PERKUAT KEMAMPUAN LOGIKA DAN RETORIKA DEBAT BERSAMA KETUA NLDC INDONESIA, INI TIPS & TRIKNYA
Media Center – LRDC (Law Research and Debate Community) yang bergelut dalam konsen terhadap kajian riset dan debat hukum kini mengadakan Workshop Online dengan tema “Kupas Tuntas Logika dan Retorika dalam Debat Bersama LRDC”. Acara tersebut merupakan acara perdana yang diadakan oleh LRDC yang bertujuan untuk meningkatkan keilmuan dan pengalaman dalam bidang riset dan debat hukum Sabtu (20/3).
Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, Prof. Dr. Kyai. M. Noor Harisudin, M.Fil.I., pembina LRDC yakni Moh. Abd. Rauf, S.H., Bryan Eduardus Christiano selaku pemateri dan dihadiri oleh segenap para tamu Undangan yakni demisoner HMPS HPI, HMPS HES, HMPS HK dan HMPS HTN, juga diikuti oleh 38 peserta dari berbagai Kampus di Indonesia.
Acara ini berlangsung sangat spesial, kendati dilaksanakan secara virtual tidak menyurutkan semangat para peserta. Berjalannya Acara worshop kali ini dipandu oleh Bagas Satria Wicaksono selaku Menteri debat LRDC. Acara ini turut mengundang pemateri yang mumpuni di bidang debat, yaitu Bryan Eduardus Christiano selaku ketua umum NLDC (National Law Debate Community) Indonesia yang berasal dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
“Saya sangat senang sekali dan turut mengapresiasi kepada teman-teman pengurus, panitia dan para peserta telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya. Saya sangat berharap terselenggaranya acara ini mampu memeberikan manfaat kepada sesama guna untuk mendalami keilmuaa dibidag debat dan riset hukum,” ujar Ketua Panitia Workshop LRDC Vanesa Ingka Putri dalam sambutannya.
Ahmad Zainnullah dalam sambutannya mengungkapkan tentang keinginannya untuk menindaklanjuti kegiatan workshop sebagai bentuk output dari kegiatan yang terselenggara.
“Saya berharap, setelah workshop ini selesai kegiatan tetap ditindak lanjuti sebagai bentuk pengamalan dari ilmu yang didapat, hal ini juga menjadi kesempatan teman-teman semua untuk melatih diri dan membekali diri dalam berdebat”, ujarnya.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. juga mengungkapkan rasa bahagia dengan adanya workshop kali ini, adanya kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan sarana untuk memajukan dan mendukung kampus merdeka.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat mengikuti acara keren, ini adalah kesempatan yang sangat baik dan bagus untuk temen-temen semua, semoga ilmu yang disampaikan pemateri bisa dan mohon untuk diamalkan”, tutur Prof. Harisudin yang juga sebagai Ketua Pengurus Pusat APHTN-HAN.
Bryan akrabnya memaparkan materi secara gamblang mengenai Logika dan Retorika dalam debat. Serta mengugkapkan perbedaan antara debat hukum dan debat Indonesia, yang terdiri dari Bahasa, Struktur, Substansi dan Metode. Menjadi prioritas dalam debat hukum yakni menggunakan bahasa yang baku, struktur IRAC, dan substansinya yakni landasan hukum serta metode Asian Parliementary umumnya (3,5,5) pembicara 1 durasi 3 Menit, pembicara II durasi 5 menit, pembicara ke III durasi 5 Menit. Sedangkan debat bahasa Indonesia, bahasa bukan menjadi prioritas, dalam struktur AREL mencakup substasi pengetahuan umum dan logika, menggunakan metode Asian Parliementary umumnya (7,7,7) pembicara 1 durasi 7 menit, pembicara II durasi 7 Menit, pembicara III durasi 7 menit.
“Debat merupakan lomba argumentasi dan seni meyakinkan publik, dalam debat tersebut terdapat beberapa perbedaan aatara debat hukum dan debat bahasa Indonesia” jelasnya.
Tidak hanya itu Bryan juga memberikan tips meningkatkan kemampuan formil diantaranya, mengamati gaya bicara dan frasa-frasa yang sering digunakan dalam debat hukum, berlatih dan temukan titik kenyamanan, meyakini bahwa argumentasi yang dibawakan tepat, sehingga dapat meyakinkan pihak lain. Dalam proses latihan, banyak berdebat dengan rekan tim agar dapat terbiasa menghadapi interupsi. Argumentasi yang ingin disampaikan dibuat dalam bentuk bullet and numbering untuk memudahkan penyampaian.
Bryan juga memberikan tips-tips debat yang harus dikuasai sebelum tampil, salah satunya yakni memahami dengan sungguh-sungguh isi mosi yang akan diperdebatkan. “Jadi ketika mosi sudah ditentukan, kita harus pahami dulu latar belakang nya, tujuannya, sisi negatif positifnya, intinya melakukan penelusuran sebaik-baiknya sehingga persiapannya sangat baik” tutupnya .
Reporter: Imaniar Isfaraini dan Endang Agoestian
Editor: Nury Khoiril Jamil



