syariah@uinkhas.ac.id -

SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN MASYARAKAT, KOMPAS IAIN JEMBER GELAR RUKYATULHILAL DI SITUBONDO

Home >Berita >SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN MASYARAKAT, KOMPAS IAIN JEMBER GELAR RUKYATULHILAL DI SITUBONDO
Diposting : Rabu, 14 Apr 2021, 13:46:47 | Dilihat : 448 kali
SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN MASYARAKAT, KOMPAS IAIN JEMBER GELAR RUKYATULHILAL DI SITUBONDO


Media Center – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 H, Mahasiswa fakultas syariah yang tergabung dalam Komunitas Pecinta astronomi Islam (KOMPAS) IAIN Jember turut menghadiri undangan Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo untuk melaksanakan acara Rukyatulhilal. Adapun lokasi rukyatulhilal tersebut yakni di Pelabuhan Kalbut, Desa Tanjung Pacinan, Kecamatan Mangarang, Kabupaten Situbondo pada Senin, (13/4/2021 ).

Acara pelepasan Tim Rukyatulhilal KOMPAS dihadiri oleh Wakil Rektor III IAIN Jember Dr. Hefni Zain, M.M., Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember Abdul Jabar S.H., M.H, serta dihadiri oleh pembina dan para anggota KOMPAS (Komunitas Pecinta Astronomi) sebanyak 20 orang.

Ahmad Affan selaku Ketua KOMPAS menyampaikan bahwa KOMPAS yang terfokus dalam bidang ilmu falak dan ilmu astronomi Islam, sudah sepatutnya turut serta berperan dalam ikut menetukan rukyatulhilal yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

“KOMPAS adalah wadah bagi mereka yang berminat mendalami ilmu astronomi Islam, kajiannya terpusat pada ilmu falak, tentu menjadi salah satu tanggung jawab kami sebagai akademisi IAIN Jember yang turut serta berpartisipasi menetukan awal ramadan,” tuturnya.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil.I., dalam sambutannya mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi adanya kegiatan KOMPAS dan berpesan kepada para mahasiswa untuk tetap semangat dalam kegiatan, bersikap baik kepada masyarakat setempat dan Profesional.

“Semangat untuk adik-adik mahasiswa, saya turut mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Pesan saya, harus ramah dan sopan kepada masyarakat setempat, dan bekerjalah secara profesional. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kesan dan pengalaman tak terlupakan,” ujar Prof. Harisudin yang juga sebagai Ketua Komisi pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur tersebut.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pelepasan tim rukyatulhilal oleh Wakil Rektor III, yaitu Dr. Hefni Zain, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yang dilakukan KOMPAS ini merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap agama dan masyarakat.

“Sebagai Komunitas Pecinta Astronomi yang berfokus pada ilmu falak dan ilmu astronomi Islam, KOMPAS harus selalu siap melayani masyarakat. Ini merupakan bentuk kontribusi agama dan kemanusiaan,” ucap Hepni Zain selaku Wakil Rektor III IAIN Jember, dalam pembekalan mahasiswa yang akan berangkat ke Situbondo.

Tidak hanya itu, Hefni Zain juga menyampaikan 5 prinsip dasar yang harus diterapkan saat kegiatan rukyatulhilal.

“Terdapat 5 prinsip yang disampaikan diantaranya yaitu: Smart (mampu menganalisis fenomena); kebermaknaan (penuh makna); kemampuan dalam beradaptasi (penyesuaian diri) dan adaptasi keilmuan (saling bertukar pikiran); Responsibility (bertanggung jawab); dan kebermanfaatan (Khoirunnas Anfauhum Linnas), sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada manusia lainnya,” pungkasnya.

Adapun pemantauan hilal ini dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, perwakilan pesantren Situbondo, serta beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) wilayah Jember dan Situbondo.

Sejak pukul 13.00 WIB tim KOMPAS sudah mempersiapkan segala peralatan representatif yang dibutuhkan dalam pengamatan hilal. Terdapat dua alat yang dibawa yakni teropong bintang dan teodolit. Teropong bintang berfungsi untuk melihat bulan baru (hilal), sedangkan teodolit berfungsi untuk mengukur ketinggian tanah di suatu tempat.

Ana laila S.H., selaku mantan Ketua Umum KOMPAS Fakultas Syariah IAIN Jember turut memaparkan secara garis besar hasil dari hitungan rukyatulhilal di Pantai Kalbut Situbondo.

“Hari ini di Situbondo kurang bagus, langit tertutup awan. Dari hasil perhitungannya tentu terjadi perbedaan, dikarenakan untuk ketingiian yang digunakan juga berbeda. Kemenag menggunakan ketinggian 13 meter dan KOMPAS IAIN Jember menggunakan ketinggian 2 meter. Untuk tinggi hilal mar’i (tinggi hakiki) di Kemenag Situbondo 3 derajat 39”, sedangkan tinggi mar’i KOMPAS IAIN Jember 3 derajat 22”,” terangnya.

Pelabuhan Kalbut Situbondo dianggap tempat yang paling strategis karena ini merupakan salah satu titik dari 88 titik di Indonesia yang cocok menjadi lokasi melihat hilal. Cuaca di pelabuhan kalbut yang tertutup awan menjadi kendala sehingga hilal tidak nampak di lokasi tersebut.

“Lokasi yang kita datangi saat ini sangatlah strategis, karena menjadi salah satu titik di Indonesia yang sering dijadikan sebagai tempat melihat hilal. Setelah acara ini berakhir, apapun hasilnya akan kita laporkan ke Kemenag dan nanti akan menjadi salah satu perhitungan di sidang isbat,” ujar Siti Muslifah, M. SI., yang juga Pembina KOMPAS Fakultas Syariah IAIN Jember.

Acara berjalan dengan lancar dan dihadiri sebagian masyarakat yang turut antusias menanti hasil hilal.

 

Reporter: Endang Agoestian

Editor: Erni Fitriani

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;