syariah@uinkhas.ac.id -

PARA PROFESOR FSH PTKI SE-INDONESIA BEDAH STRATEGI MENJADI PROFESOR

Home >Berita >PARA PROFESOR FSH PTKI SE-INDONESIA BEDAH STRATEGI MENJADI PROFESOR
Diposting : Kamis, 25 Feb 2021, 15:45:01 | Dilihat : 724 kali
PARA PROFESOR FSH PTKI SE-INDONESIA BEDAH STRATEGI MENJADI PROFESOR


Media Center – Guru besar merupakan jenjang karir tertinggi seorang dosen. Untuk meraih jenjang tertinggi tersebut mensyaratkan setiap dosen konsisten melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) mendorong Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI se-Indonesia menggelar acara ‘’Bincang-Bincang Berbagi Pengalaman Menuju Jenjang Guru Besar/Profesor’’. Acara tersebut berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting, berlangsung pukul 13.00-15.30 WIB (Rabu, 24/2).

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M. A., Ketua Forum dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI se-Indonesia, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I, Sekretaris Forum dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI se-Indonesia, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag., Bendahara Forum dan Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga, Prof. Dr. Saifullah, S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Masruhan, M.Ag., Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid. M.Si., Dekan Fakultas Syariah UIN SGD Bandung, Prof. Muhammad Siddiq. M.H., Ph.D., Dekan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniri Aceh serta seluruh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI Se-Indonesia turut hadir dalam acara tersebut.

Forum dibuka oleh Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A. yang dipandu oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku Host. Dia mengungkapkan terselenggaranya acara ini didasari atas ide para Dekan untuk membagikan pengalaman yang akan ditindak dilanjuti sebagai acara rutinan dengan membahas tema yang lain.

Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid. M.Si. mengaku harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal Internasional yang bereputasi untuk memperolah gelar profesor. Dia juga membentuk Padepokan Jurnal Fakultas Syariah yang fokus pada pengembangan Hukum. Sehingga dalam kurun waktu 2,5 bulan dia berhasil menyabet gelar profesor.

“Ikhtiar yang saya lakukan di Padepokan adalah terus mengevaluasi untuk menjadi seorang profesor. Padepokan tersebut terdiri dari beberapa tim guna berdialog apabila ada revisi terkait dengan jurnal itu. Teruslah berikhtiar dan jangan takut, semua bisa menjadi guru besar, ” tutur Dekan Fakultas Syariah UIN SGD Bandung itu.

Prof. Dr. Saifullah, S.H., M.Hum. menuturkan bahwa prosesya di back up oleh Universitas dengan adanya program Percepatan Guru Besar (PPGB). Dia membeberkan mengenai persiapan menjadi seorang profesor.

“Persiapannya dengan memenuhi berbagai syarat administrasi diantaranya, Surat Pernyataan Melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Surat Pernyataan Keabsahan Karya Ilmiah Penentuan Bidang Ilmu GB, artikel jurnal bereputasi Internasional, referensi dan cek turnitin (25%), korespodensi histori jurnal dalam email resmi dan aktif. Serta seluruh karya terdaftar di repository dan Goggle Scholar, hasil penilaian 2 peer review, profil penelitian, ringkasan Disertasi, sertifikat pendidik dan SKP 2 tahun terakhir,” terang Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang itu.

Di sisi lain, Prof. Muhammad Siddiq. M.H., Ph.D. menjelaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Ar-Raniri Aceh terdapat Program Akselerasi Guru besar. Dalam hal ini Prof Siddiq memberikan tips yakni harus mempercepat mengajukan menjadi seorang profesor karena regulasi berubah secara cepat.

“Tips dari saya cepat-cepat mengajukan karena regulasi sewaktu-waktu berubah semakin cepat,” ungkap Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Ar-Raniri Aceh itu.

Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, membeberkan bahwa posisi untuk mempercepat menyemat gelar profesor ialah rajin mengumpulkan dan memasukkan karya serta harus fokus kepada persyaratan-persyaratan khusus.

“Rajin membuat karya dan fokuskan kepada persyaratan-pesyaratan khusus menjadi seorang profesor,” tutur Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya Prof. Dr. Masruhan. M.Ag., dalam prosesnya juga terdapat Program Percepatan Guru Besar (PGBB) melalui proses yang sama seperti umumnya hingga akhirnya mampu meraih gelar profesor.

“Tentunya dengan adaya tim untuk membangun kebersamaan dan saling meningkatkan kerja sama baik tim jurnal maupun tim IT,” jelas Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

 

Reporter: Endang Agoestian

Editor: Siti Junita

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;