KUKUHKAN ANGGOTA BARU, DEKAN SYARIAH TANTANG LRDC MENYALIP PTN/PTKIN DI INDONESIA
Media Center - Law Research and Debate Community (LRDC) adalah komunitas yang berdiri pada tanggal 2 Desember 2020 di bawah naungan Fakultas Syariah UIN KH. Achmad Siddiq Jember. Komunitas ini menjedi jembatan mahasiswa Fakultas Syariah di bidang riset dan perdebatan hukum. Meski berumur muda, LRDC telah mengadakan pengukuhan anggota baru yang memiliki minat di bidang riset dan debat hukum. Acara yang bertema “Find Your Hidden Potential with LRDC” dilaksanakan pada hari Sabtu pukul 08.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting (29/5/2021).
Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Syariah yang telah menjalani tahap administrasi dan wawancara.
"Saya yakin, kalian adalah orang-orang pilihan yang memiliki semangat yang membara dan tekad yang kuat," ungkap Endang Agoestian selaku ketua panitia mengapresiasi partisipasi peserta.
Mendukung pernyataan Ketua Panitia, Ahmad Zainuddin sebagai Presiden LRDC membocorkan bahwa komunitas ini beberapa waktu lalu masuk di 10 besar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional di Universitas Jember. Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri apalagi mengingat LRDC belum lama berdiri. "Apalagi kita satu-satunya PTKIN yang masuk di 10 besar tersebut bersaing dengan PTN ternama," tambahnya lagi.
Sesuai dengan visi yang dijunjung oleh LRDC yaitu memunculkan para debater dan periset yang dapat bersaing di kancah regional, nasional, bahkan internasional. Bersama komunitas LRDC, akan dikembangkan budaya kritis, responsif, dan progresif terhadap kajian hukum yang komprehensif. Maka tidak salah jargon yang mereka gaungkan, "Smart Speak, Smart Analysis". Speak mewakili para debater, analisis mewakili periset.
Dalam acara ini, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I, memberikan semangat kepada peserta pengukuhan LRDC. Dia juga menyinggung terkait peresmian peralihan IAIN Jember menjadi UIN KH. Ahmad Siddiq Jember, bahwa perubahan ini harus disikapi dengan perubahan cara berpikir, bertindak dan bekerja dengan masa-masa sebelumnya. Oleh karena itu, LRDC menjadi bagian dari pelopor perubahan di kampus UIN KHAS Jember khususnya, Fakultas Syariah.
Prof. Haris yang juga aktif sebagai ketua Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia, membagikan strategi bagaimana menjadikan LRDC dapat memaksimalkan performanya. Pertama, innovation. LRDC harus selalu melalukan inovasi dalam semua kegiatannya. Inovasi bisa dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman. "Keberhasilan hari ini tidak boleh menjadikan kita berpuas diri, di luar sana banyak kampus maupun komunitas lain yang melakukan hal-hal yang luar biasa," pungkasnya.
Strategi yang kedua, marketing. LRDC diimbau agar selalu mempublikasikan kegiatan, karya, dan prestasinya kepada orang luar. Marketing akan memudahkan dalam menjalin relasi, tidak hanya lingkup regional tapi juga nasional dan internasional.
Tahapan yang ketiga adalah speed, kecepatan dalam bergerak dan mengembangkan komunitas. "LRDC meskipun baru beberapa bulan harus terus melakukan kreasi. Jangan hanya diam. Cari inovasi sebanyak-banyaknya. Dengan begitu kita bisa bersaing dengan PTN dan PTKIN di luar sana," tutur Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember itu.
"Saya tantang Anda untuk menyalip PTN/PTKIN di Indonesia," tegas Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat APHTN-HAN di akhir sambutan. Ini sekaligus menjadi pelecut semangat bagi peserta dan juga pengurus untuk membawa LRDC mencapai prestasi gemilang.
Reporter: Arinal Haq
Editor: Siti Junita




