syariah@uinkhas.ac.id -

MILA, ANAK PETANI YANG SUKSES MENJADI STAF HUKUM BAWASLU

Home >Berita >MILA, ANAK PETANI YANG SUKSES MENJADI STAF HUKUM BAWASLU
Diposting : Rabu, 27 Jan 2021, 11:45:29 | Dilihat : 1747 kali
MILA, ANAK PETANI YANG SUKSES MENJADI STAF HUKUM BAWASLU


Hai sahabat syariah, bagaimana kabarnya? Kali ini kami akan membahas salah satu profil alumni syariah yang pastinya menginspirasi. Langsung aja yuk, simak perjalanan hidupnya.

Mila Riskiawati atau panggilan akrabnya Mila, ia adalah buah hati dari Fathur Rohman dan Siti Maimunah yang lahir di Lumajang, 18 Juni 1995. Masa kecil Mila dipenuhi memori kehidupan sederhana yang diajarkan oleh orang tuanya. Dibesarkan di keluarga yang berlatar belakang petani, Mila sebagai anak pertama dari 3 bersaudara merupakan harapan bagi orang tuanya untuk sukses dan membantu adik-adiknya kelak.

Seperti anak-anak pada biasanya yang harus mengecap pendidikan dasar, Mila disekolahkan di SDN Tunjung 02 (2001-2007) yang terletak tak jauh dari rumahnya. Setelah kemudian ia lulus pada tahun 2007, Mila melanjutkan pendidikan dan perjuangannya di dunia kepesantrenan.

“Kehidupan saya selepas sekolah dasar sudah berkutat di Pesantren,” ungkapnya dalam wawancara bersama Media Center via WhatsApp.

Mila masuk Mts sekaligus mondok di Pesantren Syarifuddin (2007-2010) dan langsung melanjutkan pendidikan MA-nya pada tahun 2010 di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang (2010-2013).

Dunia pesantren yang penuh dengan pengajaran kaidah dan moral serta pembelajaran untuk berorganisasi, mengantarkan Mila dalam beradaptasi di kehidupan kampus.

Lulus pada tahun 2013, Mila awalnya ragu untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan diakibatkan permasalahan biaya. Mengingat dirinya berasal dari kelurga petani yang berada di taraf menengah ke bawah. Namun, dengan niat, usaha, dan juga doa, Mila berhasil mendapatkan beasiswa Bidikmisi untuk melanjutkan pendidikannya di IAIN Jember (saat itu masih berstatus STAIN Jember) dan tak segan ia pun mengambil Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.

“Alhamdulillah, Allah SWT menunjukkan kuasanya dengan memberikan saya kesempatan memperoleh beasiswa Bidikmisi,” tutur Mila sembari bersyukur.

Alasan memilih IAIN Jember sebagai tempat dirinya kuliah, selain jaraknya yang tidak cukup jauh dengan tempat tinggalnya di Lumajang, juga karena IAIN Jember adalah Perguruan Tinggi yang mempunyai background agama Islam.

Sebagai mahasiswa baru yang lekat dengan proses adaptasi, tanpa ragu Mila langsung mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Syariah, IAIN Jember.

Di tahun yang sama, ketika Mila masuk sebagai mahasiswa, ia pun langsung mengikuti MAPABA yang diadakan oleh PMII Rayon Fakultas Syariah, IAIN Jember. Selain bergelut di PMII, Mila sebagai pribadi yang senang berorganisasi mengepakkan sayap perjuangannya di organisasi intra kampus.

Pada semester 3, Mila telah berhasil menduduki posisi divisi Keilmuan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Muamalah. Kemudian lagi pada tahun 2015, ia menjadi bendahara Umum di PMII Rayon Syariah dan juga menjadi Sekretaris Umum Sema-F Fakultas Syariah IAIN Jember. Pada tahun 2016 hingga 2017 ia akhirnya menjabat sebagai pengurus KORPRI PMII Komisariat IAIN Jember.

Kehidupan kampusnya yang berfokus pada penggalian ilmu di ruang kelas dan pencarian pengalaman di organisasi tidak terlepas dari beasiswa Bidikmisi yang ia dapatkan hingga lulus pada tahun 2017. Tentu saja dengan syarat bahwa Indeks Prestasi Komulatif atau IPK-nya tidak di bawah angka 3,00.

“Alhamdulillah berkat IPK tersebut saya kuliah tidak bergantung sama orangtua,” ujarnya. Tentu saja ucapan Mila harus dijadikan patokan, bahwa masalah biaya dapat diselesaikan dengan niat, usaha, dan juga doa.

Setelah lulus dan bergelar sarjana hukum, Mila memutuskan untuk melanjutkan pendidikan profesi advokat di Universitas Jember. “Saya mengikuti pendidikan profesi advokat di Unej dan alhamdulillah langsung lolos,” pungkas Mila.

Setelah lulus dari pendidikan Advokat, dengan bermodal keilmuan dan pengalaman di organisasi, Mila akhirnya melamar sebagai Staf Hukum di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lumajang dan resmi menjadi bagian instansi tersebut pada bulan Juli 2018.

Hal ini tentu menjadi pencapaian luar biasa bagi Mila, mengingat banyak riuh rendah cibiran dan meremehkan di balik perjuangannya.

“Solusinya, bersikap bodo amat dan tidak perlu memikirkan omongan orang. Karena kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan,” tutur wanita yang kini berusia 25 tahun tersebut.

Awal-awal karir sebagai staf hukum tentu merupakan tantangan bagi Mila, mengingat dirinya berasal dari jurusan hukum perdata, sementara yang kemudian dibutuhkan adalah pengetahuan di hukum pemilu. Namun, hal itu hanya sekedar batu kerikil yang berhasil ia hempas dari jalan kesuksesannya.

“Semua itu saya lalui mulai nol, belajar dari nol, dari yang tidak tau apa-apa tentang kepemiluan dan akhirnya sampai sekarang secara perlahan sudah bisa dikuasai,” ungkap Mila sembari memberi motivasi untuk terus belajar.

Selain penguasaan di bidang hukum, Mila juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang diisi oleh berbagai macam orang dengan sifat-sifat yang berlainan pula. Ia memberikan tips untuk menangani masalah ini dengan tetap rendah hati, tidak sombong, dan belajar terus-menerus.

Kini, tidak hanya mendaki kesuksesan sebagai staf hukum di Bawaslu Lumajang, Mila ‘mengepakkan’ rasa haus keilmuannya dengan mengambil S2 Ilmu Hukum (konsentrasi hukum pidana) di Widyagama Malang (2018-2020) dan saat ini menjadi mahasiswa semester akhir yang sedang mempersiapkan tesisnya.

Selain itu, bulan Februari 2021 Mila mengharapkan doa seluruh pembaca agar dilancarkan dalam pengangkatan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya. Dirinya juga sedikit menjelaskan arti menjadi seorang pengacara.

“Tidak hanya Bawaslu yang menjadi ladang penghasilan saya, tetapi juga di peradilan. Namun perlu digarisbawahi bahwa menjadi pengacara tidak melulu masalah uang, yang penting kerja ikhlas, masalah hasil belakangan,” ujar Mila.

Perjuangannya di IAIN Jember memberikan kesan mendalam bagi Mila, “Sangat banyak yang dipelajari, mulai dari belajar kemandirian, tanggung jawab, serta menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Sembari bercerita Mila pun menitipkan pesan untuk mahasiswa IAIN Jember yang saat ini pun sedang berjuang, “Semoga pandemi ini cepat berlalu, Amin Ya Rabbal Alamin. Kemudian, teruslah berkarya, tetap semangat, tingkatkan rasa ingin tahu, dan ikutilah organisasi, karena dari organisasi kalian akan mengerti bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya. Saya percaya tidak ada perjuangan yang sia-sia,” pesan Mila untuk adik-adiknya.

Perjuangannya yang ia lalui mulai dari lingkup keluarga hingga kini menjadi Staf Hukum Bawaslu Lumajang tentu akan banyak menginspirasi teman-teman mahasiswa untuk terus berjuang.

Sebagai seorang perempuan dan sekaligus anak pertama, Mila telah membuktikan bahwa seorang wanita pun bisa berkarir dan membantu ekonomi keluarganya.

“Tidak ada batasan wanita berkarya, yang penting tetap jaga etika dan tata krama, itu saja,” tuturnya. Kalimat itulah bagi Mila yang selalu menjadi pegangannya.

 

Penulis : Arvina Hafidzah

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;