syariah@uinkhas.ac.id -

MANSHUR MUSTHOFA, AKTIVIS KAMPUS YANG KINI KOORDINATOR PKH BANYUWANGI

Home >Berita >MANSHUR MUSTHOFA, AKTIVIS KAMPUS YANG KINI KOORDINATOR PKH BANYUWANGI
Diposting : Selasa, 30 Jun 2020, 05:42:45 | Dilihat : 1217 kali
MANSHUR MUSTHOFA, AKTIVIS KAMPUS YANG KINI KOORDINATOR PKH BANYUWANGI


Hidup adalah pilihan. Pilihan hadir guna memberikan pelajaran dalam kehidupan, setiap pilihan pasti juga mengandung risiko. Orang hebat adalah orang yang berani menentukan pilihan dan mau mengambil risiko. Berat dan ringannya suatu tantangan dalam kehidupan harus dijalani dengan penuh keimanan dan hati yang lapang dalam menerima setiap ketentuan yang telah digariskan oleh-Nya. Dalam perjalanan hidup ini, ridla kedua orang tualah yang senantiasa menyertai perjuangan seseorang dalam menggapai kesuksesan. Ridla Allah SWT adalah rida kedua orang tua. Begitulah salah satu prinsip yang diyakini oleh salah satu alumni Fakultas Syariah yang satu ini.

Dia bernama Manshur Musthofa, S.H.I., M.Pd.I., biasa dipanggil Manshur. Dia adalah putra terakhir dari 4 bersaudara pasangan H. Muhtar Ahmadi dan Hj. Siti Aminah. Manshur lahir di Banyuwangi, pada tanggal 27 April 1985. Kini ia tinggal di Dusun Bongkoran RT 01 RW 01, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Manshur sudah menikah bersama Aniq Humaida, A.Md.Keb., pada bulan Agustus 2012. Saat ini pasangan tersebut telah dikaruniai dua buah hati yaitu Agis Aesa Su`ada dan Zafran Haris Mulla Sadra.

Manshur menempuh jenjang pendidikannya mulai dari Taman Kanak-kanak Pertiwi (1990-1993), MI Al-Anshoriyah Parijatah Wetan (1993-1997), MTS Parijatah Wetan (1997-2000), MAN Genteng (2000-2003) sekaligus mondok di Pondok Pesantren Al-Ashriyah Jalen Genteng sampai 2004. Setelah lulus, Manshur disarankan oleh ayahnya untuk kuliah di IAIN Jember (dulu STAIN Jember) kala itu. Manshur pun mengikuti saran dari ayahnya untuk kuliah di Prodi Akhwal Asy-Syakhsiyyah (AS) pada tahun 2004. Selain menuruti kemauan ayahnya untuk kuliah di STAIN Jember, Manshur mengaku ia menjalaninya dengan senang hati tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Selama menjalani perkuliahan, pahit manis kehidupan telah ia jalani dengan sabar dan tekun. Manshur mahasiswa aktif yang juga mengikuti beberapa organisasi intra kampus diantaranya; Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) AS, Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (2005-2006), Bendahara Pramuka (2006-2007), dan Ketua Divisi Sholawat Komunitas Seni (KOMSI) STAIN Jember (2007-2008). Adapun organisasi ektra kampus Manshur aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia pernah tercatat sebagai Kabid Kaderisasi PMII Rayon Syariah (2005-2006) dan Kabid Humas Pengurus Komisariat PMII STAIN Jember (2007-2008).

Manshur adalah sosok aktivis kampus yang luar biasa, ia dapat mengikuti beberapa organisasi dan dapat membagi waktunya dengan baik. Hal ini patut menjadi contoh bagi adik-adik Fakultas Syariah yang saat ini mulai aktif dibeberapa organisasi, karena dengan aktif di berbagai organisasi dapat memberikan manfaat dalam mengasah soft skill yang dimiliki mahasiswa.

“Awalnya, saya dulu adalah orang yang sangat pemalu, namun dengan berproses di beberapa organisasi tersebut, saya merasa menjadi pribadi yang berbeda, perasaan seperti minder, penakut, demam panggung mulai menghilang,” ucap Manshur ketika dihubungi via WhatsApp.

Pada tahun 2009 Manshur akhirnya lulus dari pendidikan S1nya. Ia mengaku senang serta bersyukur telah menyelesaikan pendidikan S1 nya dengan lancar. Manshur kemudian tidak tinggal diam, ia langsung terjun di program pendampingan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Non Goverment Organization (NGO) Surabaya.

“Saya kemudian aktif di PHBS NGO Surabaya dengan ditugaskan di Kabupaten Banyuwangi sampai tahun 2011, selama saya bekerja ada keinginan untuk kuliah S2, dan alhamdulillah akhirnya saya bulatkan niat tahun 2010 untuk melanjutkan ke jenjang S2,” tutur Manshur Pria asal Banyuwangi itu.

Manshur akhirnya kembali kuliah dengan melanjutkan pendidikan S2 nya di Kampus IAIN Jember pada tahun 2010 dengan jurusan Manajemen Pendidikan, saat itu Pascasarjana IAIN Jember belum ada jurusan syariah. “Sambil menjalani kesibukan bekerja di pendampingan PHBS NGO tersebut, saya sempatkan untuk kuliah. hingga pada tahun 2011 program pendampingan telah selesai, dan saya harus menganggur mulai Desember 2011 hingga Juli 2012,” ujar Manshur pria 35 tahun itu.

“Selama saya menganggur, saya lebih banyak menggunakan waktu untuk membantu kedua orang tua dan menyelesaikan tugas S2 (tesis), hingga akhirnya saya ikut rekrutmen tenaga pendampingan Kemensos tepatnya pada bulan April 2012,” tambahnya.

Akhirnya berkat doa kedua orang tua dan para guru, saya dinyatakan lolos sebagai pendamping PKH waktu itu. “Alhamdulillah saya diterima sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos pada bulan Agustus 2012 dengan ditempatkan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar,” ungkap Manshur bersyukur.

“Saya menikah pada bulan Agustus juga, namun H plus tiga dari hari pernikahan, saya harus meninggalkan istri ke Balai Diklat Kemensos di Yogyakarta untuk menjalani pelatihan pendampingan selama 10 hari,” tambah Manshur suami dari Aniq Humaida itu.

Tahun 2012 merupakan tahun yang cukup menguras tenaga bagi sosok Manshur. Manshur akhirnya lulus kuliah S2 juga pada tahun 2012. Selain menjadi pendamping PKH, pada tahun itu Manshur juga diterima sebagai dosen di IKIP PGRI Jember, namun hal itu tidak berlangsung lama, Manshur memilih berhenti sebagai dosen di IKIP PGRI Jember pada tahun 2014

“Saya pada tahun 2012 diterima sebagai dosen di IKIP PGRI Jember, dengan mengajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pengembangan Moral Anak Usia Dini. Baru setelah kurang lebih 2 tahun saya menjadi dosen, tepatnya pada tahun 2014 saya memilih berhenti, selain karena adanya larangan di pendamping PKH untuk tidak double job, saya juga kurang fokus karena sulitnya membagi waktu antara pendampingan PKH dan mengajar,” ungkap Manshur yang pernah menjadi dosen di IKIP PGRI Jember itu.

Akhirnya Manshur fokus untuk bekerja sebagai pendamping PKH. “Dengan menjadi pendamping PKH, banyak hal yang dapat saya pelajari, mulai bertemu dengan masyarakat tidak mampu dengan mendengarkan keluh kesahnya, bekerjasama dengan para stakeholder, hingga akhirnya pada tahun 2017 ada tes jenjang karir, saya coba ikut dan Alhamdulillah lolos sebagai koordinator kabupaten, dengan itu kami harus mendampingi para penerima Bansos PKH se-Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah sekitar 65 ribu kepala keluarga (KK),” tutur Manshur yang juga koordinator Kabupaten Banyuwangi tersebut.

“Adapun tantangan yang paling berat dirasakan selama menjalani profesi pendamping PKH, yaitu ketika ikut tes di Kementrian Sosial (Kemensos) yang harus bersaing (step by step) dengan seribu lebih pesaing dan hanya diambil 15 orang saja, hingga akhirnya alhamdulillah saya dinyatakan lolos,” tambahnya.

Manshur juga menyampaikan hal yang paling berkesan selama kuliah di IAIN Jember “Saya ini orangnya cuma sekedar manut saran orang tua, awalnya saya sempat terbawa arus ajakan teman-teman seangkatan untuk kuliah di Yogyakarta, tapi karena tidak mendapat izin dari orang tua ya sudah saya ngikut ridla orang tua saja. Pesan beliau yang masih selalu saya ingat adalah niatnya ditata, cari ilmu itu untuk memerangi kebodohan, bukan untuk cari kerja. Perkara nanti dapat kerja itu sekedar bonus saja, dan alhamdulillah sekolah di IAIN Jember bisa membuat saya seperti ini,” tutur Manshur yang juga lulusan S2 Pasca Sarjana IAIN Jember.

Manshur mengaku sangat bersyukur menjadi alumni Fakutas Syariah IAIN Jember. “Bagi saya masa-masa indah bermula sejak kaki saya melangkah untuk pertama kalinya masuk di kampus IAIN Jember tercinta. Dan pesan untuk adik-adik, tingkatkan semangat belajar, gali potensi diri, tata niat, insyaallah hasil tidak pernah menghianati usaha karena rejeki tidak mungkin tertukar,” ungkap Manshur menasehati adik-adiknya.

 

Penulis: Erni Fitriani

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;