syariah@uinkhas.ac.id -

LILA, KISAH MAHASISWI LERENG GUNUNG ARGOPURO YANG KINI MENJADI ADVOKAT

Home >Berita >LILA, KISAH MAHASISWI LERENG GUNUNG ARGOPURO YANG KINI MENJADI ADVOKAT
Diposting : Minggu, 24 Jan 2021, 13:22:30 | Dilihat : 1945 kali
LILA, KISAH MAHASISWI LERENG GUNUNG ARGOPURO YANG KINI MENJADI ADVOKAT


Hidup di dunia hanya sekali, jadilah orang yang berprestasi tinggi dan berarti. Prestasi dalam bidang agama itu prioritas utama, namun prestasi yang lain juga tak boleh kita abaikan. Dengan prestasi-prestasi itu kita menjadi teladan dalam kehidupan. Prestasi juga menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi kepada penganutnya.

Hai sahabat syariah. Bagaimana kabar kalian? Ada informasi menarik nih. Tentunya sebuah kisah inspiratif dari para alumni Fakultas Syariah yang berkiprah begitu hebat di luar sana. Yuk langsung saja simak bagaimana kisah hidupnya.

Tepat pada tanggal 03 Juli 1995 di kota Pandhalungan yaitu Kabupaten Jember, tepatnya Dusun Tajek, Desa Pakis, Panti Jember yang juga lereng gunung Argopuro. Lahirlah buah hati dari pasangan Umar dan Supiyatun yang diberi nama Siti Nurholillah. Ia tumbuh dari keluarga sederhana, di mana setiap jalan hidupnya penuh dengan keterbatasan.

Lila mengerti, bahwa ia berasal dari keluarga yang ‘pas-pasan’, sehingga ia tidak pernah manja kepada orang tua. Meski demikian, dirinya merupakan seorang pribadi yang mandiri dan pekerja keras.

“Saya lahir dari keluarga yang sederhana, apalagi saudara saya ada empat. Saya harus hidup mandiri dan tidak membebani kedua orang tua saya,” ujarnya kepada tim Media Center saat diwawancarai via WhatsApp.

Namun segala keterbatasan yang ada itu tidak pernah menghalangi setiap langkahnya untuk menggapai impiannya. Kini tak hanya berhasil menempuh pendidikan magisternya. Lila telah menjadi seorang Advokat bagian Pengurus Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPC APSI) Jember sekaligus menjadi Petugas Pos Bantuan Hukum Peradilan Agama Jember-Bondowoso (2018-sekarang) dan Paralegal Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Jember (2017-sekarang).

Cerita perjalanan Lila dimulai sejak ia kecil, di mana layaknya anak-anak pada umumnya, Lila menempuh pendidikannya dimulai dari SDN Pakis 01 (2000-2007), SMPN 02 Panti (2007-2010), SMA Argopuro Panti (2010-2013). Pernah menempuh pendidikan non-formal di Pondok pesantren Nurul Ulum At- Tauhid sewaktu ia SMP, bertempat di Desa Kemuningsari Lor Panti yang saat itu pengasuhnya KH. Hanif Abdur Rozaq, S. Ag.

Sejak kecil Lila sudah ditanamankan nilai-nilai keislaman oleh keluarganya yang hingga kini ia pegang teguh sebagai bekal hidupnya.

“Wajib di keluarga kami untuk mengenyam pendidikan di pesantren,” pungkasnya.

Latar belakang kepesantrenannya yang mengantarkan Lila untuk memilih menjadi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAIN Jember (baca: STAIN Jember) pada tahun 2013.

“Saya masuk ke IAIN Jember itu hasil pertimbangan orang tua dan kakak saya, karena di IAIN itu ada background agama, sehingga seimbang antara keilmuan umum dan pengetahuan agamanya,” tambahnya.

Bermodal tekad yang kuat dan niat yang nyata, Lila mampu melewati segala arah rintangan yang datang silih berganti. Begitu pun saat ia berkuliah di IAIN Jember, ia sempatkan untuk berjualan nasi bungkus keliling yang ia bawa dari rumah. Harganya cukup bersahabat bagi kantong mahasiswa, dengan hanya tiga ribu rupiah saja per bungkusnya.

“Dulu kuliah sambil bawa nasi bungkus dan saya jual keliling kampus, nanti labanya saya tabung,” ucap wanita 26 tahun itu.

Tidak berhenti sampai di sini, Lila memang anak yang pandai mengambil peluang. Pada tahun 2018, ia dikenalkan oleh salah satu dosen kepada bisnis KK (Kosmetik Kecantikan) Indonesia. Dari sinilah ia aktif menjalankan bisnis produk kesehatan dan kecantikan hingga mencapai peringkat Ruby Star Manajer di PT. Kangzen Kenko Indonesia.

“Dengan bisnis inilah saya mendapatkan pendapatan selama kuliah. Bahkan melalui prestasi di bisnis ini saya bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri, di antaranya ke China dan Bangkok,” tutur Lila.

Selama menjalani kuliahnya, Lila pun aktif dalam kegiatan organisasi, baik Intra maupun Ekstra. Lila pernah menjadi Ketua Bidang Keilmuan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ahwalus Syaksiyah/Hukum keluarga (2014-2015), Ketua Bidang Sosial Keagamaan Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan (UKPK) IAIN Jember (2014-2015), Kementerian Pendidikan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah IAIN Jember (2015-2016), Ketua Komunitas Peradilan Semu (KOMPRES) Fakultas Syariah IAIN Jember (2016-2017), Wakil Ketua Komunitas Pecinta Astronomi (KOMPAS) Fakultas Syariah IAIN Jember (2016-2017).

Tidak hanya itu, organisasi ekstra kampus yang diikuti pernah menjadi Pengurus Kajian Muslimah (KAMUS) Fakultas Syariah IAIN Jember (2016-2017), Pengurus Bidang keilmuan pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syariah IAIN Jember (2015-2016), Anggota Generasi Baru Indonesia (Genbi) Jember (2015-2016), Bendahara Ikatan Satuan generasi Berencana (INSAN GenRe) Kabupaten Jember (2016-2017), dan Konselor klinik keluarga Sakinah Fakultas Syariah IAIN Jember (2016-2017).

Dengan aktif di berbagai organisasi, Lila mempunyai motivasinya tersendiri. Yaitu dirinya mengaku ingin menjadi pribadi yang berbeda dengan yang lain.

“Saya ingin berbeda dengan yang lain. Tidak hanya kuliah saja, namun juga bisa aktif di berbagai organisasi. Dengan berorganisasi kita bisa mendapat hal baru yang tidak ada di bangku kuliah,” ungkap Lila.

Manajemen waktu merupakan kunci sukses yang diterapkan Lila hingga saat ini. Inilah yang membuat Lila tetap bisa berprestasi walau banyak kegiatan keorganisasian di luar jam kuliah.

“Meskipun demikian, namun tujuan utama saya adalah kuliah. Manajemen waktu itu penting dan prinsip saya harus lulus tepat waktu. Organisasi boleh, namun kuliah tetap yang utama, organisasi hanya pendukung,” jelasnya.

Meski aktif di berbagai organisasi, Lila tidak pernah lupa akan tujuan awal masuk ke IAIN Jember. terbukti saat yang lainnya sedang istirahat di sela-sela jam kuliah, ia lebih memilih menghabiskan waktunya di perpustakaan. Lila memang anak yang gemar membaca dan belajar. Maka tak heran jika beberapa prestasi pun berhasil disabetnya, di antaranya pernah mendapat beasiswa UKT di awal kuliah, beasiswa DIPA dari semester 3-4, kemudian beasiswa Bank Indonesia (BI) dari semester 5-6.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pemberian Allah Swt. Beasiswa itu saya gunakan sebaik mungkin untuk kuliah saya,” ujar Lila dengan penuh rasa syukur.

Tidak hanya itu, Lila juga pernah dikirim ke Thailand untuk pertukaran pelajar Indonesia-Thailand pada tahun 2017 selama kurang lebih 6 bulan sebagai delegasi dari fakultas ke Institut.

“Di tahun 2017 awal saya menjadi delegasi dari fakultas untuk pertukaran pelajar di Thailand dibantu dengan badan alumni Thailand Selatan. Kegiatan saya di sana adalah mengenalkan budaya Indonesia, mengajar Bahasa Inggris, Baca Tulis Qur’an (BTQ), dan lain-lain,” terangnya sambil mengenang masa lalu.

Berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan predikat mahasiswa lulusan terbaik tahun 2017, perjalanan Lila tak berhenti sampai di sini. Ia kembali melanjutkan S2 di kampus tercinta IAIN Jember (2018-2020). Saat itu mengambil Program Studi yang sama seperti sebelumnya yaitu Hukum Keluarga.

“Saya memilih Hukum Keluarga tujuannya ingin memperdalam ilmu tentang keluarga, namun ternyata outputnya lebih dari itu, multitalent, bisa mengerti dunia hukum, praktisi, akademisi dan lain-lain.”

Setelah lulus S1 di tahun 2017. Lila memanfaatkan waktunya untuk magang mandiri di LKBHI IAIN Jember.

“Awalnya ikut-ikut senior yang sudah bekerja di sana, hingga akhirnya ada penerimaan anggota di LKBHI, saya mendaftar dan mengikuti proses seleksinya. Alhamdulillah lolos dan akhirnya saya bisa bergabung dengan LKBHI dan bertugas di Pos Bantuan Hukum Peradilan Agama Jember-Bondowoso.

Di tahun 2018 ada pembukaan pendaftaran pendidikan advokat yang diselenggarakan oleh DPC APSI Jember. Berkat dukungan dari semua pihak, Lila mengikuti ujian seleksinya dan dinyatakan lolos.

“Setelah saya magang di LKBHI kurang lebih satu tahun, saya mencoba ikut ujian seleksi yang diselenggarakan DPC APSI Jember dan alhamdulillah lolos. Di tahun 2020, alhamdulillah saya resmi dilantik menjadi advokat” tuturnya.

Lila mengaku nyaman dan menikmati prosesnya selama menjadi mahasiswa Prodi Hukum Keluarga.

“Saya merasa nyaman di Prodi Hukum Keluarga, apalagi saat semester 5 dulu, saya pernah bertemu dengan dosen praktisi dari luar kampus. Akibatnya merasa lebih bersemangat untuk mempelajari Hukum Keluarga Lebih dalam,” katanya.

Tak pernah terbesit di keinginan Lila untuk menjadi seorang advokat. Namun takdirlah yang menuntunnya hingga menjadi advokat seperti sekarang ini.

“Jujur, padahal tak pernah ada niatan untuk menjadi seorang advokat, tapi memang benar kata pepatah, kita akan sama dengan siapa kita bersama. Karena saya lebih sering bersama dan diskusi dengan praktisi hukum, maka saya tertarik dengan dunia praktisi hukum salah satunya advokat,” ungkapnya.

Saat ditanya hal yang paling berkesan selama menjadi mahasiswa di kampus IAIN Jember, Lila mengatakan yang paling diingatnya yaitu saat mendapatkan materi dari akademisi yang juga seorang praktisi.

“Sangat berkesan saat itu, karena di Prodi Hukum keluarga ini, kita mendapatkan materi akademisi dan juga praktisi, jadi bisa belajar dari orang yang sudah berpengalaman,” pungkasnya.

Lila merasa bangga bisa menjadi bagian dari Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAIN Jember.

“Saya merasa bangga dan luar biasa bisa menjadi mahasiswa di Fakultas Syariah, semua dosen Fakultas Syariah sangat terbuka dan benar-benar mengawal mahasiswanya. Kesempatan untuk berorganisasi juga diberikan seluas-luasnya,” tambah Lila.

Lila mengaku menjadi seorang advokat bukanlah hal yang mudah. Semua proses ia jalani dengan setulus hati dan ikhlas.

“Karena ini officium nobile/ profesi yang mulia, kita (advokat) berkewajiban menjaga nama baik ini. Sebagai advokat baru, saya masih terus mencari pengalaman, memperkenalkan diri sebagai seorang advokat itu bukanlah hal mudah karena advokat saat ini sudah banyak. Maka di sini PR bagi saya bagaimana menjadi seorang advokat yang dikenal tanpa sensasi melainkan prestasi,” jawabnya saat ditanya tantangan yang dihadapi seorang advokat oleh tim Media Center.

Kini Lila sudah menikmati karunia tuhan yang diberikan atas kerja kerasnya. Lila menikah pada 06 April 2020 dengan pria yang juga kelahiran Jember, Agus Zainudin, M.Pd.I., yang sekarang menjadi Kaprodi PGMI di Universitas Islam Jember (UIJ) dan sekarang sedang dikaruniai buah hati.

“Alhamdulillah. Setelah menikah akhirnya kami dikaruniai momongan. Saya sedang hamil 7 bulan. Mohon doanya semoga diberikan kelancaran,” pungkasnya.

Alhamdulillah. Sahabat syariah mohon doanya ya. Semoga dalam setiap prosesnya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah. Aamiin.

Lila juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa Fakultas Syariah agar tetap semangat dan optimis menggapai impian.

“Jangan minder, takut, ataupun ragu. Lawan semua pikiran negatif dalam diri kita. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Siapa pun bisa sukses asal mau berusaha. Dan satu lagi, kita harus menjemput bola ‘peluang’, jangan menunggu bola,” tutur Lila saat berpesan kepada adik-adik mahasiswa Fakultas Syariah.

 

Penulis : Robingatunnasibah dan Erni Fitriani

Editor : Moh. Abd. Rauf

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;