syariah@uinkhas.ac.id -

KOMPRES Debate Club (KDC) sebagai Wahana Baru Diskusi Hukum di Jember

Home >Berita >KOMPRES Debate Club (KDC) sebagai Wahana Baru Diskusi Hukum di Jember
Diposting : Kamis, 26 Dec 2019, 14:35:59 | Dilihat : 448 kali
KOMPRES Debate Club (KDC) sebagai Wahana Baru Diskusi Hukum di Jember


Peran mahasiswa hari ini sangat dibutuhkan terutama dalam menyikapi problem bangsa yang tak pernah berkesudahan. Setelah menghadapi fenomena turunnya aksi ke jalan untuk menyuarakan suara rakyat, mahasiswa juga dituntut untuk mendiskusikan terkait titik-titik masalah yang ramai diperbincangkan terutama diskursus yang berkepanjangan. Agar ada tindakan balance action (tindakan yang seimbang) dalam merespons apa yang seharusnya dituntut dan dipertahankan.

Hal tersebut disampaikan oleh Moh. Abd. Rauf selaku Ketua Umum Komunitas Peradilan Semu (KOMPRES) pada saat acara KOMPRES Debate Club (KDC) di Laboratorium Fakultas Syairah IAIN Jember, Kamis (02/10/2019).

Lebih lanjut Pengurus Divisi Debat KOMPRES Nur Aji Pratama menyampaikan dilaksanakannya acara ini sebagai bentuk wadah intelektual terutama dalam bidang hukum bagi mahasiswa se Kabupaten Jember. Kami kemas acara ini kurang lebih seperti Indonesia Lawyer Club (ILC) supaya terbangunnya argumentasi hukum dari pembicara maupun peserta KDC ini, tambahnya.

Dengan tersebarnya pamflet sejak Hari Rabu kemarin banyak sekali yang mengapresiasi acara KDC ini karena saya mendengar dan mengalami sendiri, ungkap Moh. Faqih sebagai peserta KDC.

Selain itu, Kepala Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember Abdul Jabar, S.H., M.H dalam sambutannya “Saya sangat mengapresiasi kepada KOMPRES yang selalu terbuka untuk menyematkan agenda diskusi seperti ini yang hari ini sangat jarang saya temui di kampus-kampus. Selain itu, ini juga menambah wawasan dan pengalaman baru karena yang di undang dari mahasiswa luar IAIN Jember” ungkapnya.

Acara KOMPRES Debate Club (KDC) ini membincang tema yang seksis yakni tentang “Titik Nadir Demokrasi: Intimidasi Jurnalis dan Demonstran”. Dalam hal tersebut panitia mengundang beberapa pembicara (speakers) yang dinilai memiliki kapsitas dan kompetensi untuk memaparkan pendapatnya.

Para pembicara tersebut ialah Trisna Dwi Yuni Aresta (Pemimpin Umum LPM Parsial Unej), Andrian Nur Munjiat (Ketua Umum SKIM Polije), Avika Mauidhotul Khasanah (Gubernur FH UIJ), Moch. Marsa Taufiqurrohman (Manajer Bid. Kajian Ilmiah FK2H Unej) dan Moh. Abd. Rauf selaku Ketua Umum KOMPRES sekaligus sebagai Koordinator Cabang Jatim HKSPI.

Acara tersebut menghabiskan durasi waktu sekitar 3 jam. Dengan perbedaan pendapat antara pembicara satu dan juga pesereta yang lain mewarnai jalannya dinamika diskusi. Akhirnya, di ujung acara semua pembicara menyepakati bersama bahwa hari ini peran-peran mahasiswa benar-benar dibutuhkan dalam mempertahankan demokrasi yang dinilai sudah tidak sehat lagi.

[Tim Jurnalistik KOMPRES/ Media Center Fakultas Syariah]

Berita Terbaru

Prestasi Gemilang, Seluruh Program Studi Keagamaan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Terpilih sebagai Tujuan Beasiswa BIB Kemenag-LPDP 2026
09 Apr 2026By syariah
Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Puger: Sinergi Fasya UIN Khas Jember dan Kemenag Jember Tentukan Awal Idulfitri
20 Mar 2026By syariah
Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Resmi Terima Anggota Baru 2026
19 Mar 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;