SERAP ASPIRASI ALUMNI; DARI PEMBERDAYAAN, NETWORKING, GEDUNG ALUMNI HINGGA GO NASIONAL
Media Center-Keluarga Alumni Fakultas Syariah (KAFSYA) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Achmad Siddiq (KHAS) Jember selenggarakan Serap Aspirasi dari para alumninya. Agenda ini dilakukan oleh kepengurusan KAFSYA yang baru di bawah koordinator, Zainal Abidin, S.H.I, M.H. Serap aspirasi berlangsung pada hari Sabtu (19/6), mulai jam 09.00 sampai 10.40 siang dengan diikuti puluhan alumni beserta jajaran dekanat Fakultas Syariah UIN KHAS Jember via zoom.
Dalam sambutannya, Zainal Abidin sangat berterimakasih kepada Fakultas Syariah UIN KHAS Jember karena sudah sangat peduli dengan nasib para alumninya. Tak lupa dia juga mengajak para alumni selalu solid dan kompak untuk mewujudkan visi misi KAFSYA bersama-sama. Karena organisasi ini sifatnya kekeluargaan, maka segala keputusan diambil dengan jalan musyawarah serta asas gotong royong.
"Serap aspirasi ini ditujukan untuk menyusun program kerja ke depannya, sebelum kita canangkan ketika rapat kerja, " tegas Abidin memaparkan alasan diadakannya serap aspirasi. Di samping itu, dia dan segenap kepengurusan juga sudah merancang beberapa program.
Martoyo, S.H.I., M.H., menguatkan tentang pentingnya serap aspirasi dari para alumni, "Agar ide-ide yang berserak mulai dari angkatan 1997-2020 bisa kita serap." Martoyo selaku Wakil Dekan 3, berpesan agar KAFSYA bisa terus bersinergi dengan Fakultas Syariah sehingga inovasi-inovasi baru bisa dilahirkan, serta komitmen dalam mewujudkan kemanfaatan alumni di masyarakat.
"Kita harus memberdayakan alumni, kalau perlu di masing-masing daerah. Bisa dimulai se-Jawa dan Bali, kalau bisa hingga tingkat nasional. Karena hari ini alumni kita ada di berbagai penjuru. Saatnya KAFSYA Go Nasional," ujar pria kelahiran Sumenep Madura tersebut menyampaikan harapannya.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. Menyinggung soal sinergi antara Fakultas Syariah dan alumni, harapannya adalah bisa memberikan banyak manfaat bagi para alumni dan jalannnya adalah melalui KAFSYA sebagai jembatan penghubung.
Prof. Haris sangat bangga dan mendukung penuh serap aspirasi yang dilakukan oleh KAFSYA. Karena ini merupakan bagian dari penguatan eksistensi KAFSYA sebagai organisasi alumni. "Kami berikan apresiasi sangat tinggi kepada KAFSYA atas kontribusinya pada Fakultas Syariah. Saya ingin, KAFSYA lebih kuat dan maju serta lebih membawa manfaat pada masyarakat Indonesia", ujar Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) tersebut.
Menurut Prof. Haris, KAFSYA perlu terus menghimpun database alumni. Dia mengakui, beberapa waktu terakhir ditemukan salah seorang alumni Fakultas Syariah ada yang berprofesi sebagai pilot di Air Asia. “Tentu, ini akan menjadi sebuah kekuatan dahsyat jika semua alumni yang sudah bekerja dikumpulkan dalam data base, dan selanjutnya digunakan untuk menarik adik-adik yang masih belum bekerja”, pungkas Prof Haris yan juga Sekretaris Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.
Adapun acara inti yakni serap aspirasi berupa penyampaian ide, kritik maupun saran dari para alumni. Ide, kritik dan saran inilah yang nantinya akan menjadi bekal penyusunan program kerja oleh kepengurusan KAFSYA periode 2021-2026.
Banyak yang sudah dikantongi dari aspirasi para alumni. Di antaranya adalah membuka wadah baru untuk pemberdayaan alumni. Tidak hanya pemberdayaan untuk menempuh profesi hukum, di profesi nonhukum juga. Saran ini disampaikan oleh advokat Uul Fathurrohmah alumni tahun 2010. Pendapat serupa juga dikuatkan oleh Mila yang saat ini menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lumajang. "Untuk Fakultas Syariah, saya rasa masih belum banyak yang bekerja di lembaga penyelenggara pemilu. Padahal di sini banyak peluang yang bisa diisi oleh alumni Fakultas Syariah." Demikian pengakuan Mila.
Saran lain yang tidak kalah pentingnya adalah validitas database alumni. Hal ini akan memudahkan jaringan atau networking. "Misalnya mau ke Jakarta ada alumni, mau ke Bandung ada alumni. Minimallah mudah dapat tempat untuk menginap," ujar Muhammad Najib Amrullah yang saat ini menjadi Staf DPR RI.
Tidak hanya itu, Direktur LKBHI UIN KHAS Jember, Ali Syaifudin Zuhri, SHI, MH, turut urun rembuk, bahwasanya KAFSYA memang perlu memperluas networking. Tidak hanya kalangan internal alumni, namun juga perlu jaringan kerja sama dengan lembaga lain.
Ide lain yang tak kalah uniknya datang dari Ali Syaifudin Zuhri dan Qorizha Islamiah Ningrum. Keduanya memiliki harapan agar KAFSYA nantinya memiliki sebuah gedung sebagai tempat bertemunya para alumni. Istilahnya rumah alumni atau basecamp.
Reporter : Arinal Haq
Editor : Izzah Qotrun Nada




