syariah@uinkhas.ac.id -

SARJANA HUKUM 4.0 YANG PROFESIONAL DAN BERDAYA SAING GLOBAL

Home >Berita >SARJANA HUKUM 4.0 YANG PROFESIONAL DAN BERDAYA SAING GLOBAL
Diposting : Jumat, 04 Dec 2020, 15:50:01 | Dilihat : 585 kali
SARJANA HUKUM 4.0 YANG PROFESIONAL DAN BERDAYA SAING GLOBAL


Oleh : Ahmad Hadinudin (Ketua Fraksi DPRD Provinsi Jawa Timur Periode 2019-2024)

Dunia sedang memasuki Global Village,Desa Global yang menghilangkan batas geografis antar Negara, bahkan agenda itu tengah mendorong Kultur Nasional menjadi satu kultur Global melalui strategi unity dan menghilangkan deversity. Agenda global ini selain banyak mendatangkan Mudharat namun juga membawa maslahat dipelbagai kehidupan, termasuk aktivitas hukum. Saat ini hukum semakin mendapat ruang yang luas diberbagai bidang kehidupan. Apresiasi pada hukum semakin meningkat pada standar internasional yang mengutamakan kepatuhan hukum dalam setiap proses interaksi baik sosio-budaya, sosio-politik dan sosio-ekonomi termasuk transaksi bisnis Multilateral.

Kran persaingan yang dibuka luas tidak hanya berdampak pada sektor perdangan barang-barang tetapi juga berdampak luas pada sektor Jasa bidang hukum yang berskala regional bahkan internasional. Persaingan penyedia jasa bidang hukum begitu kompetitif karena bisa dilakukan lintas batas negara dengan cepat-tepat melalui Vitur-vitur canggih tehnologi informasi.kenyataan ini bisa dilihat pada trend relasi ekonomi kawasan, termasuk Masyarakat ekonomi Asean (MEE). Kompetisi jasa bidang hukum cukup luas namun cukup berat jika tidak berstandar profesional dengan kualitas Global.

Kesempatan persaingan ini harus dimaknai dan diterjemahkan oleh perguruan tingggi yang menyelegarakan pendidikan hukum, lebih-lebih PTKIN yang memiliki Fakultas Syari’ah tentu peluangnya cukup besar mengingat di ASEAN saja populasi Masyarakat Muslim cukup tinggi, Bahkan berdasarkan prediksi pada tahun 2030, tingkat pertumbuhan penduduk Muslim diperkirakan mencapai dua kali lipat dibandingkan non-Muslim, di mana rata-rata pertumbuhan Muslim pertahun berkisar 1,5% sementara non-Muslim hanya berkisar 0,7% pertahun. Sukses peluang ini mengingatkan pada Halal Park yang sampai saat ini masih cukup Booming.

Bila membaca peluang itu maka Lulusan Fakultas Syari’ah IAIN Jember tidak perlu khawatir jika bisa membaca potensi dan peluang pasar global dengan baik. Dunia apalagi ASEAN sudah masuk kedalam Tas, Masuk keruang kelas bahkan masuk ke Saku Celana, Artinya peluang untuk merambah pasar kerja dibidang hukum dapat dijangkau melalui jasa elektronik. Selain itu net working perlu terus dikembangkan, karena intlektual saja tidak cukup tampa ditopang oleh relasi sosial yang kuat.

Mahasiswa dan Para Sarjana hukum, penting untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Dalam fenomena ini, dunia berada dalam tatanan dunia baru (New World Order) yang memberi arti penting pada kecerdasan-kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sehingga terjadilah Disrupsi diberbagai sektor kehidupan.oleh karena itu Mahasiswa dan Para Sarjana hukum wajib melek teknologi untuk bisa diadaptasikan pada bidang jasa hukum. kemajuan teknologi tidak dapat dihindarkan apalagi disalahkan, Teknologi pasti masuk, yang diserang pertama kali adalah pekerjaan teknis sederhana, dari pekerjaan offline to onliIne, dari kertas ke Jaringan, dari Jarak jauh ke Jarak terdekat serta dari waktu lama ke waktu singkat.

Sebagai contoh Due diligence saat ini sudah bisa dilakukan dengan artificial intelligence. Di berbagai praktek hukum di luar negeri, layanan jasa hukum sudah bisa ditangani oleh algoritma logika hukum yaitu software khusus menggantikan pekerjaan teknis secara manual oleh corporate lawyer. Padahal due diligence adalah pasar utama yang selama ini paling banyak ditangani oleh corporate lawyer. Jelas disrupsi ini tidak bisa dihindari dan harus dilihat dengan cakrawala berimbang. Serjana hukum Fakutas Syari’ah PTKIN yang akan menggeluti profesi ini harus lebih inovatif dan adaptif dengan perkembangan teknologi yang ada. Teknologi dapat membantu profesionalisasi layanan bidang hukum.

Profesi ini tidak akan lenyap karena masih ada kerja-kerja intlektual yang tidak seluruhnya dapat digantikan oleh mesin kecerdasan. Masih ada kesempatan besar yang bisa diambil oleh lulusan Fakultas Syari’ah sebab bila dibandingkan pada generasi sebelumnya, justru perkembangan teknologi serta terbuka lebarnya akses informasi bisa membantu akselerasi pembelajaran dan peningkatan kualitas layanan jasa berbagai profesi hukum. Tentu saja, penguasaan bahasa Asing sudah menjadi kebutuhan khusus untuk menambah daya tawar di dunia global.

Para mahasiswa sudah saatnya terdorong untuk pemantapan Kemahiran hukum melalui kegiatan-kegiatan produktif baik dilakukan melalui organisasi intra maupun ekstra kampus. Ruang pembelajaran organisasi harus diorintasikan pada  peningkatan kompetensi yang sesuai dengan Jurusan masing-masing, sehingga adanya organisasi kemahasiswaan tidak melulu politis namun mendorong penguatan kapasitas profesi. Dikelas saja tidak cukup, karena profesi hukum bukan hanya persoalan konseptual namun juga banyak layanan yang bersifat operasional, oleh karena itu pihak Fakultas harus memfasilitasi pelatihan-pelatihan dan magang mahasiswa melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga profesional baik lembaga hukum sendiri dan perusahan-perusahaan yang berskala Nasional hingga Internasional.

Kedepan Fakultas Syari’ah harus merekonstruksi kurikulum yang peka terhadap kebutuhan zaman. Kebutuhan akan profesi hukum cukup besar baik untuk kepentingan pemerintahan, politik dan Bisnis.Dan hal yang cukup prestisius tentunya, bila Fakultas dapat menyiapkan pernik-pernik hukum yang berbasis digital sebagai contoh yang sudah ada misalnya tentang Rumus software zakat dan Waris. Jadi garapan kedepan Fakultas Syari’ah adalah layanan digitaliasi produk-produk hukum, baik hukum Islam maupun Hukum Negara.

Profesional memang penting jauh dari sekedar itu integritas juga sangat begitu penting, karena hukum ini merupakan profesi yang cukup mulia untuk menciptakan kemaslahatan ummat, maka pelaku jasa hukum harus berintegritas. Betapa banyak oknum-oknum dengan profesi hukum justru mencidrai hukum, hal itu karena sejak awal integritas itu tidak dibangun di dalam ruang pembelajaran-pembelajaran atau perkuliahan. Fakultas syari’ah harus menjadi Garda terdepan sebagai pabrik yang memproduk  orang-orang hukum yang berintegritas baik melalui tradisi akademik maupun non akademik, Mareka para mahasiswa harus cerdas hukum dengan kemantapan keshalehan personal dan keshalehan sosial.

 

*Tulisan Sederhana sebagai Pengantar Orasi yang Disampaikan pada Acara Yudisium Serjana Strata 1 ke-12 Fakultas Syari’ah IAIN Jember  pada tanggal 1 Desember 2020 di Ballroom Hotel Aston Jember

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;