WADEK III SEBUT HARDSKILL DAN SOFTSKILL ADALAH PENENTU KUALITAS MAHASISWA
Media Center- Dr. Martoyo, S.H.I., M.H. selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Jember dengan tegas katakan bahwa penentu kualitas unggul Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember adalah dengan meningkatkan hardskill dan softskill. “Keduanya adalah untuk merumuskan bagaimana mutu kualitas lulusan Fakultas Syariah IAIN Jember,” lugasnya.
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 menjadi berbeda tahun ini dengan tahun sebelumnya. Krisis pandemi Covid-19 memaksa penyelenggaraan PBAK tahun ini menjadi daring. “Memang ada suatu hal yang berbeda, kita tidak bisa bertatap muka,” ungkapnya via YouTube pada Selasa 15/09.
Wadek III juga mengungkapkan tujuan pembinaan kemahasiswaan di lingkungan PTKIN, yaitu mendorong mahasiswa menjadi anggota masyarakat dengan memiiki kemampuan akademik agar dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu dengan nuansa Islami serta mengupayakan penerapannya demi meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional yang bernuansa Islami dan berwawasan kebangsaan.
“Menjadi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang unggul, berintegritas moral, kemampuan spiritual menjadi dasar ilmu-ilmunya di tengah masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Terdapat konsep utama dalam proses pendidikan di lingkungan Fakultas Syariah IAIN Jember, yaitu Kurikuler dan Ekstrakulikuler. Dua konsep tersebut memiliki perbedaan dalam pelaksanaan maupun output yang akan didapat dalam diri Mahasiswa. Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan akademik yang bersifat wajib dilaksanakan oleh Mahasiswa. Sedangkan kegiatan ekstrakulikuler kegiatan kemahasiswaan untuk mengembangkan potensi diri.
“Kalau anda ingin memiliki kompetensi, maka harus kuliah aktif. Softskill ini berkembang di luar perkuliahan. Seperti seni berkomunikasi, melatih cara memimpin organisasi baik intra maupun ekstra,” tegasnya.
Hardskill dan softskill harus berimbang. Segala lini profesi membutuhkan kedua unsur tersebut, guna kualitas SDM yang profesional dan terampil. Pengetahuan dan penguasaan tentang teknologi pada era ini juga sebagai salah satu penentu penilaian kualitas Mahasiswa ataupun alumni.
“Tidak ada manusia yang bodoh, tetapi yang ada adalah manusia yang tidak mendapatkan informasi lengkap tentang apa yang ada di sekitar kita,” lugasnya.
Wadek III juga memberi saran agar mahasiswa memiliki peta program pada setiap semesternya. Mulai dari setelah PBAK untuk bisa beradaptasi hingga persiapan-persiapan ketika akan menjelang semester akhir. Dengan peta program tersebut, maka perjalanan kuliah mahasiswa akan lebih sistematis.
Begitu juga dalam Hardskill dan softskill, perencanaan yang baik akan berimplikasi pada kualitas mahasiswa. Setiap semester mahasiswa idealnya memiliki target tertentu untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Kemandirian, manajemen waktu, dan profesionalitas akan menjadi ujian mahasiswa dalam proses menjadi mahasiswa yang unggul.
“Menjadi mahasiswa juga memiliki godaan” tegasnya. Godaan tersebut meliputi pergaulan bebas, dampak negatif kemajuan IT, budaya instant seperti plagiasi, dan berorientasi hanya soal kelulusan.
“Kalau kita bisa itu semua dengan baik, maka dunia kemahasiswaan akan kita peroleh dengan sukses dan ketika kita berada di masyarakat akan sesuai dengan apa yang kita impikan” tegasnya sembari tersenyum.
Reporter: Nury Khoiril Jamil
Editor: M. Irwan Zamroni Ali



