RIFAL MAHALLI, SOSOK ALUMNI AKADEMISI DARI KOTA BEKASI
Semua hal yang kita kerjakan berawal dari kebiasaan. Kebiasaan yang baik akan melahirkan karya dan prestasi hebat. Lingkungan yang hebat, akan melahirkan tokoh-tokoh hebat. Semua itu bermula dari keinginan untuk menjadi hebat. Kata-kata itu dirasa sangat pantas disandang oleh salah satu Fakultas di IAIN Jember, yaitu Fakultas Syariah IAIN Jember. Mengapa demikian? Karena alumni Fakultas Syariah IAIN Jember adalah alumni-alumni hebat yang bekerja dengan berbagai macam profesi. Mereka tersebar diseluruh Indonesia bahkan keluar negeri. Termasuk alumni yang akan kita bahas kali ini dia adalah seorang alumni yang menjadi dosen di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang berlokasi di Bekasi.
Lagi pula, jika kita ingin meraih kesuksesan, maka kita harus mengenali tiga hal yang harus diyakini dan dijadikan sebagai pedoman. Pertama, kenali diri anda, kedua, apa yang harus anda lakukan, dan yang ketiga, bagaimana anda melakukannya. Itu mungkin kata-kata yang cocok untuk menggambarkan salah satu alumni Fakultas Syariah IAIN Jember yang satu ini. Siapakah dia?
Rifal Mahalli, S.H.I., MH., biasa dipanggil Rifal. Ia lahir di kampung Lokomotif RT.007/RW.05 Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada tanggal 6 Oktober 1986. Rifal merupakan anak dari pasangan M. Syarifuddin dan Almarhumah Atikah. Kini Rifal telah mempunyai istri, Aisyaturridho dan satu orang putra, Muh. Ahid Fadhlan.
Rifal menempuh Pendidikan S1 di Fakultas Syariah IAIN Jember (Dulu STAIN Jember), Prodi Ahwal Al-Syakhsiyah (AS) sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hukum Keluarga Islam (HKI). Rifal tidak menyangka akan kuliah di IAIN Jember. Tapi semua itu adalah hikmah ketika ia gagal kuliah di Malang dan Yogyakarta karena tertinggal pengumuman. Sebelumnya, ia juga gagal melanjutkan kuliah di Jakarta karena tidak mendapat restu dari orang tua. Akhirnya, Rifal pergi ke Jember karena diajak oleh teman-temanya. Akhirnya, Rifal tertarik dan jatuh hati pada kampus tercintanya, IAIN Jember yang berbasis Islam.
Setelah resmi menjadi mahasiswa IAIN Jember, Rifal merasa sangat senang karena dia tidak hanya menjalani ritual akademik atau kuliah yang monoton, melainkan dia juga banyak mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Karena itu, ia sangat aktif di organisasi baik di intra maupun di ekstra kampus. Rifal pernah menjadi Sekretaris Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) pada tahun 2010/2011, bahkan di tahun yang sama Rifal juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) dan juga Ketua Umum Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 2011/2012.
Di tengah kesibukannya berbagai dengan organisasi, Rifal menyelesaikan kuliahnya pada tahun 2013. Bahkan, pada upacara wisuda saat itu, Rifal dinobatkan sebagai penulis skripsi terbaik. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi dia dan keluarganya, tentunya.
Setelah lulus Fakultas Syariah IAIN Jember pada tahun 2013, Rifal kembali pulang ke kota kelahirannya (Bekasi) untuk memulai karirnya. Beberapa bulan dari kelulusannya, Rifal akhirnya diterima sebagai dosen di salah satu universitas di Bekasi yaitu Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Rifal yang juga alumni PP. Sidogiri waktu SMA tersebut mengajar mata kuliah agama Islam. Tidak sulit bagi Rifal, karena mata pelajaran ini sudah biasa digelutinya sejak di pesantren.
Selain aktif menjadi akademisi, Rifal saat ini juga tetap aktif mengikuti beberapa organisasi. Tak heran, jika Rifal diangkat sebagai Wakil Ketua LAKPESDAM (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) PCNU Kota Bekasi. Tidak hanya itu, ia juga dipilih menjadi Sekretaris Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) yang kantor pusatnya berada di Kota Makassar.
Rifal bercerita bagaimana tantangan dan rintangan selama berkarir menjadi akademisi, “Semua ini berkat doa orang tua, guru/dosen, dan para sahabat-sahabat saya. Tanpa mereka, saya tidak akan jadi apa-apa. Mengenai tantangan dan rintangan tentunya ada, tapi semuanya alhamdulillah bisa diatasi, kuncinya satu harus bersabar dan hadapi semua masalah dengan kepala dingin, tidak gegabah, berfikir, kemudian bertindak,” tutur pria berumur 34 tahun itu.
Dia mengungkapkan rasa bangga dan kebahagiannya karena bisa menjadi alumni IAIN Jember khususnya Fakultas Syariah, “STAIN Jember sudah bertransformasi menjadi IAIN. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang sangat luar biasa, dan yang membuat saya lebih bangga adalah dosen-dosennya yang tidak kalah luar biasa. Semua dosen yang ada di IAIN Jember dapat dijadikan acuan untuk lebih memotivasi kita sebagai generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan kita masing-masing,” ungkap Rifal ketika dihubungi via WhatsApp.
Rifal juga berpesan kepada mahasiwa Fakultas Syariah IAIN Jember yang masih menjalani aktifitas akademiknya, “Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar. Raih prestasi terbaik dengan segala fasilitas dan kemajuan teknologi saat ini. Peganglah prinsip ‘Al-muhafadhah ‘alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah fal ashlah’ . Artinya yang lama yang sudah baik dijaga, yang baru yang terbaik diambil. Kreatifitas dan inovasi menuju kemaslahatan yang terbaik harus terus dihidupkan,” ungkap Rifal menasehati adik-adik Fakultas Syariah IAIN Jember.
Dengan sederet perjalanan singkat dari alumni kita yang satu ini, dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa sehebat dan sepintar apapun kita, kalau kita tidak memiliki sebuah barokah dari orang-orang terdekat seperti orang tua, guru, senior dan dosen sekalipun, maka mustahillah untuk kita bisa menjadi sukses dan memiliki ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.
Penulis: Wildan Rofikil Anwar
Editor: M. Irwan Z.



