WUJUDKAN ORMAWA BEREPUTASI UNGGUL, WADEK III : PENGURUS INTRA WAJIB IKUTI DIKLAT KEPEMIMPINAN
Media Center - Penyelenggaraan laporan keuangan organisasi kemahasiswaan yang bersih, tertib dan sesuai dengan tupoksi (tujuan, pokok dan isi), merupakan tanggung jawab semua instansi, termasuk mahasiswa dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik (good governance). Oleh karenanya, Fakultas Syariah IAIN Jember menggelorakan seminar dan bimbingan teknis (Bimtek) untuk mengupayakan birokrasi menjadi organisasi yang efisien, transparan dan akuntabel. Rabu (23/12).
Acara dengan tema “Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan Menuju Akreditasi Unggul” itu, turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I. Wadek I, Dr. Muhammad Faisol, M.Ag. Wadek III Dr. Martoyo, S.H.I.,M.H. dan Syahrul Mulyadi, SE., MM yang kesemuanya menjadi pemateri pada acara tersebut. Selain itu, para peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi intra kampus mulai dari HMPS, SEMA-F dan DEMA-F turut menghadiri acara itu.
Acara tersebut bertujuan untuk membekali para pengurus organisasi intra kampus, demi terwujudnya akreditasi unggul. Mengingat seluruh civitas akademika dituntut untuk paham mengenai pengelolaan keuangan organisasi yang baik, termasuk lembaga intra sendiri.
Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I., dalam sambutannya mengaku bangga dan salut serta mengapresiasi karena Fakultas Syariah memiliki banyak kegiatan yang kreatif dan dinamis.
“Berkat kontribusi para dosen, mahasiswa/Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Fakultas Syariah IAIN Jember menjadi akreditasi fakultas yang paling bagus. Saya bangga karena Fakultas Syariah kini memiliki banyak kegiatan yang dinamis dan juga kreatif,” ucap Prof. Harisudin selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember itu.
Prof. Haris tidak henti-hentinya untuk mengingatkan kepada mahasiswa tentang Five Core Values yang menjadi pegangan kuat Fakultas Syariah selama ini.
“Jangan lupa Five Core Values Fakultas Syariah yang meliputi Integrity, Self-Development, Innovation, Respect dan Teamwork,” kata Prof. Haris mengingatkan.
Menurutnya, di tahun 2021 Fakultas Syariah telah mempunyai sebelas program unggulan di antaranya; Revitalization For Alumnee Organization, National Excellent Lecturer, National Excellent Student, National Smart And Creative Student, International Collaboration, Lecturer Professional Organization, Citation, Accreditation Simulation, Excellent Facilities, International Accreditation dan Faculty Quality Assurance.
Prof. Haris juga mengusulkan Training Leadership untuk para aktivis ormawa tingkat Fakultas. “Biar lebih berkualitas dan bisa ‘lari’, sehingga minimal dalam setahun diadakan dua diklatpim mahasiswa. Ke depan, calon pemimpin HMPS, Dema dan Sema syaratnya harus pernah ikut Diklatpim ini”, ujar Prof Kiai Haris yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia.
Syahrul Mulyadi, SE.,MM., yang juga pemateri dalam acara tersebut, memaparkan secara runtut dan jelas kepada para peserta tentang pengelolaan anggaran (budgeting).
Tidak hanya menyampaikan materi, Pak Syahrul, sapaan akrabnya, juga memberikan motivasi kepada para peserta Bimtek untuk memiliki nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Jadi kita harus memiliki upaya dan usaha untuk terus menanamkan sifat kejujuran dan tanggung jawab dengan baik, termasuk dalam tata kelola keuangan juga harus mengikuti aturan yang ada. Semua harus jujur, amanah dan dapat dipertanggung jawabkan,” ungkap Syahrul Mulyadi, SE., MM.
Di sisi lain, Dr. Martoyo, S.H.I.,M.H., selaku Wadek III menyampaikan materi terkait dengan teknik penyusunan proposal kegiatan dan laporan kegiatan kemahasiswaan.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Martoyo mengupas tentang pembinaan kegiatan kemahasiswaan dan pembentukan kompetensi mahasiswa. Tidak hanya itu, ia juga berpesan agar organisasi intra dan ekstra mempunyai kelebihan baik secara akademik maupun non akademik.
“Menjadi seorang pemimpin harus memiliki paradigma yang kuat untuk memperkuat arah pengembangan program kerja yang tepat sasaran, bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan, serta mahasiswa Fakultas Syariah harus seimbang antara akademik dan juga aktivis,” ucap Dr. Martoyo yang juga Wadek III Bidang Kemahasiswaan itu.
Sebagai pengurus organisasi intra, tentunya dibutuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan yang kokoh dan memiliki pondasi kuat. Fakultas Syariah, seperti disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah di awal, akan membentuk diklat kepemimpinan yang akan dibina secara langsung oleh Dosen Fakultas Syariah.
“Menjadi seorang pemimpin tidak cukup dengan hati. Maka perlu adanya kesiapan-kesiapan, baik secara mental maupun kemampuan akademik. Maka dari itu, Fakultas Syariah akan mengadakan diklat kepemimpinan kepada calon pemimpin baik DEMA, SEMA maupun HMPS,” tambahnya.
Di samping itu, Dr. Muhammad Faisol, M.Ag., mendorong para mahasiswa untuk mampu bersinergi lebih baik dengan mewujudkan visi misi dan prodi yang unggul dengan kecakapan secara akademis.
“Mahasiswa Fakultas Syariah, marilah kita gaungkan budaya menulis jurnal, guna untuk penguatan dan pengembangan secara akademis dan budayakan untuk terus berdiskusi, bahkan syukur-syukur tiap prodi memiliki terbitan jurnal sendiri,” ujar Dr. Faisol dengan penuh harap.
Reporter: Endang Agoestian
Editor: M. Irwan Zamroni Ali



