KOMPAS: WADAH MAHASISWA DALAM BIDANG ASTRONOMI DAN ILMU FALAK
Membincang mahasiswa tentu tidak terlepas dari berbagai peran, skill dan keilmuan yang mumpuni. Kesempatan untuk mengasah skill dan keilmuan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin mengembangkan diri, baik melalui komunitas/lembaga yang disediakan oleh kampus atau komunitas non-kampus. Banyak fasilitas kampus yang tersedia sebagai penunjang yang bisa dimanfaatkan guna pemberdayaan mahasiswa.
Dideklarasikannya Fakultas Syariah sebagai Fakultas merdeka membuat Fakultas Syariah IAIN Jember semakin eksis tidak hanya di bidang ilmu hukum dan syariah. Fakultas Syariah IAIN Jember menjadi salah satu contoh fakultas yang banyak memiliki komunitas penunjang skill dan prestasi mahasiswa. Mulai dari penunjang keilmuan, kepenulisan hingga berwirausaha.
Komunitas Pecinta Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Jember atau yang lebih dikenal dengan KOMPAS merupakan salah satu komunitas yang dibuat sebagai penunjang skill mahasiswa di bidang astronomi Islam. Komunitas ini dideklarasikan pada tanggal 8 April 2016 oleh Dr. Martoyo, S.H.I, M.H., yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Laboratorium Fakultas Syariah.
Minimnya minat mahasiswa dalam mempelajari ilmu tentang astronomi dan ilmu falak menjadi alasan kuat untuk didirakannya Kompas. “Dulu Kompas ini hanya kegiatan yang bersifat temporal di Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember. Saat itu masih belum banyak mahasiswa yang mengikutinya, seperti menentukan rukyatul hilal pada awal bulan Syawal,” tutur Dr. Martoyo, S.H.I, M.H. pendiri Kompas yang saat ini menjadi Wadek III Fakultas Syariah IAIN Jember.
Saat itu anggota Kompas masih berjumlah 7-10 mahasiswa dan di koordinatori oleh Nur Halim, namun seiring berjalannya waktu, Kompas Istiqamah dengan selalu mengadakan berbagai macam kegiatan di bidang astronomi dan ilmu falak, sehingga muncul ketertarikan mahasiswa terhadap Kompas.
Menurut Ana Laela Fatikhatul, S.H., selaku Ketua Kompas periode 2017-2018, Kompas saat itu baru terorganisir dengan baik sejak masanya. “Waktu awal berdiri, Kompas masih belum ada strukturnya, hanya dipimpin oleh satu koordinator. Baru pada masa 2017-2018, Kompas sudah berbenah dengan semakin lengkapnya struktural organisasi, seperti ketua, sekretaris dan bendahara,” tambah Ana.
Pada awal kepengurusan, Kompas mampu membuka kerjasama dengan berbagai elemen, seperti mengadakan event di alun-alun Jember guna promosi dan sering ke desa-desa untuk memberikan pemahaman tentang astnomi Islam dan ilmu falak, kegiatan tersebut dinamakan Kompas mengajar (KOMEN).
Seiring berjalan waktu, Kompas mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya yaitu Kompas telah mengadakan Open Recruitment dan berusaha membuka kerjasama dengan Jember Astronomi. Hingga sampai saat ini tercatat sebagai anggota dalam Forum Komunikasi Astronomi Amatir Lintas Jawa Timur (FOKALIS). Pada tahun 2019, Kompas ikut serta dalam kegiatan “Yuris Night 2019” di BPAA Lapan Pasuruan beserta komunitas Astronomi se-Jatim. Kompas juga aktif dalam beberapa kegiatan diantaranya, pengukuran arah kiblat secara gratis bagi masyarakat yang teesertifikasi oleh Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember, mengadakan pelatihan teleskop rukyat pro lunar (system mounting & imaging) bagi anggota Kompas, melakukan kegiatan KOMEN (Kompas Mengajar) di berbagai balai pendidikan yang ada di Jember, dan juga melakukan kegiatan pelatihan perhitungan waktu sholat menggunakan sistem Microsoft excel.
Tidak tanggung-tanggung pada tahun 2020 ini Kompas ikut serta dalam event internasional yang diadakan oleh NASA dari Amerika Serikat.
“Kami mengikuti event internasional tahunan yang diadakan oleh NASA dari Amerika Serikat. Kegiatan itu berupa pengamatan bulan dimana dalam satu hari itu kita mengenal bulan lebih dekat. Event ini diikuti oleh seluruh komunitas astronomi diseluruh dunia,” ungkap Tommy selaku Ketua Umum Kompas 2019/2020.
Tidak dapat dipungkiri jika Fakultas Syariah mendukung penuh atas capaian-capaian Kompas saat ini. Ketersediaan alat-alat astronomi hingga pembina dan dosen sebagai penunjang keilmuan dalam praktik menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah semakin menunjukkan kegigihan dalam mencapai visinya sebagai Fakultas yang bereputasi internasional.
“Untuk alat dapat dikatakan lengkap untuk mengembangkan potensi teman-teman di bidang ilmu falak, bahkan bisa dibilang alat Kompas Fakultas Syariah IAIN Jember terlengkap se-tapal kuda” tutur Tommy.
“Akhir-akhir ini saya melihat greget teman-teman Kompas menurun dalam kegiatan Kompas. Pesan saya pada teman-teman Kompas terus bangun komunikasi dengan senior, jangan malu minta saran dan bantuan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan eksistensi Kompas,” tutur Abdul Jabbar, S.H., M.H. selaku Kepala Laboratorium Fakultas Syariah.
Dr. Martoyo, S.H.I., M.H. selaku pendiri Kompas berpesan agar di masa pandemi ini tetap melakukan koordinasi, sejatinya pengetahuan hanya didapat jika dalam keadaan bersungguh-sungguh dan hal itu juga diharapkan dapat diterapkan kepada masyarakat sebagai bentuk kebermanfaatan dan pengabdian.
“Di Kompas inilah, ilmu agama dapat di match-kan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berdampak baik kepada mahasiswa serta Fakultas Syariah IAIN Jember.” tutur Prof. Kiai Harisudin selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember.
Dekan juga berharap kepada kepengurusan untuk dapat lebih memajukan Kompas serta memberikan program-program yang inovatif dan kreatif. Fakultas Syariah akan selalu mendukung program mahasiswa guna kemajuan fakultas dan kebermanfaatan kepada masyarakat secara luas.
Penulis : Wartik Murtisari
Co Editor : Nury Khoril Jamil
Editor : M. Irwan Zamroni Ali



