MUHAMMAD SYAFII, DULU KERJA JASA PENGETIKAN KINI KAPRODI KAMPUS TERNAMA
Keterbatasan ekonomi bukanlah suatu penghalang untuk mencari ilmu. Selagi ada niat dan usaha, pasti akan ada jalan keluar. Terkadang kita harus lebih berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Untuk menjadi orang sukses pasti selalu ada tantangan dan rintangan, semua orang akan berhasil jika ia melaluinya dengan penuh kesungguhan dan kesabaran.
Salah satu orang yang berhasil diantaranya adalah alumni Fakultas Syariah IAIN Jember yang satu ini. Siapakah dia? Dia merupakan alumni yang saat ini telah menjadi Kaprodi Ekonomi Syariah di salah satu kampus ternama di Kabupaten Jember. Yuk mari kita simak perjalanan hidupnya.
Ia adalah seorang pria bernama Muhammad Syafi’i, M.E.I, atau biasa dipanggil Imam. Lahir di Lumajang, pada tanggal 7 Juli 1988 dari pasangan sederhana Suwono dan Mentik Sugiati. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Imam selalu semangat dan optimis dalam menjalani hidupnya.
Perjalanan pendidikan Imam, ia mulai dari SDN 02 Banyuputih Kidul (lulus tahun 2000), MTs Miftahul Ulum Banyuputih Kidul (lulus tahun 2003), MA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul (lulus tahun 2006). Selain menjalani pendidikan formalnya yakni MTs dan MA, Imam juga seorang santri. Ia masuk pesantren selama kurang lebih 6 tahun di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Lumajang.
Berbekal ilmu agama yang cukup, Imam berniat untuk menuntut ilmu dengan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi. Keinginan tersebut akhirnya terwujud ketika Imam dinyatakan lolos masuk di STAIN Jember (kini IAIN Jember) Program Studi Muamalah (kini Hukum Ekonomi Syariah) pada tahun 2006.
“Sejak Madrasah Aliyah (MA) saya memang suka mata pelajaran ekonomi, kebetulan waktu itu saya lihat di STAIN Jember ada Prodi Ekonomi Syariah/Muamalah. Alhamdulillah akhirnya saya dinyatakan lolos,” jawab Imam saat di tanya alasanya memilih Prodi Muamalah.
Kesempatan itu Imam gunakan sebaik mungkin dengan belajar secara tekun, bahkan dirinya tercatat sebagai mahasiswa berprestasi kala itu. Imam adalah salah satu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Di antaranya beasiswa DIPA yang diperoleh mulai dari semester 3 sampai lulus, dan beasiswa Supersemar dari semester 6 hingga lulus.
Kemampuan di bidang akademik bagi Imam tidaklah cukup. Ia juga menekuni bidang lainnya dengan ikut berbagai organisasi, baik organisasi intra maupun ekstra. Seperti menjadi ketua HMPS Muamalah (2007-2008), pengurus HMJ Syariah, anggota bidang Organisasi Senat Mahasiswa STAIN Jember (2009), dan Ketua Rayon Syariah PMII Komisariat STAIN Jember (2008-2009).
Ada hal lain yang perlu diketahui dari sosok Imam ini. Perjuangan Imam semasa kuliah, ia jalani dengan penuh kesabaran. Demi mencukupi kebutuhan hidupnya, ia juga bekerja sampingan di rental jasa pengetikan dekat kampusnya. Selain itu, saat pagi hari Imam berjualan susu kedelai di sekitar kampus Universitas Jember dan IAIN Jember dengan mengendarai sepeda motor hasil dari beasiswa yang ia dapatkan.
“Saya tidak pernah mengeluh, meski ada banyak kesibukan di organisasi, tuntutan akademik dan bekerja untuk mencari rezeki. Saya tetap tabah dan bersyukur,” ucapnya dengan nada haru.
Sebagai sosok yang selalu optimis dan yakin terhadap pilihan hidupnya, Imam akhirnya menyelesaikan kuliahnya selama 4 tahun yaitu pada tahun 2010. Ia pun membuktikan keberhasilan dirinya dengan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik se-Fakultas Syariah Program Studi Muamalah.
Selesai kuliah S-1, Imam memilih pulang untuk mengabdi di kampung halamannya. Berbekal ilmu yang ia dapatkan selama masa hidupnya, akhirnya Imam membuka Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian di tempatnya.
“LKMA merupakan program dari Dinas Pertanian, yang berfokus untuk memberikan biaya kepada petani untuk modal tanam. Pada waktu itu modal awal yang diberikan oleh Dinas Pertanian sekitar 45 juta, alhamdulillah akhirnya para petani setempat tinggal mengelola dan mengembangkannya,” ujarnya pada Tim Media Center.
Inilah yang sulit kita temui, seorang berilmu yang dapat memberikan warna dan manfaat kepada sesama. Setelah sempat menunda untuk melanjutkan S-2nya selama kurang lebih 4 tahun, akhirnya Imam melanjutkan pendidikan di tempat yang sama yaitu IAIN Jember dengan Program Studi Ekonomi Syariah pada tahun 2014.
Selama menjalani kuliah S-2 nya, semua biaya ia tanggung sendiri. Imam akhirnya lulus tepat waktu pada tahun 2016, dengan hasil yang membanggakan sebagai yudisi IPK tertinggi se-Program Studi Ekonomi Syariah.
“Sebenarnya dulu saya dapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di STAIN Jember. Karena berhubung pascasarjana di sana belum ada Prodi Ekonomi Syariah, jadi tidak saya ambil. Akhirnya beasiswanya hangus,” lanjut Imam pria asal Lumajang itu.
Perlu diketahui juga, sejak melanjutkan studi S-2nya, LKMA sudah digantikan dan di kelola oleh Muhammad Husni Mubaroq, S.P, ia adalah adik kandung Imam.
Setelah lulus dari program pascasarjana, babak baru sosok Imam akan dimulai kembali. Sebagai orang yang mempunyai cita-cita ingin menjadi dosen, dengan hobi membaca buku dan public speaking, Imam berjuang dengan mengirim lamaran kerja ke berbagai Perguruan Tinggi. Namun hasilnya nihil.
Imam terus berjuang dan berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa. Hingga pada tahun 2017, ia mendapat info bahwa di Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) membuka Prodi baru yaitu Ekonomi Syariah dan sedang ada lowongan dosen.
Hal itu Imam manfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan ikut mendaftarkan diri. Akhirnya setelah berbekal usaha dan tawakal kepada Allah, Imam dinyatakan lolos sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).
“Pada waktu itu saya coba untuk memasukkan lamaran dan mengikuti tes. Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos tes dan termasuk 5 dosen yang diterima dari 25 dosen yang mendaftar,” ungkap Imam saat dihubungi via WhatsApp.
Kini, Imam telah menjadi dosen selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Saat ini pula ia menjabat sebagai Kaprodi Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) dengan masa jabatan 5 tahun dari tahun 2018-2022 sesuai dengan SK Kaprodi.
Imam sekarang bertempat tinggal di Jember, tepatnya di Perum Alam Hijau Blok D3-26, Sempursari, Kaliwates, Jember. ditemani dengan istri tercintanya Roudlotul Jannah, S.S., yang telah menikah pada 2014 lalu. Dikaruniai dua buah hati yaitu Aliful Ayyash Syafiul Hadi dan Alifah Laikannisa Msyzura, menambah kehangatan keluarga sederhana ini. Kini istri Imam yang asal Bantul, Yogyakarta itu, juga sedang mengandung sang buah hati yang ketiga. Mari kita doakan semoga dilancarkan serta diberi kesehatan hingga persalinan, Amin.
Sebagai alumni, Imam tidak pernah lupa terhadap jasa almamater kampusnya yang telah ia jalani dulu yaitu IAIN Jember.
“Banyak pengalaman belajar yang saya dapat selama di IAIN Jember. Mulai dari hal akademik maupun organisasi, hingga para dosen/guru saya yang sabar membimbing dan mengarahkan. Terimakasih untuk bimbingannya selama ini,” tuturnya sembari mengingat perjuangan hidupnya selama kuliah di IAIN Jember.
Dari secuil kisah inspiratif ini, turut menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah telah melahirkan banyak orang sukses. Termasuk para alumninya yang sudah tersebar di berbagai daerah dengan profesi yang beragam.
“Selalu semangat belajar, baik di kampus maupun di organisasi dalam situasi dan kondisi apapun. Ingat, suatu hasil tidak akan mengkhianati proses. Khoirunnas Anfauhum Linnas,” ujar Imam di akhir kata sebagai pesan untuk adik-adiknya di Fakultas Syariah IAIN Jember.
Reporter : Elmi Aprisa
Editor : M. Irwan Zamroni Ali



