MARTOYO: SOSOK DOKTOR INSPIRATIF DARI PULAU SAPUDI MADURA
Kesuksesan dapat tercapai dengan kesungguhan dan mental yang kuat. “Ubah hidupmu hari ini. Jangan bertaruh pada masa depan, bertindaklah sekarang tanpa menunda” begitu ungkapan Simone de Beauvoir. Martoyo namanya putra dari Kiai Mabi’an Z dan Siti Ruqoyah yang dilahirkan di kepulauan Sapudi, Sumenep pada 12 Desember 1978. Dididik untuk menjadi sosok tangguh dan berintelektual tinggi, kendati jauh dari pusat kota dan latar belakang ekonomi.
Sejarah terbaik adalah ketika kita dapat membuat sejarah dan menginspirasi banyak orang. Kisah Martoyo merupakan sekelumit kisah sukses dengan perjuangan yang sangat gigih. Latar belakang ekonomi yang kurang beruntung tidak membuat sosok Martoyo menyerah dalam meraih mimpi.
Tekad dan niat yang tinggi dalam menuntut ilmu membuat Martoyo berhijrah ke luar pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Situbondo guna melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Misykatul Ulum Mangaran Situbondo di bawah asuhan K.H. Hafifi Mustaqim Atthohir dan Ny. Hj. Juwairiyah Mahfudatut Thohiroh. “Sekitar tahun 1989 itu saya pindah ke Jawa untuk nyantri,” lugasnya.
Semasa menempuh pendidikan, Martoyo adalah sosok yang sangat haus ilmu. Terbukti banyak disiplin ilmu yang dipelajari sebelum berkuliah, yaitu sosiologi, hukum tata negara, fikih, tasawuf dan lainnya. Sifat baiknya, juga membuat Martoyo dipercaya sang kiai, sehingga Martoyo sering mengantar dan menemani sang kiai ketika sedang mengisi pada acara pengajian.
“Pada saat saya lulus aliyah, saya dipercaya untuk mengasuh pondok pesantren” ungkapnya. Tidak dapat dipungkiri kompetensi dan akhlak yang dimiliki Martoyo membuatnya dipercaya untuk mengasuh pondok pesantren Hidayatul Islam yang didirikan oleh K.H. Mustaqim ayah dari K.H. Hafifi Musataqim di Situbondo. Banyak pengalaman baru yang didapat ketika menjadi pengasuh pondok pesantren, baik dalam manajemen pembelajaran hingga manajemen santri.
Setelah satu tahun memimpin pondok pesantren, Martoyo merasa kurang dalam kelimuan, sehingga martoyo melanjutkan jenjang Strata 1. Tepatnya pada tahun 1998 Martoyo menempuh pendidikan strata 1 di Fakultas Syariah STAIN Jember (baca: IAIN Jember). “Di Sapudi untuk mengenyam pendidikan tinggi sepertinya mustahil, saya hanya bermodal semangat dan doa. Cuma saya dan anak kepala desa waktu itu,” ujar Martoyo sembari tersenyum.
Menempuh pendidikan strata 1 membuat Martoyo semakin bersemangat dalam menempuh ilmu. Lebih-lebih Fakultas Syariah memberikan ruang yang luas bagi Mahasiswa untuk berkreasi dan mengembangkan potensi diri. Bekerja saat berkuliahpun pernah ia rasakan, demi mencukupi kebutuhannya terlebih dalam menabung untuk membeli buku. “Saya bekerja di percetakan yang dimiliki oleh mahasiswa dan dibayar Rp 22.500,- setiap minggu,” tuturnya.
Kisahnya semakin inspiratif ketika bercerita tentang pengalaman organisasi. Martoyo memiliki banyak peran penting dalam dunia organisasi yaitu, ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Syariah 1999/2000, Ketua Umum PMII Rayon Syariah 2000/2001, Ketua Divisi Advokasi DPD Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia Jatim dan NTB, dan Ketua Umum PMII Komisariat IAIN Jember 2002-2003. Kendati banyak organisasi yang digeluti, perlu garis bawahi bahwa Martoyo tidak meninggalkan kewajibannya sebagai Mahasiswa. Bahkan sejak 2002 Martoyo telah menjadi pendiri serta pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) STAIN Jember (sekarang: LKBHI IAIN Jember) hingga 2010.
“Bagi saya organisasi adalah media berjihad untuk melakukan perubahan sosial.” Perjuangan Mahasiswa sulit terealisasi jika tidak ada wadah (organisasi), maka dari itu organisasi adalah hal penting untuk merealisasikan ide yang ada dalam benak Mahasiswa.
Pada tahun 2003, Martoyo menyandang gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I). Ketika itu pula sebagai fresh graduate, Martoyo dipercaya untuk menjadi staff pengajar di STAI Al-Qodiri Jember, Politeknik Negeri Jember, dan STAIS Lumajang. “Meskipun saya S1, tapi Alhamdulillah saya dipercaya untuk menjadi dosen” lugasnya.
Perjuangan sosok Martoyo seakan tak ada hentinya. Melanjutkan program magister ilmu hukum dan lulus pada 2011 dengan konsentrasi hukum ekonomi. Tidak dapat diragukan kualitas akademiknya, Martoyo tercatat memiliki dua buah judul buku yang terbit pada 2013 dan 2014 dan menjadi editor beberapa buku.
Semakin banyak karir yang Martoyo capai, yaitu menjadi sekretaris pada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Jember 2010-2013, Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Jember 2014-2018, Kepala Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember 2016-2019, Pengurus divisi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2011-2018 dan menjadi konsultan ahli Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) 2016-sekarang. Menjadi dosen di Fakultas Syariah IAIN Jember hingga menjadi Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Jember sampai saat ini. Martoyo juga menjadi peneliti pada program penelitian DIKTIS Kemenag RI pada tahun 2014, 2015, 2016 dan 2018.
Doktrin agent of change nampaknya sudah melekat dalam diri Martoyo, sehingga banyak perubahan besar terjadi yang ia inisiasi. Pada lingkungan Fakultas Syariah, Martoyo mendirikan Komunitas Peradilan Semu (KOMPRES), Komunitas Pecinta Astronomi Islam (KOMPAS). Dua komunitas tersebut kini sudah menjadi komunitas primadona dalam lingkungan Fakultas Syariah IAIN Jember, tidak lain karena kegigihan Martoyo dalam membina komunitas tersebut.
Tepat 31 Agustus 2020, menjadi babak baru pencapaian Martoyo. Menyabet gelar Doktor Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Ekonomi menjadikannya semakin sempurna dalam dunia akademisi. Semua pencapaian Martoyo tidak terlepas dari prinsip yaitu bahwa setiap keinginan pasti diamini oleh Allah. Jikalau pada prosesnya mengalami kegagalan, pada hakikatnya itu adalah proses untuk lebih baik. Terlebih peran istri yaitu Linda Novaliana Sari, S.E.I. dan keempat anak diataranya Mahmydatul Abadiyah Al Bariza, Feyza Rasyadah Karimah, Hefiza Khaira Qatrunnada, dan Amirah Fedya Hasma juga menjadi penentu kesuksesan sosok Martoyo
Reporter: Nury Khoiril Jamil
Editor: M. Irwan Zamroni Ali



