Sinergi Bersama HMJ HES UIN Walisongo Semarang, HMPS HES UIN Khas Jember Gelar Muamalah Collaboration
Jember, - Fasya Media - Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES) menyelenggarakan Seminar Muamalah Collaboration Blbersama HMJ Hukum Ekonomi Syariah UIN Walisongo Semarang, bertema "Sinergi Ilmu Dan Amal : Membangun Ekosistem Muamalah Berbasis Nilai Islam Menuju Masyarakat Madani". Agenda seminar muamalah collaboration ini salah satu terobosan awal HMPS HES UIN Khas Jember, untuk menjalin relasi antar sesama prodi di lingkup kampus PTKIN. (Jum’at, 30/05/2025)
Hadir dalam Agenda muamalah collaboration ini Kaprodi HES UIN khas Jember, Freddy Hidayat, S,H.,M,H. dan Ketua Jurusan HES UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Amir Tajrid, M,Ag., momentum ini merupakan ajang silaturrahmi sesama koordinator prodi hukum ekonomi syariah, "Muamalah collaboration sangat efektif jika di jadikan rutinitas sesama mahasiswa hukum ekonomi syariah, karna tidak perlu mengeluarkan anggaran, saya sudah pasti mensupport agenda ini berkelanjutan secara progresif untuk mendalami nilai nilai muamalah dan memanifestasikan apa yang sudah fahami di agenda ini", ujar Amir Tajrid.
"Suatu kehormatan bagi kami bisa menjalin kerjasama dengan UIN Walisongo Semarang, untuk bersinergi meningkatkan pengetahuan baru bagi mahasiswa hukum ekonomi syariah baik secara analisis, maupun akademis, dan kami harapkan agar mahasiswa UIN Walisongo Semarang bisa berkunjung langsung ke UIN khas Jember ataupun sebaliknya, agar saling mengenal secara dekat antar sesama mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah", tambah Fredy Hidayat, kaprodi Hukum Ekonomi Syariah UIN khas Jember.
Kegiatan muamalah collaboration ini dilaksanakan secara online dalam room googlemeet dengan tema "Relevansi Hukum Ekonomi Syariah untuk Menjawab Permasalahan Ekonomi Kontemporer". Narasumber dalam kegiatan ini adalah Moh. Syiafa'ul Hisan, S.E.I., M.S.I. merupakan dosen Fakultas Syariah UIN Khas Jember.
Dalam penyampaiannya beliau menjelaskan tentang konsep taqwa sebagai energi sosial menegaskan bahwa taqwa tidak hanya berkaitan dengan hubungan spiritual kepada Allah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk pola hubungan sosial yang adil, jujur, dan harmonis melalui muamalah Islami. Dengan merujuk pada akronim T.A.Q.W.A (Transparan, Antaradin, Qana’ah, Wara’, dan Amanah), taqwa dihidupkan dalam nilai-nilai sosial yang konkret dan aplikatif, Kelima nilai ini menjadi fondasi dalam membangun masyarakat madani yang beretika, toleran, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, taqwa menjadi kekuatan transformatif yang menyatukan dimensi spiritual dan sosial demi terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadaban dan berkeadilan.
Semoga acara ini bisa terus berkelanjutan, untuk dinamika intelektual lintas kampus yang berkemajuan.
Kontributor : Fasya Media



.jpeg)
