Sinergi HMPS HK dan Pushaga Gelar Penyuluhan Hukum di SMK Yasinat Wuluhan
Jember, Fasya Media - Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (HMPS HK) bersinergi dengan Pusat Studi Hukum Keluarga Gender dan Anak (PUSHAGA) menggelar penyuluhan Hukum kepada siswa, yang bertempat di SMK Nahdlatuth Thalabah Yasinat pada Sabtu, 28 Juni 2025. Kegiatan ini mengacu pada tercapainya Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat .
Acara ini mengusung tema Bersama Mencegah Perkawinan Anak, yang diikuti oleh kurang lebih 350 siswa dan para guru SMK. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang akibat dampak negatif dari perkawinan dini bagi masa depan remaja, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun sosial serta upaya apa saja yang bisa dilakukan dalam mencegah perkawinan dini.
Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMK Yasinat Syamsul Hadi, S.Pd menyampaikan terimakasih atas kehadiran para narasumber dan mahasiswa. Hal ini menjadi pembelajaran untuk terus semangat membangun kolaborasi bersama instansi lain. "Kami berharap para siswa kami bisa melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Maka jangan nikah dulu penting untuk diketahui hari ini". Ungkap Syamsul.
Hadir sekaligus menjadi narasumber dalam acara ini Direktur PUSHAGA, Siti Nurholilah, M.H didampingi oleh Sekretaris PUSHAGA, Fahmi Ridlol Uyun, M.H yang sekaligus Dosen Fakultas Syariah UIN Khas Jember.
Dalam paparan materinya, Narasumber menegaskan bahwa perkawinan anak masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi saat ini, khususnya di Jember. Banyak remaja yang terpaksa menikah karena beberapa faktor seperti ekonomi, budaya, maupun pendidikan serta pengaruh media online. Oleh karenanya, edukasi seperti ini sangat penting agar siswa dapat memahami konsekuensi jangka panjang yang akan dihadapi jika menikah di usia muda serta memiliki kesadaran untuk tidak melakukan perkawinan di usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi seputar perlindungan hukum bagi anak dan perempuan, serta pentingnya menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan mental dan psikis serta ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Narasumber menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah dan lingkungan dalam mencegah praktik pernikahan usia dini. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk memahami hak-hak mereka dan membangun kesadaran akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang matang demi masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, diharapjan muncul kesadaran akan pentingnya pencegahan perkawinan anak semakin meningkat di kalangan remaja dan masyarakat. HMPS HK bersama Pushaga berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dan masyarakat, demi terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Kontributor: Fasya Media



.jpeg)
