SE-KABUPATEN SITUBONDO
Media Center - Menjadi hal yang luar biasa bagi almamater jika berhasil mencetak sumber daya manusia unggul yang berprestasi dan berintegritas. Kembali pada Fakultas Syariah yang tidak pernah surut dalam menampilkan prestasi dari mahasiswa hingga alumninya. Saat ini, kita akan mengulik perjalanan alumni hebat yang menjadi Kepala KUA termuda di Kabupaten Situbondo.
Dia adalah Jos Khalifan Kanjun Affandi, S.H. yang merupakan alumni Fakultas Syariah program studi Ahwal Syakhsiyah (Hukum Keluarga). Dia lahir di Situbondo pada 29 Juni 1983 dari pasangan Drs.H. Moh. Jum Affandi, M.Pd.I dan Hj. Murtiningsih. Ia menikah dengan Devy Martha Hidayanti hingga dikaruniai putra yang bernama Azka Kairav Akbar Affandi. Saat ini ia bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Latar belakang pendidikan yang ditempuhnya mulai dari SD Kapongan 2 (1989 - 1995), kemudian di MTsN Situbondo (1995 - 1998), selanjutnya di Madrasah Aliyah Negeri 2 Situbondo (1998 - 2001) hingga melanjutkan ke STAIN Jember (yang kini UIN KHAS Jember) mulai tahun 2001 - 2005.
Selama menempuh pendidikan tinggi, dia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan kritis di kelas. Dengan berlatar belakang non pesantren membuatnya semakin semangat untuk terus belajar.
"Menjadi mahasiswa bukan lagi saatnya hanya menjadi pendengar yang baik. Dengan aktif dan kritis maka akan dapat membangun pola pikir mahasiswa lebih maju dan berkembang," ujar suami dari Devy Martha ini.
Selain menjadi mahasiswa yang aktif dan kritis, pria asal Situbondo ini adalah sosok organisatoris yang handal. Beberapa organisasi yang diikuti diantaranya, Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan (UKPK), Unit Kegiatan Olahraga (UKOR), dan MENWA. Hal yang luar biasa adalah ia termasuk salah satu dari pendiri organisasi MENWA. Tidak hanya itu, ia juga aktif di organisasi eksternal yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
"Alasan saya mengikuti banyak organisasi adalah untuk berproses dan mencari pengalaman. Tak dapat dipungkiri dari sekian organisasi memang dapat membentuk pengalaman kita dan hasilnya bisa saya rasakan sampai saat ini," tuturnya dengan penuh semangat.
Untuk sampai pada pencapaiannya yang sekarang tentu tidaklah mudah. Dia memulai perjalanannya selepas lulus dari STAIN Jember dengan menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di KUA Kapongan, Kabupaten Situbondo (2006-2009). Ditahun itu dibuka penerimaan CPNS formasi Penghulu di Kabupaten Situbondo yang hanya menerima satu calon penghulu saja.
Berbekal segala keberanian, dukungan, dan pengalaman akhirnya mengantarnya pada keberhasilan untuk lolos dan mengalahkan 600 pendaftar lainnya.
"Siang dan malam saya mempersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh untuk menjadi penghulu saat itu. Karena saya sudah ikut tes CPNS hingga 4 kali, tiga kali tes saya tidak lolos dan Alhamdulillah di tes keempat yang terakhir ini saya bisa lolos," terangnya dengan rasa syukur.
Pada tahun 2017, Jos Khalifan akhirnya resmi dilantik sebagai Kepala KUA Panarukan hingga saat ini. Di sisi lain, dia juga pernah meraih juara pada lomba penulisan Karya Tulis Ilmiah Penghulu se-Jawa Timur pada tahun 2020 lalu. Prestasi itu tentunya membawa pengaruh terhadap kemajuan instansi yang dipimpinnya.
Kiprahnya menjadi Kepala KUA termuda se-Kabupaten Situbondo dimulai dengan beberapa promosi diberbagai KUA yang ada di Kabupaten Situbondo. Seperti di KUA Banyuglugur, KUA Bungatan, dan KUA Panarukan yang saat ini sedang dipimpinnya.
Pada kesempatan terakhir wawancara, ia menyampaikan nasihat yang bermakna.
"Hiduplah yang berarti lalu mati. Jadikanlah keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain dan nanti ketika mati, itulah yang akan menjadi amal jariyah kita," pungkasnya saat diwawancarai Tim Media Center.
Reporter : Camelia Nailul Rahmah Rhusandy
Editor : Siti Junita




