KOLABORASI WEBINAR INTERNASIONAL, DUBES KOLUMBIA JELASKAN PERAN PENTING PANCASILA DALAM KANCAH DUNIA
Media Center- Adakan agenda bersama, Fakultas Syariah IAIN Jember gandeng Fakultas Syariah IAIN Salatiga dan Fakultas Syariah IAIN Kudus dalam acara International Webinar pada Rabu 14/04 dengan tema “Politik Hukum Pancasila dan Diplomasi Luar Negeri Indonesia”
Acara yang dilaksanakan secara hybrid system ini menghadirkan Dr. (H.C) Priyo Iswanto, M.H. sebagai narasumber utama yang saat ini berstatus sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kolumbia, Antigua dan Barbuda, Saint Christopher dan Nevis.
Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember dalam sambutannya menjelaskan, terselenggaranya ini merupakan tindaklanjut dari adanya kerjasama antara Fakultas Syariah IAIN Jember, Fakultas Syariah IAIN Salatiga dan Fakultas Syariah IAIN Kudus.
“Acara pada hari ini juga menunjukkan adanya implementasi dari Kampus Merdeka” ungkap Prof. Harisudin yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN seluruh Indonesia.
Acara ini berhasil menarik perhatian khalayak umum, tercatat pendaftar terakhir mencapai angka sekitar 750 peserta. Peserta yang mengikutipun beragam, mulai dari Mahasiswa, Pejabat Pemerintah, Dosen bahkan Pimpinan beberapa Kampus serta terbagi dalam wilayah Indonesia maupun luar negeri.
“Insyaallah ada MoU dari pak Rektor sebagai tindaklanjut dalam acara ini” pungkas Prof. Harisudin yang juga Ketua APHTN-HAN.
Selain itu, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga mengungkapkan bahwa, Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum serta menjadi dasar pedoman untuk menjalani kehidupan (way of life) berbangsa dan bernegara harus didasarkan pada Pancasila.
Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. sebagai Keynote Speech dalam acara ini mengungkapkan kekagumannya terhadap tokoh Jember yang kharismatik terhadap kajian Pancasila yaitu K.H. Achmad Siddiq yang menjadi nama resmi transformasi IAIN Jember menjadi UIN K.H. Achmad Siddiq Jember.
“Saat ini kami mencoba membangun museum K.H. Achmad Siddiq sebagai laboratorium pemikiran-pemikiran K.H. Achmad Siddiq khususnya mengenai kajian Pancasila” tegas Prof. Babun.
Terkait isu yang diangkat, menurut Dr. (H.C) Priyo Iswanto, M.H. adanya politik luar negeri dan diplomasi Indonesia adalah untuk mencapai tujuan dalam negeri sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila dan UUD NRI 1945.
“Sesuai dengan dasar negara Indonesia, ada beberapa tujuan utama dalam menjalankan politik luar negeri dan diplomasi yaitu menciptakan perdamaian dunia, memagari kedaulatan negara dan memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa” ujar Dr. (H.C) Priyo Iswanto, M.H.
Lanjutnya ia menjelaskan bahwa, Pancasila yang merupakan staatsfundamentalnorm memiliki peran penting dalam membangun karakter berbangsa dan bernegara. Hal itu juga berdampak positif terhadap sumbangsih kepada negara-negara lain, baik terhadap keamanan dan ketertiban, bantuan krisis ekonomi dan sektor lain.
Yanti seorang pekerja migran Indonesia yang juga mahasiswa hukum Universitas Terbuka Hongkong sebagai ketua umum komunitas tanggap hukum yang ada di hongkong mempertanyakan persamaan hak atas perlindungan terhadap pekerja migran ilegal. Tanggapan Dr. (H.C) Priyo Iswanto, M.H. atas problem tersebut adalah untuk mempermudah dalam proses perlindungan, pekerja migran berkewajiban untuk mengikuti alur sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dr. Wildani Hefni, M.A. selaku moderator mengungkapkan kekagumannya terhadap narasumber akan prestasi yang dicapai dalam proses karirnya.
“Kalau dalam hubungan Indonesia dan Kolumbia yang sudah berjalan 40 tahun ini, sudah banyak penghargaan yang didapat dan dalam kepemimpinan beliau tercatat sebagai pencapaian posisi kerjasama pada titik diplomasi tertinggi” lugas Dr. Wildani Hefni, M.A. yang juga Direktur Rumah Moderasi IAIN Jember.
Kerjasama ini dirasa penting untuk sering digalakkan untuk meningkatkan kerjasama dan intelektualitas peserta, khususnya mahasiswa masing-masing penyelenggara.
Reporter: Nury Khoiril Jamil
Editor: Siti Junita



