KOMPAS, KOMUNITAS KEBANGGAAN REKTOR ADAKAN OPEN REKRUTMEN ANGGOTA BARU
Media Center – Komunitas Pecinta Astronomi Islam (KOMPAS) Laboratorium Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan Open Kompas Recruitment For New Astronomers (ORION) pada Sabtu (3/7/21).
Acara ini yang merupakan kegiatan perekrutan anggota baru KOMPAS, yang diadakan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, dengan mengusung tema “Menanamkan Urgensi Ilmu Astronomi Islam kepada Mahasiswa”.
Dalam acara tersebut KOMPAS mengundang tiga narasumber yang berasal dari Fakultas Syariah dan luar Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, yang diantaranya adalah Fathor Rahman, M.Sy.(Pembina Kompas), Dinar Maltukh Fajar, M.Pfis (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan), dan juga Ana Laila F,CH., S.H (Ketua Umum KOMPAS periode 2017-2018).
Turut hadir pula beberapa undangan Ketua Umum FOKALIS Jatim (Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur), perwakilan Jasro (Jember Astronomi), Kepala Laboratorium Fakultas Syariah Pembina Kompas, alumni, serta peserta anggota baru Kompas.
Selaku Ketua Panitia Ifadatus Soimah menegaskan bahwa tema yang ditetapkan dalam kegiatan Orion kali ini adalah karena ilmu astronomi peran penting dan sangat banyak sumbangsihnya dalam kehidupan, baik yang menyangkut ibadah ataupun yang lainnya.
“Tema yang diusung adalah “Urgensi Ilmu Astronomi Islam kepada Mahasiswa”, sebab ilmu astronomi peran penting dan sangat banyak sumbangsihnya dalam kehidupan, baik yang menyangkut ibadah ataupun yang lainnya,” jelasnya.
Ketua Umum KOMPAS 2020/2021, Ahmad Affan Ghaffar mengatakan dalam sambutannya bahwa KOMPAS juga akan belajar banyak tentang pengabdian kepada masyarakat dan juga kampus.
“Di KOMPAS kita tidak hanya belajar tentang teori saja, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat dan kampus, seperti halnya kemarin kita sudah melaksanakan beberapa kegiatan astronomi yang melibatkan sinergi antara kompas dan masyarakat seperti pengamatan hilal bersama bersama masyarakat dan kemenag,” jelasnya.
Abdul Jabar selaku Kepala Laboratorium Fakultas Syariah yang bertanggung jawab terhadap KOMPAS mengatakan bahwa KOMPAS merupakan organisasi yang dibanggakan oleh jajaran rektor dilingkungan UIN KHAS Jember.
“KOMPAS merupakan salah satu komunitas/organisasi yang dibanggakan oleh rektor UIN KHAS Jember, yang mana kemarin ketika Covid-19 mulai pulih, rektor mengizinkan bahkan memerintahkan untuk berangkat dalam rangka menghadiri undangan pelaksanaan rukyatul hilal oleh Kemenag Situbondo,” tegas Abdul jabar dengan penuh semangat.
Pada saat pelaksanaan Rukyatul Hilal di Situbondo dia dan juga Affan sempat berkomunikasi dengan jajaran pemda Situbondo dan Bondowoso bahwa mereka kedepannya akan terus melakukan kerjasama dalam pelaksanaan rukyatul hilal tersebut.
“Bahkan pada saat kegiatan di lapangan saya bersama Affa sempat berkomunikasi dengan jajaran lingkungan pemda situbondo dan bondowoso bahwa mereka kedepannya sebenarnya sangat ingin terus bekerjasama dengan Kompas dalam hal pelaksanaan rukyatul hilal ini,” tambahnya.
Setelah acara pembukaan selesai dilanjut oleh penyampaian materi, pada sesi penyampaian materi terbagi dalam beberapa sesi, sesi pertama dimulai pukul 10.00-11.00 WIB, sesi ke-dua dimulai pukul 13.00-14.00 WIB, dan sesi ke-tiga dimulai pukul 15.00-16.00 WIB.
Sesi pertama diisi oleh Ana Laila Fatikhatul, S.H (Ketua Umum KOMPAS periode (2017-2018) yang menyampaikan materi tentang “Sejarah Berdirinya KOMPAS”.
Ana menyampaikan dalam materinya bahwa dia bukan yang pertama menjabat sebagai Ketua KOMPAS, karena sebelumnya sudah ada koordinator yaitu Nur Halim, S.H., pada tahun 2016-2017
"Sebenarnya sebelum saya, ada koordinator dari KOMPAS, namun saat itu belum bernama KOMPAS, dulu dinahkodai oleh Nur Halim, S.H., pada tahun 2016-2017 yang lalu,” jelasnya
Dia juga menambahkan bahwasanya penggagas terbentuknya komunitas ini adalah Dr. Martoyo, S.H.I., M.H., pada tahun 2016 yang saat itu dia menjabat sebagai Ketua Laboratorium Fakultas Syariah.
“Pada tahun 2016, Dr. Martoyo, S. H. I., M. H., selaku Kepala Laboratorium adalah penggagas pertama terbentuknya KOMPAS,”tambah Ana yang juga berprofesi sebagai Advokat itu.
Materi kedua disampaikan oleh Fathor Rahman, M.Sy., (Pembina KOMPAS), yang menjelaskan tentang “Pengenalan Ilmu Falak”.
“Ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari tentang lintasan benda-benda langit (bumi, bulan, matahari) sesuai garis edarnya masing-masing, dengan tujuan untuk mengetahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi,” kata fathor saat menjelaskan.
Fathor Rahman juga menambahkan bahwa secara historis, ilmu falak terbentuk karena integrasi ilmu agama dan sains yang berhubungan dengan agama (fiqih) untuk menentukan waktu shalat, masuknya awal bulan, penentuan kiblat, dan penentuan rukyatul hilal dengan patokan tiga benda langit tersebut, proses integrasi ilmu melalui tiga tahapan; Interaksi, Asimilasi, Integrasi.
“Ilmu falak terbentuk karena integrasi ilmu agama dan sains, dengan melalui tiga tahapan integrasi, yaitu Interaksi, Asimilasi, dan Integrasi,” tambah Fathor yang juga Ketua Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember.
Materi terakhir disampaikan oleh Dinar Maftukh Fajar, M.Pfis. yang menjelaskan tentang “Pengenalan tentang ilmu astronomi”.
"Astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit, keistimewaan mempelajari ilmu astronomi adalah kita bisa merenungi kekuasaan Allah yang maha besa," ujar Dinar.
Dinar menambahkan bahwa Astronomi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang paling tua, karena umat manusia telah menyelidikinya sejak dahulu dengan segala macam keistimewaannya.
“Astronomi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang paling tua, Karena umat manusia telah menyelidikinya sejak dahulu,” tambah Dinar yang juga sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan itu.
Setelah acara penyampaian materi selesai, acara tersebut dilanjutkan pada Senin (07/06) dengan agenda penutupan, dan juga pembaiatan Anggota KOMPAS yang baru oleh Ketua Umum KOMPAS yang berjumlah 13 orang.
Reporter : Wahed Zaini dan Arinal Haq
Editor : Wildan Rofikil Anwar




