syariah@uinkhas.ac.id -

SEPAK TERJANG NABILA, AKTIVIS PEREMPUAN MUDA PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Home >Berita >SEPAK TERJANG NABILA, AKTIVIS PEREMPUAN MUDA PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Diposting : Rabu, 17 Jun 2020, 12:45:58 | Dilihat : 1769 kali
SEPAK TERJANG NABILA, AKTIVIS PEREMPUAN MUDA PROGRAM KELUARGA HARAPAN


Hidup yang bermakna tidaklah dilihat dari lamanya masa kehidupan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Pantasnya masa muda adalah masa dimana banyak asa dan semangat yang menggelora, masa dimana berjuang meraih masa depan yang cemerlang untuk orang yang kita cintai. Tak henti-hentinya Fakultas Syariah menghadirkan kisah inspiratif dari para alumni berusia muda tapi sudah berhasil menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Kisah sukses yang diraihnya tentu tidak didapatkan dengan cara yang instan. Pasti ada lika-liku kehidupan yang menuntunnya hingga meraih kesuksesan. Nah sahabat syariah, pada kali ini kita akan berkenalan dengan seorang wanita alumni Fakultas Syariah yang sekarang menjadi pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) di Kota Jember. Penasaran kan, yuk kita simak kisah perjalanan hidupnya.

Nama lengkapnya Hayah El-Nabela, S.H. yang lahir di Pulau Madura tepatnya di Kabupaten Sumenep. Anak dari pasangan suami istri Alm. Ahmad Baijuri & Siti Khotijah yang lahir pada tanggal 22 Agustus 1996. Saat ini Nabila berdomisili di Dusun Junggrang II RT/RW 032/008 Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Nabila menikah pada usia 23 tahun pada tanggal 17 Juni 2019 dengan Dahlan Nur Busri. Peran suami juga tak kalah penting dalam memberikan dukungan dan mencarikan jalan untuk sampai di posisi kerjanya saat ini.

Sewaktu kecil, Nabila tinggal di Kota Jember sebagai kota kelahiran ibunya dan sekolah di SDN Gumuk Sari 2 Kalisat ( 2005-2008). Setelah lulus Sekolah Dasar, Nabila memutuskan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus masuk pesantren di Madura tempat kelahiran almarhum ayahnya, tepatnya di MTs Raudlah Najiyah Guluk-Guluk Sumenep (2008-2011), kemudian dilanjutkan di MA Raudlah Najiyah Guluk-Guluk Sumenep (2011-2014). Selama enam tahun menjadi santri, Nabila telah berhasil menjadi anak yang mandiri dan sederhana.

Dalam perjalanan hidupnya, didikan seorang ibu menjadi faktor utama dalam menjadikan dirinya sebagai sosok wanita tegar dan pantang menyerah. Terlebih pada saat berusia 1,5 tahun, Nabila harus kehilangan figur seorang ayah dalam hidupnya.

“Di usia saya yang masih 1,5 tahun, ayah saya telah meninggal dunia. Pada usia itu saya masih tidak mengerti arti kehilangan. Namun ketika saya duduk di bangku MTs, saya sangat kehilangan sosok seorang ayah karena ayah yang sekarang adalah ayah sambung (ayah tiri), sehingga tidak bisa lebih banyak bermanja dan bercerita. Sejak saat itulah saya benar-benar mengerti bahwa saya sangat merindukan sosok ayah,” ungkap Nabila saat diwawancarai oleh tim Media Center via WhatsApp.

Suatu perjuangan hidup dalam keluarga yang kurang mampu membuat ibu Siti Khotijah dan ayah sambung Nabila mendidik anaknya dengan mengajarinya berbagai hal untuk hidup. Dengan hidup sederhana yang diperlihatkan dengan harus bisa makan apa saja.

“Sering di usia masih SD, saya mengambil upah untuk membantu ibu dengan kerja membuat gelang atau kalung. Dengan upahnya waktu itu, 1 kodi 2 ribu. Saat di MTs pun demikian, uang belanja harus cukup 20 ribu tiap Minggu,” ungkap wanita alumni Sumenep itu.

Seiring berjalannya waktu, Nabila lulus dari jenjang pendidikan Madrsah Aliyah. Kemudian akan melanjutkan pendidikanya ke Perguruan Tinggi. Nabila mendaftar ke IAIN Jember (dulu STAIN Jember) melalui jalur beasiswa bebas SPP selama kuliah dengan tes baca kitab kuning, dengan berkat restu dan doa dari orang-orang tercinta khususnya kedua orang tua, Nabila akhirnya dinyatakan lolos dan masuk di IAIN Jember dengan Program Studi Muamalah (sekarang Hukum Ekonomi Syariah/HES) pada tahun 2014.

Selama menjalani perkuliahannya, Nabila menjadi mahasiswi aktif dalam mengikuti kegiatan organisasi intra maupun ekstra, seperti pengurus HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) Muamalah, Komisi A Legislasi di DPM-I (sekarang SEMA-I) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) mulai dari tingkat pengurus rayon hingga komisariat.

Nabila juga seringkali meraih juara dibeberapa ajang lomba, salah satunya adalah menjadi juara 1 lomba debat Zakat Waqaf di Masjid Baitul Amin Jember. Juara 1 lomba baca kitab kuning dalam acara porseni antar mahasiswa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nabila akhirnya lulus pada tahun 2018, Berkat segala jerih payah dan doa, Nabila bisa melaksanakan seminar proposal dan sidang skripsi tepat waktu. Meski selalu ada kritikan dan masukan dari banyak pihak, kualitas skripsipun tidak hanya selesai, tapi bisa dinilai akurat dan memberikan yang terbaik. “Faktor Dosen juga sedikit banyak berpengaruh, Dosen Fakultas Syariah memang sabar dan ulet dalam membimbing mahasiswanya, ditambah kapasitas keilmuan dan skill yang mumpuni,” tambah wanita lulusan Madura itu.

Dari cerita singkat di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa jatuh bangun semangat itu ternyata semakin lama akan semakin banyak ujiannya. Komitmen dan janji kita pada orang tua semakin terlihat, mana yang terlaksana dan mana yang tidak. Semangat haruslah tetap dijaga untuk menjadi mahasiswa yang mampu melaksanakan kewajiban sehingga banyak menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Untuk meraih pekerjaan yang saat ini ia gelut, juga banyak proses yang ia lalui. Nabila yang mengaku mempunyai keinginan menjadi Hakim sejak kuliah di IAIN Jember kala itu, juga pernah mencoba melamar pekerjaan sebagai Konsultan Hukum di Bank.

“Pada tahun 2019, sebelum saya menikah saya lulus administratif di Bank Mandiri Syariah, kemudian melanjutkan tes psikotes dan kemampuan akademik di Kabupaten Malang. Ujian tersebut kurang lebih berlangsung selama 1 minggu dengan tahapan mulai dari tes baca Alqur’an, Hukum muamalah seperti riba, ijaroh, matematika, fisika, psikotes, serta menggambar dan lain-lain. Semua tahap tes tersebut Alhamdulillah saya lolos. Namun, tinggi badan dan berat badan tidak memenuhi persyaratan akhirnya dinyatakan gugur,” tutur Nabila.

Tidak lolos seleksi menjadi Konsultan Hukum di Bank, akhirnya Nabila memutuskan pulang ke Jember. Nabila tetap semangat dan tidak putus asa, hingga akhirnya pada bulan Desember 2019, Nabila mencoba mengikuti open recruitmen SDM PKH Kemensos (Kementrian Sosial) Republik Indonesia.

“Saya izin dulu ke ibu, ayah, dan tentu suami karena sudah menikah. Mereka semua mendukung, meski awal suami sebenarnya punya banyak pertimbangan. Karena kalau masalah nafkah darinya sudah lebih dari cukup, suami saya juga berprofesi sebagai designer, fotografer, videografer, konten kreator, tapi kita berdua sepakat untuk sama-sama bekerja,” ujar istri Dahlan itu.

Setelah mendapat izin dari sang suami, Nabila mendaftar dan dinyatakan lolos secara administratif, dilanjutkan dengan berbagai tes psikotes dan wawancara yang bertempat disalah satu Hotel di Jember. Dari 14.000 yang mendaftar, kurang lebih 4000 yang lolos administrasi dan hanya 2500 yang diterima menjadi SDM PKH angkatan tahun 2020. Berkat dukungan doa dan usaha, Nabila terpilih menjadi peserta yang lolos menjadi SDM PKH angkatan 2020.

Perlu diketahui bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu program bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga sangat miskin dan miskin. Program ini berada di bawah naungan Direktorat Jaminan Sosial Republik Indonesia. Bantuannya berupa uang tunai sesuai kategori yang ditentukan. Saat ini, Nabila menjadi pendamping beberapa kategori masyarakat seperti anak usia dini, anak sekolah (SD, Mts/SMP, SMK/SMA/MA), lansia di atas 70 tahun dan disabilitas berat.

“Tugas saya mendampingi beberapa kategori masyarakat yang benar-benar memiliki hak untuk menerima bantuan, memastikan mereka menerima bantuannya, menggunakan kebutuhan, melaporkan melalui aplikasinya, melaporkan dalam bentuk karya tulisnya. Saya hanya mendampingi satu desa yaitu Desa Sumberanget Kecamatan Ledokombo mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Kantornya pun terbilang banyak, lapangan pekerjaannya dengan terjun langsung ke masyarakat. Pergi ke Balai Desa dan Kecamatan untuk piket, tapi tidak setiap hari. Selain itu setiap seminggu sekali ke Dinas Sosial Jember untuk membuat laporan mingguan,” jelasnya

Tidak hanya itu, tantangan dalam pekerjaan ini juga terbilang tidak sedikit. Mulai dari servernya yang bermasalah sehingga update data harus diperbaiki. Serta pengaduan masyarakat yang pastinya berbeda dan dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Tapi itulah kehidupan, setiap yang kita dapatkan akan ada resiko yang harus kita hadapi. Namun kembali lagi ke rumus kehidupan, semakin banyak proses yang kita hadapi maka akan semakin banyak nilai manfaat kehidupan yang akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Nabila berharap untuk Fakultas Syariah yang sangat berjasa kepada kehidupannya saat ini untuk tetap memberikan yang terbaik kepada mahasiswanya. “Harapan saya kepada Fakultas Syariah harus menjadi fakultas yang memfasilitasi mahasiswa agar semakin berkompeten dibidangnya. Dengan didukung oleh dosen yang berkapasitas sesuai mata kuliah yang diajar, mewadahi mahasiswa yang punya skill untuk semakin baik lagi dengan selalu melibatkan diajang lomba dan lainnya. Semoga SDM Fakultas Syariah semakin professional dan berintegritas,” ucap Nabila penuh harap.

Lebih lanjut, Nabila berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk terus mengasah ilmunya dengan membaca buku, memperbanyak diskusi dan mengikuti organisasi intra maupun ekstra di kampus. Sehebat apapun kita di kampus, masyarakat tidak butuh nilai IPK kita, tetapi membutuhkan kerendahan hati dan bagaimana kita berperan di masyarakat.

“Jadilah mahasiswa yang beretika, berkapasitas keilmuan dan skill yang tinggi. Jangan merasa cukup dan teruslah gali potensi diri serta bawalah nama baik Fakultas Syariah dan IAIN dimanapun kalian berada,” pungkas Nabila menasihati adik-adik mahasiswa di Fakultas Syariah IAIN Jember.

 

Penulis: Siti Junita

Editor: M. Irwan Z.

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;