syariah@uinkhas.ac.id -

TIM BHR KEMENAG JEMBER JELASKAN FUNGSI ILMU FALAK DI HADAPAN MAHASISWA UIN KHAS JEMBER

Home >Berita >TIM BHR KEMENAG JEMBER JELASKAN FUNGSI ILMU FALAK DI HADAPAN MAHASISWA UIN KHAS JEMBER
Diposting : Senin, 14 Dec 2020, 06:18:01 | Dilihat : 764 kali
TIM BHR KEMENAG JEMBER JELASKAN FUNGSI ILMU FALAK DI HADAPAN MAHASISWA UIN KHAS JEMBER


Media Center - Komunitas Pecinta Astronomi Islam (Kompas) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Peran Pemerintah dalam Menyeragamkan Perbedaan Penentuan Awal Bulan dari Berbagai Ormas.” Acara tersebut dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada Sabtu siang, 12 Desember 2020.

Pemateri pada acara tersebut yaitu Dr. H. Muhammad Izudin, S.Ag, M.HI., selaku Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kankemenag Kabupaten Jember. Di sisi lain, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I., selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember dan Abdul Jabar, S.H., M.H., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Jember, keduanya memberikan sambutan terkait acara tersebut. Acara tersebut dimoderatori oleh Tommy Maulana yang juga Ketua Umum Kompas IAIN Jember.

Prof. Harisudin menyebut bahwa Fakultas Syariah mempunyai banyak komunitas keilmuan yang dibentuk untuk mengembangkan potensi mahasiswanya.

“Saat ini Fakultas Syariah sudah mendirikan beberapa komunitas di antaranya ada Kompas, Kompres, dan yang baru diresmikan yaitu Law Research and Debate Community. Rencananya akan tambah satu lagi yaitu komunitas kajian kitab kuning untuk mempersiapkan mahasiswa Fakultas Syariah yang sebentar lagi akan menjadi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember,” tutur Prof. Harisudin dalam sambutannya.

Abdul Jabar menambahkan, bahwa Kompas yang dibentuk untuk efektifitas keilmuan mahasiswa Fakultas Syariah, haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya.

 “Teruslah mengasah ilmu di Fakultas Syariah, tidak hanya ilmu hukum, namun juga ilmu lainnya,” pungkas Jabar yang juga Kepala Laboratorium Fakultas Syariah itu.

Dr. H. Izudin menyebutkan bahwa beberapa Ormas Islam di Indonesia juga memiliki badan atau lembaga yang membidangi ilmu falak, hal ini dibutuhkan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

“Misalnya Ormas Islam NU dan Muhammadiyah, keduanya mempunyai lembaga astronomi (falak) yang digunakan untuk menentukan awal bulan, seperti bulan Ramadan dan Syawal,” tutur Dr. H. Izudin.

Dalam proses mengamati hilal, keduanya kerap kali terjadi perbedaan. Menurut Dr. H. Izudin selaku narasumber, ia menyebutkan kejadian yang demikian disebabkan oleh metode yang dipakai berbeda.

“Ada dua metode yang umumnya sering dipakai, yaitu mazhab rukyat dan mazhab hisab. Selain itu, di kalangan masyarakat sendiri masih banyak metode lain yang juga sering kali dipakai, masyarakat memang mempunyai hak untuk menentukan sendiri,” tambah Izudin saat memaparkan materinya.

Menyikapi persoalan tersebut, pemerintah menghimbau agar masyarakat mengikuti ketetapan dari pemerintah, di mana penetapan tersebut sudah melalui musyawarah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ormas Islam dan instansi terkait.

“Pemerintah juga melakukan upaya lain dalam menyeragamkan penentuan hilal, seperti membentuk Badan Hisab Rukyat (BHR) dalam penyelenggaraan hisab dan rukyat, adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah, dan metode sidang isbat,” jelasnya.

 

Reporter : Erni Fitriani

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

 

Berita Terbaru

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah : Wadah Peneliti Muda Berprestasi dan Inspirasi Bagi Seluruh Mahasiswa
22 Jan 2026By syariah
Dekan Wildani Hefni Paparkan Spesialisasi Prodi Hukum Bisnis Fakultas Syariah UIN KHAS Jember: Agribisnis Halal Berbasis Kearifan Lokal
21 Jan 2026By syariah
Membanggakan, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jadi Fakultas Terbaik Penataan Kantor dan Lingkungan Ideal berbasis Ekoteologi
14 Jan 2026By syariah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru
;